Bantuan tak datang, pengungsi eks Timtim marah

Jum'at, 04 Januari 2013 - 16:16 WIB
Bantuan tak datang,...
Bantuan tak datang, pengungsi eks Timtim marah
A A A
Sindonews.com - Kesabaran pengungsi eks Timor-Timur di Kulonprogo mulai menipis. Pengungsi yang terdiri dari sembilan kepala keluarga (KK) itu mempertanyakan bantuan sosial (Bansos) dari pemerintah pusat yang hingga kini belum diterima.

Menurut perwakilan warga eks Timor-Timur, Armindo Dos Santos (40), tahun 2004 silam Bupati Kulonprogo saat itu, Toyo S Dipo mengajukan surat permohonan bantuan kemanusiaan bagi mereka kepada Menko Kesra. Surat tertanggal 12 Desember 2004 itu juga melampirkan besaran dana. Yakni Rp450 juta untuk biaya perumahan sembilan KK atau 34 jiwa.

Dari dana itu, setiap KK akan menerima Rp50 juta. Ada juga tambahan dana pendidikan untuk 13 orang dengan total sebesar Rp41,5 juta.

“Kami hanya bisa menunggu. Sampai setahun berikutnya, pengungsi di daerah lain sudah menerima bantuan, tapi di Kulonprogo tidak,” kata Armindo, Jumat (4/1/2013).

Bosan menunggu, para pengungsi ini mulai mempertanyakan nasib bantuan bagi mereka ke kabupaten dan provinsi. Sayang, keinginan mereka bertepuk sebelah tangan. Tidak ada penjelasan terkait bantuan itu. Hingga mereka sepakat mempertanyakannya langsung kepada Direktorat Jenderal Bantuan dan Jaminan Sosial Depertemen Sosial RI.

“Kami mempertanyakan ke sana, karena Menkro Kesra melimahkan ke Depertemen Sosial. Dari sana kami diberitahu dana bantuan untuk pengungsi ditanggung seluruhnya oleh APBN. Kami juga kaget karena mereka memberitahu jika dana sudah dicairkan sejak 2005. Kami ada bukti surat keterangan dari Dirjen saat itu Amrun Daulay,” tegasnya.

Armindo menjelaskan, warga eks Timor-Timur mempertanyakan transparansi penyaluran bantuan sosial kemanusiaan bagi mereka. Hingga kini, mereka tidak mengerti dana yang sudah dicarikan dari pusat macet di tingkat provinsi atau kabupaten. Mereka mengancam akan mengadukan persoalan ini kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

“Kami merasa diperlakukan tidak adil. Padahal kami sudah hidupa susah karena tinggal di daerah baru jauh dari kampung halaman. Kalau tidak diindahkan juga kami akan lapor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Kami sudah meminta bantuan Komisi IV DPRD Kulonprogo,” pungkasnya.
(rsa)
Berita Terkait
Lewat Kompetensi Praktik...
Lewat Kompetensi Praktik Lapangan, Praja Diharapkan Paham Pemerintahan Daerah
Sinergi Pemerintah Pusat...
Sinergi Pemerintah Pusat dan Daerah, BSKDN Kemendagri Tekankan Kolaborasi
Pulihkan Ekonomi, Daerah...
Pulihkan Ekonomi, Daerah Utang Rp12,24 Triliun ke Pusat
BSKDN Kemendagri: Konsep...
BSKDN Kemendagri: Konsep ITKPD Upaya Wujudkan Tujuan Otonomi Daerah
Mengukur Kunci Sukses...
Mengukur Kunci Sukses Daerah, RGSS Resmi Hadir
Majukan Suatu Daerah...
Majukan Suatu Daerah Perlu Merangkul Semua Elemen Termasuk Seniman
Berita Terkini
Nunggak Bayar Sewa Indekos,...
Nunggak Bayar Sewa Indekos, Motor Teman Diembat
44 menit yang lalu
Peringati Hari Lingkungan...
Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Sentul City Tanam 3.850 Pohon
8 jam yang lalu
Gelar Pernas XIII di...
Gelar Pernas XIII di Klaten, FMKI Keluarkan Seruan Moral
9 jam yang lalu
Pemerintah Serahkan...
Pemerintah Serahkan SK Hutan Adat Jambi hingga Bali Seluas 1.175 Hektare
10 jam yang lalu
Fasilitas Pengemasan...
Fasilitas Pengemasan Minyak Goreng di Surabaya Percepat Pasokan ke Indonesia Timur
10 jam yang lalu
Taruna Nusantara Cimahi-Redea...
Taruna Nusantara Cimahi-Redea Institute Kerja Sama Peningkatan Kualitas Akademik
12 jam yang lalu
Infografis
Skuad Timnas Inggris...
Skuad Timnas Inggris di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Liverpool
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved