IPW kecam sikap Polri tangani kasus Rasyid

Sabtu, 02 Februari 2013 - 18:47 WIB
IPW kecam sikap Polri...
IPW kecam sikap Polri tangani kasus Rasyid
A A A
Sindonews.com - Indonesia Police Watch (IPW) mengecam sikap Polri, yang sangat tidak profesional dalam menangani kasus BMW Maut. Hal itu diungkapkan Neta S Pane Ketua Presidium Indonesia Police Watch.

Menurutnya, tersangka Rasyid anak Hatta Rajasa terlalu mendapat berbagai keistimewaan dari kepolisian, hanya karena dia adik menantu Presiden SBY. Padahal Rasyid sudah menyebab dua orang tewas dalam kecelakaan BMW maut.

“Dirlantas Polda Metro Jaya sepertinya sangat takut dengan keluarga besar cikeas,” kata Neta S Pane Ketua Presidium Indonesia Police Watch melalui siaran persnya kepada Sindonews.com, Sabtu (2/2/2013).

Ketakutan Dirlantas ini, lanjutnya, membuat Polri kehilangan profesionalismenya, terutama jika dibandingkan dengan kasus Afriyani, andhika dan novi amelia. Ia menilai, jika Polri bersikap seperti ini, ada tiga hal yang akan terjadi.

“Pertama, citra Polri di masyarakat akan terpuruk. Kedua, antipati publik kepada keluarga besar Cikeas akan muncul. Ketiga, kepercayaan publik terhadap Hatta Rajasa akan menurun yang tentunya akan berdampak pada pencalonannya sebagai presiden 2014,” paparnya.

Neta mengatakan, Akibat ulah Dirlantas Polda Metro ini, bukan mustahil kasus Rasyid akan "menyandera" Hatta dan membuat Ketua Umum PAN ini, terus menerus menjadi bahan lawan politiknya, hingga Pilpres 2014. Dampak "hukuman sosial" ini akan menyandera Hatta.

“Padahal belum tentu pihak Hatta menginginkan Rasyid diperlakukan sangat istimewa seperti ini,” katanya.

Sebab itu IPW berharap, kata Neta lagi, jika Polri tidak profesional hendaknya kejaksaan tidak meniru cara kerja Polri. Sehingga ketika Polri melimpahkan kembali BAP kasus ini bersama tersangkanya, kejaksaan harus segera menahan Rasyid.

“Sebab Pasal 310 UULAJR yang dikenakan kepada Rasyid, sudah memenuhi unsur untuk menahan yang bersangkutan. Jika kejaksaan ternyata mengikuti cara kerja Polri, yang tidak profesional tersebut, maka runtuhlah penegakan supremasi hukum di negeri ini gara-gara kasus adik menantu keluarga besar cikeas,” tegasnya.
(stb)
Berita Terkait
Banyak Korban Jiwa,...
Banyak Korban Jiwa, Kasus Kecelakaan di Jalan Tol Masih Tinggi
Hati-hati! Ini 4 Faktor...
Hati-hati! Ini 4 Faktor Utama Penyebab Kecelakaan di Jalan Tol
Kecelakaan Maut di Jalan...
Kecelakaan Maut di Jalan Raya Bogor, Seorang Perempuan Tewas
Risiko Kecelakaan Lalu...
Risiko Kecelakaan Lalu Lintas Tinggi, JRP Lakukan Ini
Prancis Ganti Nama Kecelakaan...
Prancis Ganti Nama Kecelakaan Lalu Lintas Fatal Jadi Pembunuhan Lalu Lintas
Polisi Ini Rela Menambal...
Polisi Ini Rela Menambal Jalan Berlubang Demi Mencegah Lakalantas
Berita Terkini
Kapal Basarnas Terbakar...
Kapal Basarnas Terbakar di Muara Baru, 14 Unit dan 70 Personel Damkar Dikerahkan
2 jam yang lalu
Refly Harun Dampingi...
Refly Harun Dampingi Korban Dugaan Pemerasan Bangun Paulus di PN Jakpus
4 jam yang lalu
BNPP Dorong Percepatan...
BNPP Dorong Percepatan PLBN Seimanggaris, Perkuat Gerbang Negara yang Terhubung ke Koridor Ekonomi BIMP-EAGA
4 jam yang lalu
Ruko di Pasar Ciputat...
Ruko di Pasar Ciputat Tangsel Terbakar, Api Masih Berkobar
4 jam yang lalu
Jadi Kawasan Wisata,...
Jadi Kawasan Wisata, Bali Kian Dilirik Perusahaan Asuransi
4 jam yang lalu
Riau Bhayangkara Run...
Riau Bhayangkara Run 2026 Ciptakan Efek Ekonomi Rp58,9 Miliar
4 jam yang lalu
Infografis
Rentetan Kasus Korupsi...
Rentetan Kasus Korupsi di Jateng: Tiga Bupati Terjaring KPK pada Awal 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved