LBH: PT KAI kangkangi kesepakatan

Senin, 14 Januari 2013 - 13:20 WIB
LBH: PT KAI kangkangi...
LBH: PT KAI kangkangi kesepakatan
A A A
Sindonews.com - Penggusuran pedagang kaki lima oleh PT Kereta Api Indonesia (KAI) yang dilakukan hari ini, di Stasiun Pondok Cina, dinilai telah mengangkangi kesepakatan dengan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta, dan Komnas HAM.

Menurut anggota Divisi Advokasi LBH Jakarta Arif Maulana, sikap arogan yang lakukan PT KAI merupakan tindakan sepihak, dan merupakan pelanggaran perjanjian yang telah dilakukan sebelumya.

"PT KAI telah kangkangi kesepakatan. Kan mereka sudah berjanji akan menunda sampai ada keputusan yang jelas terkait penataan pedagang di stasiun-stasiun, tetapi mengapa dilakukan" jelas Arif kepada Sindonews, Senin (14/1/2013).

Menurutnya, hingga kini PT KAI terus menutup jalur komunikasi dengan LBH dan Komnas HAM. Maka itu, LBH Jakarta meminta PT KAI untuk bertanggung jawab atas aksi unjukrasa dengan bentrokan yang terjadi si Stasiun Pondokcina, Depok, tersebut. Pasalnya, akibat aktivitas tersebut, jadwal kereta api saat ini diketahui lumpuh total.

"Hal itu termasuk dengan sewa preman yang dilakukan untuk melakukan pembongkaran, ini jelas-jelas telah melanggar hukum," jelasnya.

Hingga kini, diakuinya, pihaknya masih melakukan mediasi dengan Komnas HAM terkait aksi pembongkaran paksa yang dilakukan PT KAI.

Sebelumnya, pembongkaran kios Pedagang Kaki Lima (PKL) di Stasiun Pondok Cina, Beji, Depok, berlangsung ricuh. Lantaran tak bisa menunjukkan surat penggusuran, petugas PT Kereta Api Indonesia (KAI) terlibat bentrok dengan mahasiswa Universitas Indonesia (UI) dan pedagang.

Aksi bentrokan bermula ketika pembongkaran tengah dilakukan pegawai PT KAI yang dibantu petugas keamanan. Ketika mahasiswa menghadang pembongkaran dan menanyakan surat pembongkaran, petugas PT KAI yang tidak bisa menunjukkan lalu melakukan pemukulan dengan pentungan.

Akibatnya bentrokan pecah di pintu masuk alternatif antara kampus UI dengan Stasiun Pondok Cina. Kemudian, bentrok meluas. Karena mahasiswa tidak terima rekan mereka dipukul dan menyerang balik ke stasiun. Sesampainya di sana, mahasiswa kembali terlibat bentrok. Kericuhan inipun akhirnya membuat aktivitas perjalanan kereta api lumpuh total.
(rsa)
Berita Terkait
PKL di Terminal Palakka...
PKL di Terminal Palakka Sampaikan Aspirasi Soal Penggusuran ke DPRD Bone
Tanggapan Sandiaga Uno...
Tanggapan Sandiaga Uno soal Penggusuran PKL di Destinasi Wisata Puncak Bogor
Aksi Korban Penggusuran...
Aksi Korban Penggusuran di Bandung
Aksi Unjuk Rasa Tolak...
Aksi Unjuk Rasa Tolak Penggusuran di Balaikota Jakarta
Syahar Bangunkan Rumah...
Syahar Bangunkan Rumah untuk Warga Sidrap yang Digusur
Pemprov DKI Tertibkan...
Pemprov DKI Tertibkan 25 Kios di Tebet Jaksel
Berita Terkini
2 Gudang Besar Narkoba...
2 Gudang Besar Narkoba di Bogor Dibongkar, Polisi Sita Jutaan Butir Obat Keras Ilegal
1 jam yang lalu
Pipa Gas Meledak di...
Pipa Gas Meledak di Medan, 1 Tewas dan 2 Orang Lainnya Masih Tertimbun
2 jam yang lalu
Dukung Fatwa MUI Jatim,...
Dukung Fatwa MUI Jatim, APVI Ajak Perkuat Kolaborasi Cegah Penyalahgunaan Narkotika
3 jam yang lalu
Dukung KNMP, SPHC Dorong...
Dukung KNMP, SPHC Dorong Penguatan Kapasitas Nelayan di Kabupaten Pati
13 jam yang lalu
Restoran Steak di Menteng...
Restoran Steak di Menteng Kebakaran, 6 Mobil Damkar Dikerahkan
15 jam yang lalu
Jakarta Ecotourism Festival...
Jakarta Ecotourism Festival 2026, Siswa SMKN 8 Jakarta Diajak Belajar Kelola Sampah
15 jam yang lalu
Infografis
Cara Mengecek Status...
Cara Mengecek Status Akreditasi Perguruan Tinggi di BAN PT
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved