Walkot Jaktim klaim, solusi banjir relokasi warga bantaran
Kamis, 17 Januari 2013 - 02:49 WIB
Walkot Jaktim klaim, solusi banjir relokasi warga bantaran
A
A
A
Sindonews.com – Walikota Jakarta Timur H R Krisdianto mengatakan, salah satu solusi penanganan banjir di DKI Jakarta, antara lain dengan melakukan relokasi terhadap warga yang tinggal di daerah aliran sungai (DAS) Ciliwung.
Menurutnya, perlu adanya kemauan dari semua pihak, untuk menyelesaikan permasalahan banjir di DKI Jakarta. Salah satunya, dengan adanya kemauan warga DAS untuk direlokasi ke wilayah yang lebih baik lagi.
“Relokasi dibutuhkan agar DAS Ciliwung dapat dinormalisasi, mencapai lebar yang ideal,” kata Walikota Jakarta Timur H R Krisdianto, Rabu (16/1/2013).
Ia mengaku, Kementerian Pekerjaan Umum, memiliki program normalisasi sungai Ciliwung yang harus segera dilaksanakan. Karena, kondisi DAS saat ini sudah sangat memprihatinkan.
“Idealnya lebar sungai Ciliwung 50 meter, sementara kondisi saat ini hanya hanya 20 meter,” ungkap Walikota.
Walikota mengatakan, menjamurnya rumah penduduk di sisi aliran sungai Ciliwung, salah satu terjadinya penyempitan DAS Ciliwung. Upaya apapun, kata Walikota, yang dilakukan pemerintah tidak akan bisa menyelesaikan banjir, jika tidak dilakukan relokasi warga bantaran.
“Banjir kiriman dari Bogor akan cepat naik ke permukaan, karena sempitnya sungai yang ada di Ibu Kota. Terjadinya penyempitan, karena warga yang tinggal di bantaran kali,” tegasnya.
Menurutnya, perlu adanya kemauan dari semua pihak, untuk menyelesaikan permasalahan banjir di DKI Jakarta. Salah satunya, dengan adanya kemauan warga DAS untuk direlokasi ke wilayah yang lebih baik lagi.
“Relokasi dibutuhkan agar DAS Ciliwung dapat dinormalisasi, mencapai lebar yang ideal,” kata Walikota Jakarta Timur H R Krisdianto, Rabu (16/1/2013).
Ia mengaku, Kementerian Pekerjaan Umum, memiliki program normalisasi sungai Ciliwung yang harus segera dilaksanakan. Karena, kondisi DAS saat ini sudah sangat memprihatinkan.
“Idealnya lebar sungai Ciliwung 50 meter, sementara kondisi saat ini hanya hanya 20 meter,” ungkap Walikota.
Walikota mengatakan, menjamurnya rumah penduduk di sisi aliran sungai Ciliwung, salah satu terjadinya penyempitan DAS Ciliwung. Upaya apapun, kata Walikota, yang dilakukan pemerintah tidak akan bisa menyelesaikan banjir, jika tidak dilakukan relokasi warga bantaran.
“Banjir kiriman dari Bogor akan cepat naik ke permukaan, karena sempitnya sungai yang ada di Ibu Kota. Terjadinya penyempitan, karena warga yang tinggal di bantaran kali,” tegasnya.
(stb)