Warga Depok diminta tak beli air ke Bogor
Rabu, 30 Januari 2013 - 16:16 WIB
Warga Depok diminta tak beli air ke Bogor
A
A
A
Sindonews.com - Pemerintah Kota Depok resmi memiliki Perusahaan Air Minum Daerah (PDAM) sendiri, setelah sebelumnya masih bergabung dengan PDAM Tirta Kahuripan Kabupaten Bogor. Tercatat, sebanyak 45.000 warga Depok sudah berlangganan PDAM.
Wali Kota Depok Nur Mahmudi Ismail mengatakan, setelah memiliki PDAM sendiri, dirinya meminta kepada pengurus PDAM Depok yang baru melakukan perhitungan aset. Hal ini menjadi penting, agar pemisahan berjalan dengan normal. Dia juga meminta PDAM di Depok lebih meningkatkan kualitas dan kapasitas pelayanan agar tak lagi membeli air dari Bogor.
"Kalau sudah akan sempurnakan kualitas pelayanan, mungkin ada kerusakan di sana sini. Tingkatkan kapasitas, saat ini masih beli air minum dari Kahuripan sebagian. Kita harus tingkatkan pengolahan agar orang Depok semua jadi tak perlu beli ke Bogor lagi," tegasnya kepada wartawan, Rabu (30/1/2013).
Bahkan, lanjutnya, jika perlu tingkatkan instalasi untuk memenuhi kebutuhan industri, atau bisa berjualan ke Jakarta. Sasaran industri, kata dia, bisa mengurangi penggunaan air tanah.
"Tujuan utama peningkatan kapasitas pengurangan penggunaan air tanah, jika kualitas mutu air sudah bagus. Gedung bertingkat sudah. Justru sekarang tantangannya, jaringan PDAM bisa enggak sampai ke perumahan-perumahan yang baru," ungkapnya.
Direktur PDAM Depok Muhammad Kholik menambahkan, pengoperasian PDAM merupakan kelanjutan dari UPT Air Bersih di Depok yang sudah memiliki 6.000 pelanggan. Hal itu sesuai amanat UU No 15/1999 agar segera mengalihkan aset Tirta Kahuripan ke Depok.
"Sekretariat masih di UPT Cimanggis. Sekarang ada 6.000 pelanggan Depok, yang ke Bogor 45.000. Mudah-mudahan dari kabupaten bisa ke sini. Kita berharap semua warga sasarannya, industri juga karena sebagian masih ke Kabupaten Bogor," imbuhnya.
Wali Kota Depok Nur Mahmudi Ismail mengatakan, setelah memiliki PDAM sendiri, dirinya meminta kepada pengurus PDAM Depok yang baru melakukan perhitungan aset. Hal ini menjadi penting, agar pemisahan berjalan dengan normal. Dia juga meminta PDAM di Depok lebih meningkatkan kualitas dan kapasitas pelayanan agar tak lagi membeli air dari Bogor.
"Kalau sudah akan sempurnakan kualitas pelayanan, mungkin ada kerusakan di sana sini. Tingkatkan kapasitas, saat ini masih beli air minum dari Kahuripan sebagian. Kita harus tingkatkan pengolahan agar orang Depok semua jadi tak perlu beli ke Bogor lagi," tegasnya kepada wartawan, Rabu (30/1/2013).
Bahkan, lanjutnya, jika perlu tingkatkan instalasi untuk memenuhi kebutuhan industri, atau bisa berjualan ke Jakarta. Sasaran industri, kata dia, bisa mengurangi penggunaan air tanah.
"Tujuan utama peningkatan kapasitas pengurangan penggunaan air tanah, jika kualitas mutu air sudah bagus. Gedung bertingkat sudah. Justru sekarang tantangannya, jaringan PDAM bisa enggak sampai ke perumahan-perumahan yang baru," ungkapnya.
Direktur PDAM Depok Muhammad Kholik menambahkan, pengoperasian PDAM merupakan kelanjutan dari UPT Air Bersih di Depok yang sudah memiliki 6.000 pelanggan. Hal itu sesuai amanat UU No 15/1999 agar segera mengalihkan aset Tirta Kahuripan ke Depok.
"Sekretariat masih di UPT Cimanggis. Sekarang ada 6.000 pelanggan Depok, yang ke Bogor 45.000. Mudah-mudahan dari kabupaten bisa ke sini. Kita berharap semua warga sasarannya, industri juga karena sebagian masih ke Kabupaten Bogor," imbuhnya.
(san)