Belum reformasi birokrasi, silpa Depok menumpuk

Selasa, 29 Januari 2013 - 01:02 WIB
Belum reformasi birokrasi,...
Belum reformasi birokrasi, silpa Depok menumpuk
A A A
Sindonews.com – Lantaran belum diterapkannya reformasi birokrasi di Pemerintahan Kota Depok, mengakibatkan banyak alokasi anggaran yang masuk dalam APBD tidak terserap. Akibatnya, Sisa Lebih Penggunaan Anggaran (Silpa) Kota Belimbing itu mengalami penumpukan.

Artinya, Pemerintah Kota Depok tidak mampu merealisasikan pembangunan dan menyerap anggaran yang telah ditetapkan. Terjadinya Silpa itu dianggap bukan sebagai unsur kesengajaan.

"Tetapi karena pemerintah terlalu berhati-hati dari segi yuridis, tentang pelaksanaan kegiatan. Silpa yang menumpuk itu akibat kesalahan birokrasi," kata Wakil Wali Kota Depok Idris Abdul Shomad, Senin (28/01/2013).

Melihat kondisi tersebut, pihaknya telah meminta kepada Penguasa Pengguna Anggaran untuk segera di SK-kan segala bentuk kegiatan. Sehingga bisa segera dilakukan kegiatan lelang. Namun, bukan berarti anggaran tersebut bisa langsung dicairkan.

"Paling cepat Maret nanti, kami tidak berani menjamin akan ada gagal lelang lagi atau tidak, namun kami tetap ikhtiar agar tidak gagal lelang," ujarnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, yang terbanyak Silpa pada tahun lalu adalah dari sisi pembangunan gedung Dibale II.

"Kami inginkan anggarannya sekian miliar, tetapi dewan juga membatasi untuk pembangunan Dibale II. Kami yakin, dari sisi normatif SiLPA di tahun depan dapat ditekan seminimal mungkin," terangnya.

Anggota Komisi C DPRD Depok Slamet Riyadi mengatakan, masih adanya proyek yang terkena cut off dan pembangunan yang tak selesai tepat waktu dikarenakan perencanaan pembangunan yang dilakukan pemkot masih buruk.

Ia mengatakan, kasus tersebut terus berlanjut setiap tahunnya, sehingga berdampak pada SiLPA yang sangat besar.

"Pada tahun lalu saja SiLPA nya mencapai lebih dari Rp 300 juta, karena banyak pembangunan yang mandek," ungkapnya.

Menurut dia, koordinasi antar OPD masih sangat lemah. Silpa yang membengkak berimbas pada anggaran APBD ke depannya.

Ketua DPRD Kota Depok, Rintisyanto pun angkat bicara. Rintis menuturkan, Silpa Pemkot Depok terus membengkak sejak 2006. Silpa tahun 2008 mencapai Rp200 milyar, Silpa 2009 ada Rp197milyar, Silpa APBD Tambahan (ABT) 2012 mencapai Rp256 milyar dan diprediksi bertambah tahun 2013 menjadi Rp300 milyar.

Rata-rata Silpa Rp250 milyar/tahun sepanjang 2006-2012 atau enam tahun dikalikan sembilan persen, maka tersimpan bunga deposito untuk Pemkot Depok sekitar Rp135milyar. "Silpa ini juga menyangkut bunga deposito bank atas simpanan Silpa di Bank Jabar Banten cabang Kota Depok," kata dia.
(stb)
Berita Terkait
Pemkot Depok Banjir...
Pemkot Depok Banjir Kritik, Bongkar Pasang Trotoar Jalan Margonda
Kolaborasi Olahraga...
Kolaborasi Olahraga dengan Industri Kreatif,Gekrafs Depok Gelar Turnamen Sepak Bola untuk Anak
Pemkot Depok Izinkan...
Pemkot Depok Izinkan Warga Ziarah Kubur dengan Penerapan Prokes
Pemkot Depok Pertimbangkan...
Pemkot Depok Pertimbangkan Lakukan Swab Test di Lokasi Keramaian
Sambangi Kantor PCNU...
Sambangi Kantor PCNU Depok, PDIP Ingin Dapatkan Saran Soal Penangangan Covid-19
Usia ke-21 Kota Depok,...
Usia ke-21 Kota Depok, Momentum Refleksi Diri
Berita Terkini
Hari Lingkungan Hidup...
Hari Lingkungan Hidup Sedunia, UMJ Tanam 3.650 Bibit Pohon di Ciputat
10 menit yang lalu
Diserahkan Polda Metro...
Diserahkan Polda Metro Jaya ke Kejati Banten, Richard Lee Segera Jalani Sidang
31 menit yang lalu
Pra SPMB 2026 Dibuka,...
Pra SPMB 2026 Dibuka, Pemkot Tangsel Siapkan 9.976 Kuota untuk SMP Negeri
39 menit yang lalu
Kolaborasi Kemanusiaan,...
Kolaborasi Kemanusiaan, Polda Riau Bantu 310 Warga Ikut Operasi Katarak Gratis
43 menit yang lalu
Perkuat Literasi Keuangan...
Perkuat Literasi Keuangan untuk Guru dan Tenaga Pendidik, MNC Sekuritas Gelar Edukasi Pasar Modal di SMAN 46 Jakarta
1 jam yang lalu
Membuka Peluang Mandiri:...
Membuka Peluang Mandiri: Pemuda Disabilitas Karawang Dibekali Keterampilan Cetak Sablon
2 jam yang lalu
Infografis
Wilayahnya Berdekatan,...
Wilayahnya Berdekatan, Negara-negara Ini Belum Serang Israel di 2024
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved