Gempa Garut 6.2, BMKG: Waspada Potensi Longsor dan Banjir Bandang Mengintai
Minggu, 28 April 2024 - 19:51 WIB
loading...
BMKG meminta masyarakat mewaspadai sejumlah potensi bencana setelah guncangan gempa bumi tektonik berkekuatan Magnitudo 6,2 pada Sabtu 27 April 2024. Foto/Ilustrasi/Dharmawan Hadi
A
A
A
JAKARTA - Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika ( BMKG ) Dwikorita Karnawati meminta masyarakat mewaspadai sejumlah potensi bencana setelah guncangan gempa bumi tektonik berkekuatan Magnitudo 6,2 pada Sabtu 27 April 2024. Terutama di wilayah Sukabumi, Tasikmalaya, Bandung, Garut, dan sekitarnya.
“Kepada masyarakat kami mengimbau untuk tenang, namun tetap waspada apabila turun hujan baik dengan intensitas sedang hingga lebat," ungkap Dwikorita dikutip SINDOnews dari laman resmi bmkg.go.id, Minggu (28/4/2024).
“Terutama masyarakat yang bertempat tinggal pada lereng-lereng bukit, perbukitan, gunung, ataupun pegunungan dan daerah aliran sungai, karena berpotensi terjadi longsor dan banjir bandang,” lanjut Dwikorita.
Baca juga; Gempa Bumi Magnitudo 6,5 Guncang Garut, Terasa hingga Jakarta
Dia menjelaskan, getaran yang terjadi akibat gempa bumi sangat mungkin mengakibatkan lereng-lereng itu menjadi retak-retak atau rapuh. Apabila terguyur hujan, air hujan yang meresap dikhawatirkan akan mendorong massa tanah dan/atau batuan menjadi longsor.
“Kepada masyarakat kami mengimbau untuk tenang, namun tetap waspada apabila turun hujan baik dengan intensitas sedang hingga lebat," ungkap Dwikorita dikutip SINDOnews dari laman resmi bmkg.go.id, Minggu (28/4/2024).
“Terutama masyarakat yang bertempat tinggal pada lereng-lereng bukit, perbukitan, gunung, ataupun pegunungan dan daerah aliran sungai, karena berpotensi terjadi longsor dan banjir bandang,” lanjut Dwikorita.
Baca juga; Gempa Bumi Magnitudo 6,5 Guncang Garut, Terasa hingga Jakarta
Dia menjelaskan, getaran yang terjadi akibat gempa bumi sangat mungkin mengakibatkan lereng-lereng itu menjadi retak-retak atau rapuh. Apabila terguyur hujan, air hujan yang meresap dikhawatirkan akan mendorong massa tanah dan/atau batuan menjadi longsor.
Lihat Juga :