Pemegang Jamkesda di Depok dipungut biaya Rp400.000

Rabu, 30 Januari 2013 - 15:19 WIB
Pemegang Jamkesda di...
Pemegang Jamkesda di Depok dipungut biaya Rp400.000
A A A
Sindonews.com - Ketua Dewan kesehatan Rakyat (DKR) Kota Depok Roy Pangharapan mengaku kecewa kepada Pemerintah Kota Depok, karena belum meningkatkan pelayanan kesehatan sehingga banyak warga Depok yang belum mendapatakan Jamkesda atau Jamkesmas.

Menurut dia, hal disebabkan karena banyaknya pemegang kartu Jamkesda dan Jamkesmas yang salah sasaran. Artinya, orang yang tidak berhak justru mendapatkan kartu tersebut. Sedangkan yang benar-benar membutuhkan malah tidak dapat.

"Banyak kartu Jamkesda yang salah sasaran, akibatnya orang yang berhak banyak yang belum dapat. Pembagian Jamkesmas baru yang baru diberikan juga tidak transparan," kata Roy, di Depok, Rabu (30/1/2013).

Roy bahkan membeberkan, adanya pungutan yang dilakukan oknum aparat saat membagikan kartu Jamkesda. Setiap warga diminta pungutan sebesar minimal Rp50.000 sampai Rp400.000 saat akan dibagikan kartu Jamkesda. Jika tidak membayar, maka kartu Jamkesdanya ditahan.

Selain itu, Roy menambahkan, warga juga memprotes keberadaan calo yang kerap ada saat melakukan kepengurusan Jamkesda. "Para calo itu membuat banyak warga yang mengurus Jamkesda sendiri merasa kesulitan karena seolah-olah antrian diatur oleh mereka," kecamnya.

Menanggapi hal tersebut, Kepala UPT Jamkesda Dinas Kesehatan Kota Depok Eni Ekasari mengatakan, pihaknya hanya membantu menyalurkan kartu tersebut. Kartu Jamkesmas dan Jamkesda berasal dari Kementrian Kesehatan yang langsung diberikan pada Puskesmas untuk didistribusikan.

Namun karena tugas Puskesmas lebih berkonsentrasi dalam melayani kesehatan, maka pembagian kartu Jamkesmas tersebut dilakukan oleh kelurahan.

Eni mengakui, petugas UPT Jamkesda sangat terbatas dan kesulitan untuk melakukan pengawasan. Oleh karena itu dirinya membutuhkan bantuan dari warga untuk mengawasai proses distribusi kartu Jamkesda tersebut.

"Kami sulit bertindak bila tidak ada laporan. Seperti misalnya ada laporan pungutan untuk mendapatkan kartu Jamkesmas/ Jamkesda saat ini, akan kami telusuri seperti kami sebelumnya pernah menemukan adanya pemalsuan kartu Jamkesmas dan Jamkesda," papar Eni.

Dinas Kesehatan Kota Depok sebenarnya sudah menerapkan aturan agara yang mengurus Jamkesda tersebut adalah orang yang masih satu kartu keluarga dengan pasien. "Namun tetap saja pas di dalam menghadap kami, memang keluarga, tapi di luar mereka menggunakan calo," tutup Eni.
(san)
Berita Terkait
Pemkot Depok Banjir...
Pemkot Depok Banjir Kritik, Bongkar Pasang Trotoar Jalan Margonda
Kolaborasi Olahraga...
Kolaborasi Olahraga dengan Industri Kreatif,Gekrafs Depok Gelar Turnamen Sepak Bola untuk Anak
Pemkot Depok Izinkan...
Pemkot Depok Izinkan Warga Ziarah Kubur dengan Penerapan Prokes
Sambangi Kantor PCNU...
Sambangi Kantor PCNU Depok, PDIP Ingin Dapatkan Saran Soal Penangangan Covid-19
Pemkot Depok Pertimbangkan...
Pemkot Depok Pertimbangkan Lakukan Swab Test di Lokasi Keramaian
THR ASN Kota Depok Sudah...
THR ASN Kota Depok Sudah Dicairkan 100%
Berita Terkini
Imigrasi Semarang Bongkar...
Imigrasi Semarang Bongkar Praktik Love Scamming, Tangkap 4 WNA China
10 menit yang lalu
Keluhkan Bongkar Muat...
Keluhkan Bongkar Muat Batu Bara di Laut, Nelayan Pulau Ampel: Jadi Susah Tangkap Ikan
32 menit yang lalu
Makin Fleksibel! Keliling...
Makin Fleksibel! Keliling Dunia Nggak Masalah, Daftar BRImo Kini Bisa dari 15 Negara
47 menit yang lalu
Bhakti TNI, Satgas Yonif...
Bhakti TNI, Satgas Yonif 631/Antang Bangun MCK di Dagai Puncak Jaya
50 menit yang lalu
Wujudkan Desa Mandiri,...
Wujudkan Desa Mandiri, BRI Peduli Dorong Wisata dan Edukasi Berbasis Masyarakat di Ketapanrame
1 jam yang lalu
15.080 Peserta Siap...
15.080 Peserta Siap Ikuti Riau Bhayangkara Run 2026
1 jam yang lalu
Infografis
Skuad Timnas Spanyol...
Skuad Timnas Spanyol di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Real Madrid
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved