Warga DKI keluhkan jalan berlobang
Selasa, 08 Januari 2013 - 23:02 WIB
Warga DKI keluhkan jalan berlobang
A
A
A
Sindonews.com – Tingginya curah hujan yang terjadi beberapa hari belakangan di Ibu Kota, rupanya tidak hanya menyebakan banjir di sejumlah ruas jalan. Namun, jalan pun rusak dan bolong akibat curah hujan yang deras dan genangan air.
Kondisi seperti itu rupanya dikeluhkan oleh salah seorang pengguna jalan Uriyanto. Menurutnya kondisi jalan berlobang bisa membahayakan pengguna jalan, khususnya pengendara sepeda motor.
“Jalan berlobang berbahaya bagi saya, yang menggunakan sepada motor,” kata pegawai swasta ini kepada Sindonews.com, Selasa (8/1/2013).
Ia mengaku, di sepanjang Jalan Gunung Sahari sedikitnya ada lima lubang. Jika hujan deras, banyak pengendara yang masuk ke dalam lubang. Sebab kedalaman lubang yang ada di Jalan tersebut mencapai 15 cm.
“Saya berharap agar pemerintah juga memperhatikan kondisi jalan yang berada di Jakarta,” harapnya.
Pria berkumis ini menambahkan, tidak sedikit kecelakaan terjadi lantaran jalan berlubang.
"Saya rasa sudah menjadi kewajiban pemerintah untuk menyediakan jalan yang layak, lagi pula setiap masyarakat pasti sudah membayar pajak," ucapnya.
Kondisi seperti itu rupanya dikeluhkan oleh salah seorang pengguna jalan Uriyanto. Menurutnya kondisi jalan berlobang bisa membahayakan pengguna jalan, khususnya pengendara sepeda motor.
“Jalan berlobang berbahaya bagi saya, yang menggunakan sepada motor,” kata pegawai swasta ini kepada Sindonews.com, Selasa (8/1/2013).
Ia mengaku, di sepanjang Jalan Gunung Sahari sedikitnya ada lima lubang. Jika hujan deras, banyak pengendara yang masuk ke dalam lubang. Sebab kedalaman lubang yang ada di Jalan tersebut mencapai 15 cm.
“Saya berharap agar pemerintah juga memperhatikan kondisi jalan yang berada di Jakarta,” harapnya.
Pria berkumis ini menambahkan, tidak sedikit kecelakaan terjadi lantaran jalan berlubang.
"Saya rasa sudah menjadi kewajiban pemerintah untuk menyediakan jalan yang layak, lagi pula setiap masyarakat pasti sudah membayar pajak," ucapnya.
(stb)