Tak ada dokter ahli, Lahat takut flu burung

Jum'at, 18 Januari 2013 - 16:52 WIB
Tak ada dokter ahli,...
Tak ada dokter ahli, Lahat takut flu burung
A A A
Sindonews.com - Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Lahat mengaku kesulitan jika harus menghadapi kasus flu burung. Pasalnya, Disnakkan Lahat mengaku tak memiliki tenaga ahli khusus.

Kepala Seksi (Kasi) Kesehatan Hewan (Keswan) Disnakkan Lahat, Juni Hermiati mengatakan, saat ini di Lahat hanya memiliki satu orang tenaga dokter hewan, itu pun dijabat oleh Kepala Dinas.

"Kita sudah melaporkan kondisi kekurangan ini ke provinsi, hanya saja belum mendapatkan tanggapan. Padahal hampir setiap tahun kita ajukan usulan penambahan dokter," kata Juni, di Kantor Disnakkan Lahat, Jumat (18/1/2013).

Dengan kekurangan tersebut, lanjutnya, pihaknya terpaksa memaksimalkan peranan Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) yang ada ditingkat kecamatan untuk ikut menyosialisasikan bahaya. Virus yang sering dibawa oleh hewan jenis unggas ini.

"Pembekalan tetap kita berita. Bimbingan Teknis (Bimtek) dan penyuluhan juga secara simultan terus kita gelar. Ini upaya kita menyiasati kekurangan (dokter) ini," ujar dia.

Mengenai kasus ini sendiri, Juni mengakui belum mendapatkan laporan. Hanya saja untuk penyakit tetelo, pernah ditemukan di Desa Penandingan Kecamatan Pseksu. Selain itu, pegawai Disnakkan sendiri juga pernah membawa bangkai ayam yang diduga mati secara mendadak.

"Bangkai ayam itu setelah kita periksa ternyata bukan flu burung, melainkan tetelo," jelasnya.

Dia mengimbau kepada masyarakat untuk tidak segan segan melapor jika melihat atau menemukan hal hal yang tidak biasa. Terutama bagi mereka yang memiliki kandang ataupun peternakan hewan.

Pihaknya juga siap melakukan desinfektan secara cuma cuma yang disemprotkan ke kandang unggas milik warga.

Dia juga menegaskan, agar warga mampu memperhatikan gejala awal penyakit yang mampu berakibat fatal bagi manusia ini. Setidaknya, jika unggas tersebut bertindak aneh, lanjutnya, pemilik unggas hendaknya memperhatikan bagian kepala unggas tersebut yang membiru. Selain itu, apakah ada bintik bintik dibagian kaki.

"Ini penting bagi pedagang yang memasok ayam dari provinsi lain. Terlebih lagi kita berada di daerah perlintasan," tegas dia.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Lahat Muzakir juga mengaku belum menemukan kasus flu burung dalam satu tahun terakhir. Kendati demikian, dirinya mengimbau warga jika ada kasus unggas mati mendadak untuk cepat dilaporkan ke pihak terkait.

Menurutnya, penyakit flu burung di Lahat termasuk dalam salah satu prioritas penyakit yang wajib diberantas. Strategisnya area perlintasan, diharapnya jangan sampai Lahat justru menjadi kawasan endemik penyakit ini.

"Yang jelas, koordinasi terus kita lakukan. Termasuk melakukan pengawasan terhadap sebaran penyakit yang sempat booming di kawasan Asia Tenggara ini," pungkasnya.
(rsa)
Berita Terkait
Antisipasi Penularan...
Antisipasi Penularan Flu Burung di Kota Bandung
Cegah Penularan Flu...
Cegah Penularan Flu Burung, Puluhan Unggas Selundupan Dimusnahkan
Jepang Laporkan Wabah...
Jepang Laporkan Wabah Flu Burung Pertama di Musim Dingin, 143.000 Ayam Dimusnahkan
Ahli Kesehatan Prediksi...
Ahli Kesehatan Prediksi Inggris Akan Menghadapi Wabah Flu Burung dalam Skala Besar
Ratusan Unggas Positif...
Ratusan Unggas Positif Flu Burung, Peternak Diminta Waspada
Tes PCR Ratusan Burung...
Tes PCR Ratusan Burung Pipit yang Mati Mendadak di Cirebon, Begini Hasilnya
Berita Terkini
Oknum Polisi yang Siksa...
Oknum Polisi yang Siksa Istri Siri Pernah Disidang Etik
1 jam yang lalu
Bocah Perempuan di Bekasi...
Bocah Perempuan di Bekasi Tertembak Peluru Nyasar, Polisi Sita Proyektil
1 jam yang lalu
Aiptu N yang Siksa Istri...
Aiptu N yang Siksa Istri Siri Ternyata Positif Konsumsi Sabu
3 jam yang lalu
Fenomena Super New Moon,...
Fenomena Super New Moon, BMKG: Waspadai Banjir Rob pada Hari Ini hingga 22 Juli 2026
4 jam yang lalu
Mendagri Beri Apresiasi...
Mendagri Beri Apresiasi pada Warga, Jembatan Enang-Enang Akan Diperkuat
12 jam yang lalu
Petugas Bea Cukai Pekanbaru...
Petugas Bea Cukai Pekanbaru Gugur saat Jalankan Tugas Pengawasan di Perairan Siak
15 jam yang lalu
Infografis
Eks Panglima Militer...
Eks Panglima Militer Ukraina: Hampir Tak Ada Peluang Bertahan Hidup
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved