RSBI dan SBI daerah tunggu SK pemerintah

Rabu, 09 Januari 2013 - 15:11 WIB
RSBI dan SBI daerah...
RSBI dan SBI daerah tunggu SK pemerintah
A A A
Sindonews.com - Sejumlah Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI) dan Sekolah Bertaraf Internasional (SBI) di Garut, mengaku menunggu Surat Keputusan (SK) pemberhentian dari pemerintah pusat.

Hingga kini, beberapa sekolah RSBI dan SBI di Kabupaten Garut, belum menerima SK pemberhentian mengenai pelaksanaan sistem pendidikan yang disesuaikan dengan standar internasional tersebut.

Kepala Sekolah SMPN 2 Garut Iden Suparno mengatakan, keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) untuk membubarkan RSBI dan SBI akan sangat berdampak pada kegiatan belajar mengajar (KBM) di sekolahnya. Kendati demikian, Iden mengaku sangat menghormati dan menghargai keputusan MK ini.

“Kami sebagai pelaksana di lapangan sangat menghargai keputusan tersebut. Untuk selanjutnya, kami hanya tinggal menunggu (SK) dari pemerintah pusat. Karena pada waktu akan menjadi RSBI juga, kami mendapat SK,” katanya kepada SINDO, Rabu (9/1/2013).

Dampak dari adanya keputusan pembubaran, lanjut Iden, adalah dengan adanya perubahan dari segi sarana fisik dan non fisik. Meski sarana dan prasarananya telah memenuhi standar internasional, keputusan ini mau tidak mau akan dikembalikan kepada sistem pendidikan nasional.

“Sebagai contoh, pada saat RSBI para siswa di sekolah kami diberi kegiatan pelajaran tambahan sebanyak 10 jam dari kurikulum nasional. Per hari, para siswa belajar dari mulai pukul 07.00 hingga 15.00 WIB. Namun bila nanti sistemnya dihapus, pelaksanaan pembelajaran dikembalikan lagi ke semula. Jadi KBM hanya berlangsung dari pukul 07.00 sampai 13.00 WIB saja. Sama seperti sekolah negeri lainnya,” ungkapnya.

Menurut dia, sejak RSBI mulai diberlakukan di sekolahnya, peningkatan prestasi siswa dan kemampuan guru memang mengalami peningkatan tajam. Iden berharap, rencana pengembalian sistem pembelajaran ke standar nasional ini tidak akan memengaruhi kualitas yang telah diraih selama ini.

Senada, Kepala Sekolah SMAN 1 Garut Achdiat Kusdani mengatakan, penghapusan sistem RSBI dan SBI juga diharapkan tidak memengaruhi minat masyarakat untuk menyekolahkan anak-anaknya.

“Kami tetap akan mempertahankan kualitas meski nanti pada akhirnya disesuaikan dengan standar kurikulum. Kami akan manfaatkan segala hal positif yang ditinggalkan sistem RSBI dan SBI di sekolah kami. Hal positif itu diantaranya adalah, pada waktu RSBI dan SBI, para guru di sekolah kami pendidikannya mencapai level S2. Kami akan pertahankan ini,” imbuhnya.
(rsa)
Berita Terkait
Tingkatkan Kualitas...
Tingkatkan Kualitas Pendidikan, Pemkab Langkat Hadirkan Smartboard untuk Siswa
Pendidikan Mahal, Orang...
Pendidikan Mahal, Orang Miskin Dilarang Sekolah
Momogi Berbagi Hadirkan...
Momogi Berbagi Hadirkan Edukasi dan Keceriaan bagi Siswa Sekolah Kami
Meningkatkan Literasi...
Meningkatkan Literasi di Dunia Pendidikan
Tingkatkan Mutu Perguruan...
Tingkatkan Mutu Perguruan Tinggi, DPD Perkindo DKI Jakarta Gandeng 3 Universitas
ACC Wujudkan Harapan...
ACC Wujudkan Harapan Baru untuk Pendidikan di Pelosok Negeri
Berita Terkini
Bripka Dedy Wiratama...
Bripka Dedy Wiratama yang Bekingi Kampung Narkoba Samarinda Dipecat
3 jam yang lalu
GBK Diprediksi Dipadati...
GBK Diprediksi Dipadati Puluhan Ribu Pengunjung Akhir Pekan Ini, Dishub Siapkan Rekayasa Lalin
4 jam yang lalu
Soal Aturan Baru Kemenkes,...
Soal Aturan Baru Kemenkes, Bupati Bondowoso Komitmen Lindungi Petani Tembakau
4 jam yang lalu
Mengukur Kunci Sukses...
Mengukur Kunci Sukses Daerah, RGSS Resmi Hadir
4 jam yang lalu
Lampung Kukuhkan Diri...
Lampung Kukuhkan Diri sebagai Sentra Semangka Nasional
4 jam yang lalu
PPP Banten Gelar Mukerwil...
PPP Banten Gelar Mukerwil V, Fokus Konsolidasi Hadapi Verifikasi Pemilu 2029
5 jam yang lalu
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved