Kena air laut, 10 Ha lahan melon gagal tanam

Kamis, 10 Januari 2013 - 15:31 WIB
Kena air laut, 10 Ha...
Kena air laut, 10 Ha lahan melon gagal tanam
A A A
Sindonews.com - Sedikitnya 10 hektar (Ha) lahan melon di pesisir Pantai Trisik, Galur, Kulonprogo, dipastikan gagal tanam. Sapuan angin kencang bercampur air laut yang melanda wilayah itu sejak kemarin malam membuat melon rusak parah.

"Bibit melon baru disemai tiga hari lalu, jadi belum cukup kuat untuk menahan terjangan angin. Bibit akhirnya justru terlepas dari tanah dan hilang terbawa angin," kata seorang petani melon Arifin (25), Kamis (10/1/2013).

Dia mengatakan, beberapa bagian dari areal persemaian masih ada. Namun tetap saja, bibit itu tidak dapat diselamatkan karena terlanjur kering. Kondisi ini terjadi karena penguraian garam yang diterbangkan oleh angin kencang.

"Nah garam itulah yang menyebabkan kerusakan parah pada lahan melon di kawasan ini. Kalau tidak kering akibat terkena butiran garam mungkin bibit yang terlepas dapat kami tancapkan lagi. Tapi sekarang sudah tidak bisa diapa-apakan," terangnya.

Dia menambahkan, angin kencang bercampur garam yang merusak semaian melon tidak disertai dengan hujan. Jika disertai hujan maka persemaian bibit yang baru disemai tidak akan sia-sia. Air hujan bisa langsung melepaskan butiran halus garam dari tangkai bibit.

"Jika disertai dengan hujan mungkin bibit tidak akan mati seperti ini. Tapi asalkan curah hujan yang turun tidak begitu lebat, kalau lebat ya sama saja malah akan terendam," tambahnya.

Kepala Dusun Imorenggo, Galur, Solikhin mengungkapkan, angin kencang juga menyebabkan area holtikultura di wilayahnya berantakan. Tidak hanya melon saja, tanaman sayuran terancam mati.

"Tiupan angin memang sangat kencang, tapi memang wajar karena saat ini memasuki musim kepitu. Biasanya kalau musim-musim seperti ini angin selalu bertiup kencang," katanya.
(rsa)
Berita Terkait
Nilai Petani Turun 1,73%,...
Nilai Petani Turun 1,73%, SPI Minta Pemerintah Perluas Subsidi
Pengembangan Korporasi...
Pengembangan Korporasi Kedelai di Grobogan Tingkatkan Kesejahteraan Petani
Mulai Sekarang, Jangan...
Mulai Sekarang, Jangan Coba-Coba dengan Pupuk Bersubsidi
Pendapatan Petani di...
Pendapatan Petani di Jepang dengan Petani di Indonesia, Antara Bumi dan Langit
Gelar Pengabdian Masyarakat,...
Gelar Pengabdian Masyarakat, UAI Berhasil Tingkatkan Produktivitas Petani Cibereum
Sektor Pangan Jadi Andalan...
Sektor Pangan Jadi Andalan Menjaga Stabilitas Ekonomi Sosial
Berita Terkini
Jambret Bercelurit Ditangkap...
Jambret Bercelurit Ditangkap Petugas Dishub di CFD Rasuna Said, 1 Pelaku Kabur
53 menit yang lalu
Tingkatkan Kompetensi...
Tingkatkan Kompetensi Mahasiswa, USN Kolaka Kolaborasi dengan Ceria-Micromine
2 jam yang lalu
Polda Metro Patroli...
Polda Metro Patroli ke Lokasi-lokasi Nobar Final Argentina vs Spanyol, Warga Diminta Tetap Sportif
2 jam yang lalu
Sidang Gugatan Praperadilan...
Sidang Gugatan Praperadilan Roy Suryo Jilid III di PN Jaksel Digelar Rabu 22 Juli
3 jam yang lalu
Roy Suryo Ajukan Gugatan...
Roy Suryo Ajukan Gugatan Praperadilan ke 3 Terkait Ganti Kerugian ke PN Jaksel
4 jam yang lalu
2 Korban KM Nurul Salsa...
2 Korban KM Nurul Salsa Ditemukan dalam Keadaan Selamat, 18 Orang Masih Hilang
4 jam yang lalu
Infografis
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved