Lapindo tunggu dana pinjaman lunasi korban lumpur

Rabu, 09 Januari 2013 - 16:30 WIB
Lapindo tunggu dana...
Lapindo tunggu dana pinjaman lunasi korban lumpur
A A A
Sindonews.com - Korban lumpur Lapindo tampaknya harus bersabar untuk menunggu pelunasan pembayaran asetnya yang terendam lumpur. Pasalnya, PT Minarak Lapindo Jaya (Minarak) masih menunggu dana pinjaman dari bank.

"Untuk melunasi pembayaran aset korban lumpur kita masih menunggu dana pinjaman dari bank. Proposal pengajuan pinjaman sudah kita serahkan ke Menteri Pekerjaan Umum agar difasilitasi pemberian pinjaman dari bank pemerintah," ujar Direktur PT Minarak Lapindo Jaya, Andi Darussalam Tabusala, Rabu (9/1/2013).

Kenapa Minarak mengajukan pinjaman ke bank?, Andi Darussalam menjelaskan tak lain karena pihaknya saat ini belum ada dana. Sehingga, satu-satunya jalan dengan minta bantuan pemerintah agar bisa mendapat kucuran pinjaman dari bank dengan jangka waktu lima tahun.

Pengajuan pinjaman ke bank pernah dilakukan Minarak tahun 2009 lalu yang akhirnya mendapat pinjaman dari BRI Rp1,1 triliun dengan jangka waktu lima tahun. Namun, Minarak sudah melunasi pinjaman itu dalam jangka waktu dua tahun.

"Tidak ada yang ditutup-tutupi, memang kita tidak ada dana. Kita tidak menyerah karena selama ini sudah mengeluarkan dana Rp3,2 triliun untuk membayar aset korban lumpur. Makanya kita mengajukan pinjaman ke bank pemerintah," tandas Andi Darussalam.

Andi Darussalam menegaskan untuk melunasi aset korban lumpur dibutuhkan dana Rp786 miliar. Sedangkan dana pinjaman yang diajukan ke bank melalui pemerintah Rp632 miliar, dan sebesar Rp154 miliar akan diupayakan dengan dana Minarak sendiri.

Selain itu, Andi Darussalam juga mengakui jika saat pertemuan dengan Pansus Lumpur dan Nirwan Bakrie serta pihak-pihak terkait awal Desember 2012 lalu, Minarak akan menyediakan dana antara Rp200 sampai Rp250 miliar untuk melunasi 1.757 berkas yang dibayarkan sampai akhir Desember.

Kenyataannya, dana yang bisa dipenuhi hanya sebesar Rp80 miliar dan sisanya akan dibayarkan mulai Januari 2013.

"Keseluruhan yang belum lunas sebanyak 3.757 berkas. Sebenarnya sampai akhir Desember 2012 kami menarget bisa lunas 1.757 berkas, tapi baru terealisasi 409 berkas. Sisanya akan kami bayar mulai Januari 2013. Sedangkan 2.000 berkas kami masih menunggu dana pinjaman dari bank," papar Andi Darussalam.

Minarak juga menolak jika dikatakan menyerah untuk menyelesaikan pelunasan pembayaran korban lumpur. Sebab, selama ini sudah mengeluarkan dana sekutar Rp3,2 triliun. Namun karena terkendala belum adanya dana sehingga tidak bisa diselesaikan akhir tahun 2012.

Ditanya apakah pengajuan pinjaman ke bank bakal disetujui?, Andi Darussalam mengaku proposalnya sudah diserahkan ke Menteri PU Joko Kirmanto selaku Ketua Dewan Pengarah BPLS yang disaksikan Menteri Sosial dan pihak lainnya. Saat ini pemerintah masih mengupayakan agar ada bank yang bersedia memberi pinjaman ke Lapindo.

"Akhir Januari ini kita akan bertemu dengan Menteri PU. Semoga saja bisa mendapat pinjaman dana dari bank," tandasnya.

