21 warga alami gejala chikungunya

Kamis, 10 Januari 2013 - 19:41 WIB
21 warga alami gejala...
21 warga alami gejala chikungunya
A A A
Sindonews.com – Sebanyak 21 warga di lingkungan RT 01 dan RT 02 RW 01, Desa Ngampel, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro, menderita gejala penyakit mirip chikungunya. Penderita mengalami gejala demam tinggi, ngilu persendian, mual, dan pusing.

Menurut Riyanto (28) warga Desa Ngampel, awalnya ia mengalami demam tinggi disertai mual dan pusing. Kemudian, ia merasakan tubuhnya lemas dan sekujur persendiannya terasa ngilu.

“Serangan mirip gejala chikungunya itu tidak hanya menjangkiti saya, tetapi juga beberapa anggota keluarga lainnya,” ujar Riyanto, di rumahnya, Kamis (10/1/2013).

Ia mengatakan, tetangganya yang ikut terjangkit penyakit mirip gejala chikungunya yaitu Sumarti (45), Prapti (40), dan Berda (30). Mereka juga mengalami demam tinggi disertai ngilu persendian.

Riyanto dan warga lainnya lalu berobat ke Puskesmas Ngampel. Penyakit mirip chikungunya itu akhirnya sembuh setelah lima hari.

Kepala Dusun (Kasun) Ngampel, Jumadi (50) mengatakan, warga yang menderita gejala penyakit mirip chikungunya itu hampir bersamaan.
“Tercatat ada 21 warga yang menderita chikungunya,” ujarnya.

Untuk memberantas nyamuk chikungunya, pihak Desa Ngampel melakukan pengasapan di lingkungan rumah warga. Permukiman warga Desa Ngampel berada di dekat daerah rawa-rawa dan juga pengeboran minyak mentah lapangan Sukowati yang dikelola oleh Joint Operating Body-Pertamina Petrochina East Java (JOB-PPEJ).

Daerah rawa-rawa itu terendam banjir bandang hingga beberapa hari dan masih menimbulkan bau yang menyengat.

Kasi Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinas Kesehatan Pemkab Bojonegoro, Muhammad Ihsan, mengaku sudah menerima laporan adanya warga Desa Ngampel, Kecamatan Kapas, yang terjangkit penyakit mirip gejala chikungunya tersebut.

“Iya, saya sudah menerima laporan adanya warga yang terkena gejala penyakit mirip chikungunya tersebut,” ujarnya.

Ia mengatakan, serangan chikungunya disebabkan oleh gigitan nyamuk yang berkembang biak di daerah rawa-rawa. Untuk memberantas jentik nyamuk rawa-rawa tersebut dapat dilakukan dengan pengasapan.
(ysw)
Berita Terkait
PERMINESIA Dorong Edukasi...
PERMINESIA Dorong Edukasi Kesehatan Tubuh dan Hormonal bagi Perempuan Menopause
Generali Health Cities...
Generali Health Cities di 17 Kota Demi Kesehatan Masyarakat
Mutu Fasilitas Kesehatan...
Mutu Fasilitas Kesehatan Menentukan Kesehatan Masyarakat
Optimalisasi Kesehatan...
Optimalisasi Kesehatan Pencernaan Anak untuk Kesehatan Holistik
Vaksinasi Tenaga Kesehatan...
Vaksinasi Tenaga Kesehatan Lansia
Idap Gangguan Kesehatan...
Idap Gangguan Kesehatan akibat Banjir, Para Lansia Serbu Layanan Kesehatan Gratis
Berita Terkini
7 Pengeroyok Prajurit...
7 Pengeroyok Prajurit TNI Kodam Cenderawasih hingga Tewas Ditetapkan sebagai Tersangka
2 jam yang lalu
Peradi Profesional-Unisba...
Peradi Profesional-Unisba Perkuat Pendidikan Hukum dan Pengembangan Profesi Advokat
2 jam yang lalu
Perkuat Ekonomi Maluku...
Perkuat Ekonomi Maluku Utara, APHI Dorong Penerapan Multiusaha Kehutanan
2 jam yang lalu
Apresiasi Polda Sumut...
Apresiasi Polda Sumut Ungkap Ribuan Kasus Narkoba, Sahroni: Kejar Bandarnya, Selamatkan Masyarakat!
3 jam yang lalu
Prajurit TNI Kodam XVII...
Prajurit TNI Kodam XVII Cenderawasih Tewas Dikeroyok Sembilan Orang di Kabupaten Tangerang
3 jam yang lalu
Dukung Penguatan Ekonomi...
Dukung Penguatan Ekonomi Kerakyatan, Danantara Tinjau Pemberdayaan Nasabah PNM di Mojokerto
3 jam yang lalu
Infografis
Gen Z Kelompok Paling...
Gen Z Kelompok Paling Rentan, 52% Pekerja Alami Kelelahan Kerja Kronis
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved