Sebulan, 3 orang tewas & puluhan rumah rusak
Senin, 14 Januari 2013 - 14:50 WIB
Sebulan, 3 orang tewas & puluhan rumah rusak
A
A
A
Sindonews.com - Hujan deras yang terjadi pada Bulan Desember 2012 hingga awal bulan Januari 2013 sudah menelan tiga korban jiwa. Pasalnya, hujan deras tersebut disertai dengan angin puting beliung. Tercatat tiga orang tersebut tewas lantaran tertimpa bangunan. Tak hanya itu, puluhan rumah milik warga rusak.
Koordinator Pusat Informasi bencana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur (Jatim) Abdul Hamid mengatakan, selain bencana tersebut, banjir dan tanah longsor yang terjadi juga diperkirakan mencapai kerugian hingga ratusan juta rupiah.
"Ada sebagian sawah yang hendak dipanen namun terendam banjir. Sementara korban jiwa tercatat tiga orang karena tertimpa bangunan," kata Hamid di Pusat Informasi bencana BPBD Jatim, di Gedung Grahadi, Jalan Gubernur Suryo, Surabaya, Senin (14/1/2013).
Hingga saat ini sejumlah wilayah yang terkena banjir di Jawa Timur meliputi, Kabupaten Banyuwangi, Probolinggi, Situbondo, Bojonegoro dan Tuban. Sedangkan yang terkena musibah tanah longsor terjadi di Kabupaten Malang. Kemudian angin puting beliung mendera kawasan Kabupaten Sumenep, Ponorogo dan Ngawi.
Kata Hamid, terjadinya banjir dan angin puting beliung sejumlah wilayah di Jatim ini karena pengaruh Badai Narelle. Akibatnya, curah hujan sangat tinggi dan kecepatan angin bertambah. Hal itu membuat sejumlah sungai besar tidak mampu menampung dan meluap ke perkampungan warga.
”Ketika hujan dan angin tinggi, maka bisa menimbulkan badai dan bahaya banjir yang mengancam di Jatim,” jelasnya.
Dia meprediksi, badai serupa akan tetap menggucang wilayah Jatim dalam dua hingga tiga hari kedepan. Sebab, ekor Badai Narelle mengenai Jatim.
Melalui Posko ini, BPBD terus melakukan pemantauan sejumlah wilayah yang rentan terjadi bencana. Selanjutnya, ada tim yang bertindak melalukan langkah-langkah antisipatif untuk meminimalisir kerugian dan juga korban.
Koordinator Pusat Informasi bencana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur (Jatim) Abdul Hamid mengatakan, selain bencana tersebut, banjir dan tanah longsor yang terjadi juga diperkirakan mencapai kerugian hingga ratusan juta rupiah.
"Ada sebagian sawah yang hendak dipanen namun terendam banjir. Sementara korban jiwa tercatat tiga orang karena tertimpa bangunan," kata Hamid di Pusat Informasi bencana BPBD Jatim, di Gedung Grahadi, Jalan Gubernur Suryo, Surabaya, Senin (14/1/2013).
Hingga saat ini sejumlah wilayah yang terkena banjir di Jawa Timur meliputi, Kabupaten Banyuwangi, Probolinggi, Situbondo, Bojonegoro dan Tuban. Sedangkan yang terkena musibah tanah longsor terjadi di Kabupaten Malang. Kemudian angin puting beliung mendera kawasan Kabupaten Sumenep, Ponorogo dan Ngawi.
Kata Hamid, terjadinya banjir dan angin puting beliung sejumlah wilayah di Jatim ini karena pengaruh Badai Narelle. Akibatnya, curah hujan sangat tinggi dan kecepatan angin bertambah. Hal itu membuat sejumlah sungai besar tidak mampu menampung dan meluap ke perkampungan warga.
”Ketika hujan dan angin tinggi, maka bisa menimbulkan badai dan bahaya banjir yang mengancam di Jatim,” jelasnya.
Dia meprediksi, badai serupa akan tetap menggucang wilayah Jatim dalam dua hingga tiga hari kedepan. Sebab, ekor Badai Narelle mengenai Jatim.
Melalui Posko ini, BPBD terus melakukan pemantauan sejumlah wilayah yang rentan terjadi bencana. Selanjutnya, ada tim yang bertindak melalukan langkah-langkah antisipatif untuk meminimalisir kerugian dan juga korban.
(rsa)