Demikian pula ketika ditanya kenapa Minarak tidak minta dana talangan dari APBN?, Andi menegaskan jika Lapindo berkomitmen menyelesaikan pembayaran aset korban lumpur. Dengan dana pinjaman dari bank, nantinya Lapindo akan mengembalikan dana itu karena sistemnya kredit bukan dana talangan.

Sebenarnya selain ke BRI, Lapindo juga pernah mengajukan pinjaman dana ke Bank Jatim untuk melunasi korban lumpur. Jika pada tahun 2009 lalu BRI memberi kredit Rp1,1 triliun karena ada campur tangan pemerintah. Bank Jatim menolak pengajuan kredit Lapindo yang diajukan triwulan kedua tahun 2012 lalu.

Sedangkan korban lumpur sudah seringkali mendesak agar pemerintah memberi dana talangan untuk menyelesaikan pelunasan ganti rugi. Namun, sejauh ini pemerintah belum ada iktikad untuk memberi dana talangan.

"Kami berharap segera ada dana talangan atau pinjaman ke Minarak agar bisa segera melunasi pembayaran," ujar H Sunarto, salah satu perwakilan korban lumpur asal Desa Renokenongo.

Sunarto menambahkan, dalam pertemuan dengan Andi Darussalam beberapa waktu lalu sudah dijelaskan jika Minarak akan mulai mengangsur pembayaran Januari ini. Pembayaran itu untuk kekurangan dana Rp200 miliar yang dijanjikan. Sedangkan sisanya, Minarak masih menunggu dana pinjaman dari bank.

Untuk itulah, korban lumpur berharap agar pemerintah bisa memfasilitasi agar ada bank yang mau memberi pinjaman ke Minarak.

"Semburan lumpur berlangsung sudah lebih dari enam tahun, tapi pembayaran aset kami belum lunas. Pemerintah harus segera turun tangan," pinta Sunarto.
(rsa)
Berita Terkait
Semburan Lumpur Mirip...
Semburan Lumpur Mirip Lapindo Gemparkan Warga Demak
Pantang Menyerah, Sri...
Pantang Menyerah, Sri Mulyani Terus Tagih Utang Lapindo
15 Tahun Lumpur Lapindo,...
15 Tahun Lumpur Lapindo, 234 Berkas Ganti Rugi Senilai Rp100 Miliar Tak Kunjung Tuntas
Semburan Lumpur Mirip...
Semburan Lumpur Mirip Lapindo di Perbatasan NTT-Timor Leste Viral di Medsos, Warga Panik
Utang Lapindo Terus...
Utang Lapindo Terus Menggunung, Pemerintah Didesak untuk Menagihnya
Pantang Menyerah, Kemenkeu...
Pantang Menyerah, Kemenkeu Kejar Terus Utang Lapindo
Berita Terkini
Program Perempuan Berdaya...
Program Perempuan Berdaya Sandiaga Uno, Peserta Raup Pesanan Jutaan Rupiah
32 menit yang lalu
129 Sampul Paspor Bekas...
129 Sampul Paspor Bekas Jemaah Haji Ditemukan Tercecer di Serpong, Imigrasi: Dokumen Lama
44 menit yang lalu
Operasi SAR Ledakan...
Operasi SAR Ledakan Bom Peninggalan Perang Dunia II di Biak Ditutup
1 jam yang lalu
BRI Kokohkan Dominasi,...
BRI Kokohkan Dominasi, Raih Penghargaan Best Private Bank Skala Internasional
1 jam yang lalu
Peneliti MPSI: PSN Wanam...
Peneliti MPSI: PSN Wanam Jadi Penggerak Kemajuan Papua Selatan dan Ketahanan Pangan
2 jam yang lalu
Grand Opening Mitra10...
Grand Opening Mitra10 Pengayoman, Hadirkan One Stop Shopping #SelengkapItu dan Promo Menarik
2 jam yang lalu
Infografis
Ngonten di Depan Rumah...
Ngonten di Depan Rumah Korban Kebakaran LA, Uya Kuya Bakal Diperiksa MKD
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved