Warga KAT minta perhatian pemerintah
Minggu, 03 Februari 2013 - 17:26 WIB
Warga KAT minta perhatian pemerintah
A
A
A
Sindonews.com- Warga Komunitas Adat Tertinggal (KAT) Suku Anak Dalam di Desa Sungai Jernih Kecamatan Muara Rupit mengeluhkan kurangnya perhatian pemerintah kabupaten (Pemkab) Musi Rawas (Mura). Kurangnya perhatian itu seperti, pelayanan kesehatan, tempat tinggal dan penerangan.
Kepala Suku Komunitas Adat Tertinggal (KAT) yang juga kepala suku (Kadus) IV Sadiman mengatakan. bantuan dari pemerintah kabupaten (Pemkab) Mura sudah pernah dilakukan seperti memberikan rumah bantuan sebanyak 32 unit dan dihuni oleh 97 Kepala Keluarga (KK) atau sekitar 300 jiwa.
Rumah bantuan itu berdinding papan yang berukuran 3 X 4 meter itu saat ini sudah tidak bisa menampung keluarga yang ada. Selain sempit, bantuan yang diberikan sejak tahun 2008 lalu itu sudah tidak layak dipakai.
"Seperti di tempat saya, rumah ini dihuni 12 orang. Saya dan istri anak-anak, menantu dan cucu semuanya disini. Ruangan sempit ini juga tempat bagi kami untuk tidur, masak dan menyimpan barang-barang," ujar Sadiman saat ditemui di rumahnya, Minggu (3/2/201).
Menurut Sadiman, warga SAD mengeluhkan sikap pemerintah pemerintah yang terkesan acuh tak acuh. Sebab, sejak diberi bantuan rumah itu tidak pernah adabantuan lain untuk memenuhi kebutuhan hidup. Bantuan rumah ini diberikan ke warga SAD dalam keadaan kosong tidak ada perabotan.
"Setelah itu, tidak ada yang datang untuk sekedar melihat kehidupan warga SAD. Apalagi memberikan bantuan jaminan hidup," ujarnya.
Selain itu, usulan sudah pernah diberikan kepada Pemkab Mura seperti fasilitas lainnya yang ada di dusun-dusun desa tetangga lainnya, seperti langgar, sekolah, fasilitas kesehatan dan penerangan. Namun, hingga kini belum ada tanda-tanda usulan tersebut dapat direalisasikan.
"Saya sudah beberapa kali mengusulkannya, tetapi sampai sekarang belum ada realisasinya. Seperti penerangan, kami minta perhatian pemerintah memberikan bantuan listrik," jelas dia.
Sadiman menambahkan, dari dahulu warga SAD sampai sekarang hanya menggunakan lampu teplok dari minyak tanah. Padahal, di depan rumah ada tiang listrik yang lengkap dengan lampunya. Namun, listrik dan penerangan hanya pajangan. Sampai sekarang belum dinyalakan.
Terpisah, Pemuda Kecamatan Muara Rupit, Sazili mengatakan, Pemkab Mura harus merealisasikan dan membantu masyarakat SAD yang ada. Karena mereka juga adalah warga Mura, sehingga tidak bisa dipisahkan.
"Kami minta pemkab segera merealisasikan penerangan karena penting bagi warga SAD melakukan aktivitas sehari-hari, sebab fasilitas pendukung kelistrikan sudah tersedia lengkap,"pungkasnya.
Kepala Suku Komunitas Adat Tertinggal (KAT) yang juga kepala suku (Kadus) IV Sadiman mengatakan. bantuan dari pemerintah kabupaten (Pemkab) Mura sudah pernah dilakukan seperti memberikan rumah bantuan sebanyak 32 unit dan dihuni oleh 97 Kepala Keluarga (KK) atau sekitar 300 jiwa.
Rumah bantuan itu berdinding papan yang berukuran 3 X 4 meter itu saat ini sudah tidak bisa menampung keluarga yang ada. Selain sempit, bantuan yang diberikan sejak tahun 2008 lalu itu sudah tidak layak dipakai.
"Seperti di tempat saya, rumah ini dihuni 12 orang. Saya dan istri anak-anak, menantu dan cucu semuanya disini. Ruangan sempit ini juga tempat bagi kami untuk tidur, masak dan menyimpan barang-barang," ujar Sadiman saat ditemui di rumahnya, Minggu (3/2/201).
Menurut Sadiman, warga SAD mengeluhkan sikap pemerintah pemerintah yang terkesan acuh tak acuh. Sebab, sejak diberi bantuan rumah itu tidak pernah adabantuan lain untuk memenuhi kebutuhan hidup. Bantuan rumah ini diberikan ke warga SAD dalam keadaan kosong tidak ada perabotan.
"Setelah itu, tidak ada yang datang untuk sekedar melihat kehidupan warga SAD. Apalagi memberikan bantuan jaminan hidup," ujarnya.
Selain itu, usulan sudah pernah diberikan kepada Pemkab Mura seperti fasilitas lainnya yang ada di dusun-dusun desa tetangga lainnya, seperti langgar, sekolah, fasilitas kesehatan dan penerangan. Namun, hingga kini belum ada tanda-tanda usulan tersebut dapat direalisasikan.
"Saya sudah beberapa kali mengusulkannya, tetapi sampai sekarang belum ada realisasinya. Seperti penerangan, kami minta perhatian pemerintah memberikan bantuan listrik," jelas dia.
Sadiman menambahkan, dari dahulu warga SAD sampai sekarang hanya menggunakan lampu teplok dari minyak tanah. Padahal, di depan rumah ada tiang listrik yang lengkap dengan lampunya. Namun, listrik dan penerangan hanya pajangan. Sampai sekarang belum dinyalakan.
Terpisah, Pemuda Kecamatan Muara Rupit, Sazili mengatakan, Pemkab Mura harus merealisasikan dan membantu masyarakat SAD yang ada. Karena mereka juga adalah warga Mura, sehingga tidak bisa dipisahkan.
"Kami minta pemkab segera merealisasikan penerangan karena penting bagi warga SAD melakukan aktivitas sehari-hari, sebab fasilitas pendukung kelistrikan sudah tersedia lengkap,"pungkasnya.
(kri)