Ribuan Warga NU Iringi Pemakaman KH Zubair Muntashar di Bangkalan Madura
Minggu, 28 April 2024 - 21:13 WIB
loading...
Warga Nahdlatul Ulama (NU) di Madura berduka. Salah seorang ulama sepuh dan kharismatik, KH Zubair Muntashar wafat karena sakit. Foto/Taufik Syahrawi
A
A
A
BANGKALAN - Warga Nahdlatul Ulama (NU) di Madura berduka. Salah seorang ulama sepuh dan kharismatik, KH Zubair Muntashar wafat karena sakit.
Lautan manusia pun ikut mensalatkan jenazahnya dan mengiringi almarhum ke peristirahatan terakhir di Kompleks Pasarean Syaikhona Kholil Bangkalan , Minggu (28/4/2024).
Ribuan umat dan warga berdatangan sambil menunggu kedatangan jenazah KH Zubair Muntashar di Masjid Jamik Bangkalan. Setelah jenazah almarhum tiba dari Ponpes Nurul Cholil Bangkalan, ribuan orang ini pun mensalatkan jenazah almarhum.
Baca juga; Inilah Ulama-ulama Kharismatik yang Menginspirasi di Indonesia
Begitu banyak orang yang ikut salat jenazah, membuat Masjid Jamik Bangkalan tak bisa menampung. Barisan jamaah sampai ke jalan depan di sekitaran Alun-alun Kota Bangkalan.
Setelah disalatkan, jenazah KH Zubair Muntashar kemudian diberangkatkan ke Pasarean Syaikhona Kholil Bangkalan diiringi ribuan umat dan warga. Tak hanya para santri dan wali santri, warga pun ikut mengantarkan jenazah beliau.
![Ribuan Warga NU Iringi Pemakaman KH Zubair Muntashar di Bangkalan Madura]()
Tanpa alas kaki mereka berdesakan dan bergantian memanggul keranda almarhum diiringi bacaan tahlil melewati jalan-jalan protokol Kota Bangkalan.
Lautan manusia pun ikut mensalatkan jenazahnya dan mengiringi almarhum ke peristirahatan terakhir di Kompleks Pasarean Syaikhona Kholil Bangkalan , Minggu (28/4/2024).
Ribuan umat dan warga berdatangan sambil menunggu kedatangan jenazah KH Zubair Muntashar di Masjid Jamik Bangkalan. Setelah jenazah almarhum tiba dari Ponpes Nurul Cholil Bangkalan, ribuan orang ini pun mensalatkan jenazah almarhum.
Baca juga; Inilah Ulama-ulama Kharismatik yang Menginspirasi di Indonesia
Begitu banyak orang yang ikut salat jenazah, membuat Masjid Jamik Bangkalan tak bisa menampung. Barisan jamaah sampai ke jalan depan di sekitaran Alun-alun Kota Bangkalan.
Setelah disalatkan, jenazah KH Zubair Muntashar kemudian diberangkatkan ke Pasarean Syaikhona Kholil Bangkalan diiringi ribuan umat dan warga. Tak hanya para santri dan wali santri, warga pun ikut mengantarkan jenazah beliau.

Tanpa alas kaki mereka berdesakan dan bergantian memanggul keranda almarhum diiringi bacaan tahlil melewati jalan-jalan protokol Kota Bangkalan.
Lihat Juga :