Karaoke plus marak di Pati

Jum'at, 25 Januari 2013 - 20:33 WIB
Karaoke plus marak di...
Karaoke plus marak di Pati
A A A
Sindonews.com - Klub malam dan tempat karaoke yang dijadikan tempat prostitusi terselubung disinyalir marak di Kabupaten Pati. Para tokoh agama di Kabupaten Pati mendesak agar pemkab dan aparat kepolisian setempat segera mengambil tindakan tegas.

Desakan penutupan klub malam dan karaoke plus-plus itu dilontarkan oleh tokoh agama dari Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) dan Pengurus Daerah (PD) Muhammadiyah Pati dan sejumlah elemen lain yang tergabung dalam Forum Amar Ma’ruf Nahi Munkar (FAMNM) saat berdialog dengan Bupati Pati Haryanto, dan jajarannya, Jumat (25/1/2013).

Dewan Syariah PCNU Kabupaten Pati, KH Asmui Sazali mengatakan keberadaan klub malam dan karaoke plus-plus tersebut sudah sangat meresahkan masyarakat. Dikhawatirkan, jika dibiarkan akan menggerogoti moral maupun perekonomian warga.

“Nanti yang rugi masyarakat Pati sendiri karena dampak negatifnya luar biasa,” kata Asmui.

Ketua PC Gerakan Pemuda Anshor Pati, Ahmad Sholhan mengatakan, berdasar informasi yang diterimanya, sekitar 43 klub malam dan karaoke di Pati ternyata tidak memiliki izin. Sebab meski masa berlaku telah habis, namun pengelola kedua tempat hiburan tersebut tidak memperpanjang perizinan di instansi terkait.

“Jadi selain melanggar norma agama maupun masyarakat, puluhan klub malam dan karaoke itu juga ilegal. Makanya kami mendesak agar pemkab dan pihak terkait segera membekukan aktivitas di tempat itu,” ujarnya.

Selain soal klub malam dan karaoke, kata Ahmad Sholhan pihaknya juga mendesak Pemkab Pati segera menertibkan salon kecantikan yang disinyalir menjadi ajang prostitusi terselubung.

Bupati Pati, Haryanto mengaku selama ini pihaknya memang kerap mendapatkan keluhan terkait keberadaan klub malam dan karaoke di wilayah yang dipimpinnya. Saat ini, pihaknya masih mencari solusi terbaik untuk mengatasi persoalan tersebut.

“Saat ini program legislasi daerah (prolegda) tentang tempat hiburan sedang dalam proses. Hal ini akan menjadi prioritas pembahasan antara Pemkab dan DPRD Pati tahun ini,“ janji Haryanto.
(ysw)
Berita Terkait
Lewat Kompetensi Praktik...
Lewat Kompetensi Praktik Lapangan, Praja Diharapkan Paham Pemerintahan Daerah
Sinergi Pemerintah Pusat...
Sinergi Pemerintah Pusat dan Daerah, BSKDN Kemendagri Tekankan Kolaborasi
Pulihkan Ekonomi, Daerah...
Pulihkan Ekonomi, Daerah Utang Rp12,24 Triliun ke Pusat
BSKDN Kemendagri: Konsep...
BSKDN Kemendagri: Konsep ITKPD Upaya Wujudkan Tujuan Otonomi Daerah
Mengukur Kunci Sukses...
Mengukur Kunci Sukses Daerah, RGSS Resmi Hadir
Majukan Suatu Daerah...
Majukan Suatu Daerah Perlu Merangkul Semua Elemen Termasuk Seniman
Berita Terkini
Jaga Masa Depan, Pureco...
Jaga Masa Depan, Pureco dan LindungiHutan Tanam 300 Mangrove di Wonorejo
10 jam yang lalu
Momen Riuh di Gorontalo,...
Momen Riuh di Gorontalo, Massa Kompak Teriakkan Nama Seskab Teddy di Depan Presiden Prabowo
11 jam yang lalu
Mantan Kapolres Bima...
Mantan Kapolres Bima Terima Dana dari Bandar Narkoba, Pengacara: Tuduhan Mengada-ada
16 jam yang lalu
DPC Rampung di 9 Kecamatan,...
DPC Rampung di 9 Kecamatan, Partai Perindo Tubaba Tancap Gas Bentuk DPRt
18 jam yang lalu
Digugat Roy Suryo soal...
Digugat Roy Suryo soal Penggeledahan, Polda Metro Jaya Siap Hadir
19 jam yang lalu
BNPP Perkuat Pengawasan...
BNPP Perkuat Pengawasan Perbatasan RI-Timor Leste via Survei Pengendalian Jalur Tak Resmi di Belu
21 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved