Banyak hajatan, PNS ogah jabat Sekdes

Selasa, 15 Januari 2013 - 23:16 WIB
Banyak hajatan, PNS...
Banyak hajatan, PNS ogah jabat Sekdes
A A A
Sindonews.com – Beberapa desa di Kulonprogo kesulitan mencari sekdes yang tepat. Menempatkan PNS mengisi posisi ini juga tidak mudah, karena PNS menolak akibat banyaknya kegiatan sosial seperti hajatan.

Kepala Seksi Pemerintahan Kecamatan Temon, Sartono mengatakan, tiga desa di Temon, yakni Glagah, Janten dan Kalidengen kesulitan mencari sekdes karena tidak ada warganya yang kompeten untuk mengisi jabatan itu.

“PNS di Kulonprogo juga banyak yang tidak bernafsu menjadi sekdes, karena banyak direpotkan kegiatan sosial masyarakat seperti hajatan. Tradisinya, para perangkat desa pasti diundang warga, di mana mereka harus memberikan sumbangan alakadarnya,” kata Sartono, Selasa (15/1/2013).

Kepala Sub Bidang Tata Pemerintahan Desa, Badan Pemberdayaan Masyarakat Pemerintahan Desa, Keluarga Berencana dan Perlindungan Perempuan Kulonprogo, Suryantoro, mengatakan beberapa desa pada 2013 ini harus mencari sekdes baru. Mereka akan menggantikan sekdes yang sudah meninggal atau pensiun.

Dia mengatakan, merujuk pada Surat Edaran Sekda Kulonprogo No.180/4417 tentang tata cara permohonan pengisian dan mutasi jabatan sekdes, kepala desa mengirimkan permohonan dan usulan pengisian formasi secara tertulis melalui camat, untuk dilakukan pencermatan serta penelitian lebih lanjut.

Kemudian, camat menyampaikan surat permohonan dan rekomendasi pada bupati dengan tembusan Kepala Badan Kepegawaian Daerah dan Badan Pemberdayaan Masyarakat Pemerintahan Desa Kulonprogo.

“Kades bisa diambil dari warga desa yang memiliki kecakapan di bidang pemerintahan desa seperti anggaran keuangan dan sebagainya,” katanya.

Namun, dia mengakui jika sumber daya manusia di desa sangat terbatas. Akibatnya kades kesulitan mencari figur yang sesuai. Pemkab sendiri bisa menempatkan PNS sebagai sekdes, dengan syarat disetujui kades.

"Ini juga tidak gampang karena jumlah PNS di Kulonprogo terbatas, setelah adanya moratorium. Kami masih menunggu proses dari desa terlebih dahulu. Kalau mentok, baru akan kami carikan PNS yang berkompeten. Walau pun ini tidak akan mudah," terangnya
(ysw)
Berita Terkait
Lewat Kompetensi Praktik...
Lewat Kompetensi Praktik Lapangan, Praja Diharapkan Paham Pemerintahan Daerah
Sinergi Pemerintah Pusat...
Sinergi Pemerintah Pusat dan Daerah, BSKDN Kemendagri Tekankan Kolaborasi
Pulihkan Ekonomi, Daerah...
Pulihkan Ekonomi, Daerah Utang Rp12,24 Triliun ke Pusat
BSKDN Kemendagri: Konsep...
BSKDN Kemendagri: Konsep ITKPD Upaya Wujudkan Tujuan Otonomi Daerah
Mengukur Kunci Sukses...
Mengukur Kunci Sukses Daerah, RGSS Resmi Hadir
Majukan Suatu Daerah...
Majukan Suatu Daerah Perlu Merangkul Semua Elemen Termasuk Seniman
Berita Terkini
Diskominfo Tangsel Bagikan...
Diskominfo Tangsel Bagikan Transformasi Digital Pelayanan Publik ke BPSDMD Jateng
21 menit yang lalu
Bersama Rumah Baca Empat...
Bersama Rumah Baca Empat Jagoan, MNC Peduli Berbagi Buku Dongeng dan Lomba Mewarnai
31 menit yang lalu
Pemkot Tangsel-Kemensos...
Pemkot Tangsel-Kemensos Gelar Bakti Sosial Terintegrasi, Warga Rasakan Manfaat Beragam Layanan
1 jam yang lalu
MR.D.I.Y. Perluas Program...
MR.D.I.Y. Perluas Program Menginspirasi Generasi Inovator, Jangkau 8.600 Anak
1 jam yang lalu
PWI Laporkan Hotman...
PWI Laporkan Hotman Paris ke Polisi, Sahroni Yakin Diusut secara Transparan
3 jam yang lalu
Pembangunan Fakultas...
Pembangunan Fakultas Kedokteran Telkom University di Bandung Rampung
3 jam yang lalu
Infografis
Tahapan Penerimaan Sekolah...
Tahapan Penerimaan Sekolah Kedinasan 2026, Lulus Bisa Jadi Calon PNS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved