Deteksi HIV/AIDS, PNS akan tes urine

Selasa, 29 Januari 2013 - 18:43 WIB
Deteksi HIV/AIDS, PNS...
Deteksi HIV/AIDS, PNS akan tes urine
A A A
Sindonews.com - Untuk mencegah penyebaran Human Immunodeficiency Virus (HIV) dan Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS), Pemkab Mamuju akan melakukan tes urine pada seluruh pegawainya. Upaya ini sekaligus mencegah penyahgunaan narkotika dan obat/bahan berbahaya (narkoba).

Sekretaris Daerah Mamuju, Habsi Wahid, memastikan hal itu akan dilakukan dalam waktu dekat. Sayangnya dia enggan menyebutkan waktunya.

"Kalau dikasih tahu, nanti hasilnya tidak akurat. Yang pasti, tes urine itu akan dilakukan dalam waktu dekat," katanya melalui telepon, Selasa (29/1/2013).

Sementara Bupati Mamuju Suhardi Duka, mengatakan, tes urine itu untuk menekan penyebaran virus HIV/AIDS dan mencegah penyalahgunaan narkoba di lingkungan birokrat Mamuju. Semua tingkatan dipastikan akan mengikuti tes ini.

"Dalam waktu yang tidak ditentukan, tahun ini akan ada tes urine untuk semua pegawai di lingkup Pemkab Mamuju. Kalau ada pejabat yang terbukti memakai narkoba, akan dicopot dari jabatannya. Kalau dia staf, akan dimutasi ke tempat yang dipastikan tidak akan nyaman," tegasnya.

Suhardi melanjutkan, penyebaran HIVAIDS sebenarnya bermuara dari harmonisasi rumah tangga. Ketidaksetiaan pada pasangan, menjadi penyebab utamanya.

Sebenarnya aparat penegak hukum telah berkali-kali melakukan upaya mencegah narkoba dan HIV/AIDS. Mereka melakukan razia di tempat-tempat tertentu.

"Hasilnya sangat memprihatinkan. Ternyata di Mamuju ada beberapa lokasi yang dijadikan tempat maksiat oleh sejumlah oknum," katanya.

Menurut Suhardi, HIV/AIDS tidak disebabkanoleh faktor keturunan. Apalagi kutukan seperti yang dipahami sebagian warga Mamuju sebagai penyakit Odha. Dia mengaku, penderita HIV/AIDS tidak perlu dikucilkan. Dan penyegahannya bukan hanya kewajiban pemerintah semata.

Sebelumnya Kepala Dinas Kesehatan Mamuju Firmon, menyebutkan, hingga akhir bulan Januari 2013 jumlah penderita HIV/AIDS di Mamuju sebanyak 12 orang. Angka ini terus meningkat dari tahun ke tahun.

"Semuanya karena pelacuran. Dan mereka tidak terindikasi narkoba," tegasnya.
(rsa)
Berita Terkait
Wijianto Jalan Kaki...
Wijianto Jalan Kaki di 30 Provinsi untuk Hapus Stigma Orang dengan HIV
Diidap Ratusan Mahasiswa...
Diidap Ratusan Mahasiswa di Bandung, Apa Itu HIV AIDS?
Kaum Wanita dan Anak...
Kaum Wanita dan Anak Jadi Populasi Kunci dalam Upaya Akhiri AIDS
Badai COVID-19 Belum...
Badai COVID-19 Belum Berlalu, Kini Muncul Strain HIV Supermutan
Pengidap HIV-AIDS di...
Pengidap HIV-AIDS di Sulsel Mencapai 26 Ribu Orang
Luc Montagnier, Ilmuwan...
Luc Montagnier, Ilmuwan Penemu Virus HIV/AIDS Meninggal Dunia
Berita Terkini
Perjalanan KRL Tanah...
Perjalanan KRL Tanah Abang-Duri Terlambat Imbas Kebakaran di Sekitar Rel
39 menit yang lalu
Bripka Dedy Wiratama...
Bripka Dedy Wiratama yang Bekingi Kampung Narkoba Samarinda Dipecat
7 jam yang lalu
GBK Diprediksi Dipadati...
GBK Diprediksi Dipadati Puluhan Ribu Pengunjung Akhir Pekan Ini, Dishub Siapkan Rekayasa Lalin
7 jam yang lalu
Soal Aturan Baru Kemenkes,...
Soal Aturan Baru Kemenkes, Bupati Bondowoso Komitmen Lindungi Petani Tembakau
7 jam yang lalu
Mengukur Kunci Sukses...
Mengukur Kunci Sukses Daerah, RGSS Resmi Hadir
7 jam yang lalu
Lampung Kukuhkan Diri...
Lampung Kukuhkan Diri sebagai Sentra Semangka Nasional
7 jam yang lalu
Infografis
Prabowo akan Luncurkan...
Prabowo akan Luncurkan BLT untuk Guru Honorer pada 2 Mei
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved