2013, Pemkab Empatlawang fokus bangun RKB
Senin, 31 Desember 2012 - 16:17 WIB
2013, Pemkab Empatlawang fokus bangun RKB
A
A
A
Sindonews.com - Tahun anggaran 2013 mendatang, pemerintah kabupaten (Pemkab) Empatlawang melalui Dinas Pendidikan (Disdik) akan memfokuskan penggunaan anggaran untuk pembangunan Ruang Kelas Baru (RKB) dan melengkapi meubeller di sekolah yang ada di Empatlawang.
Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Empatlawang H Syahril mengatakan, pembangunan RKB dan meubeller tersebut memang sudah menjadi prioritas. Apalagi saat ini jumlah kekurangan RKB di Empatlawang masih sangat banyak.
Namun menurutnya untuk RKB akan lebih diutamakan untuk tingkat SMP dan SMA. Hal tersebut menurutnya juga mengacu pada juklak dan juknis serta prioritas anggaran dari Dana Alokasi Khusus (DAK).
“Jadi RKB dan Meubeller yang akan menjadi prioritas kita, namun untuk yang lain seperti gedung perpustakaan dan alat peraga di sekolah juga akan dilengkapi, namun tekhnisnya nanti akan kita lihat sesuai kebutuhan,” ujar H Syahril, Senin (31/12/0212).
Untuk meubeller menurutnya, menjadi elemen yang penting untuk di penuhi sebagai sarana penunjang kegiatan belajar mengajar (KBM). Apalagi menurutnya saat ini sudah banyak sekali laporan yang masuk dari sekolah mengenai kekurangan meubeller.
“Akan kita lihat nanti, baru kemudian kita lihat juga kebutuhannya. Namun untuk RKB dan meubeller itu yang menjadi prioritas,” jelasnya.
Untuk jumlah sekolah saat ini menurutnya sudah sebanding antara SD, SMP dan SMA. Hanya saja menurutnya terkadang jumlah siswa untuk tingkat SMP dan SMA yang tidak merata. Hal ini juga berkaitan dengan keinginan peserta didik dan orang tua masing-masing untuk menyekolahkan anaknya.
Namun menurutnya kedepan akan dibuat mekanisme tersendiri sehinga sebaran jumlah siswa di masing-masing sekolah bisa merata.
Sementara itu, Ketua Komisi III DPRD Empatlawang M Oktaviansyah mengatakan sudah sepatutnya di tahun anggaran 2013, pihak Disdik memprioritaskan dua elemen tersebut yaitu RKB dan meubeller. Karena menurutnya kedua elemen tersebut masih menjadi kendala dalam KBM di Empatlawang selain penyebaran guru yang belum merata.
Apalagi menurutnya dua tahun kebelakang anggaran di Disdik lebih kepada pengadaan fisik seperti pembangunan sekolah baru dan rehab ruang belajar. Sehingga sudah sangat wajar jika meubeller dan RKB menjadi prioritas.
“Pengadaan meubeller itu dilaksanakan tahun 2009 dan 2010, jadi di tahun 2013 sudah patut jika kembali menjadi prioritas. Karena laporan mengenai kekurangan meubeller sudah sangat banyak yang kami terima,” ujarnya.
Data di bidang sarana dan prasarana (Sapras) Disdik Empatlawang tahun 2012 mencatat jumlah kekurangan RKB di Empatlawang mencapai 316 ruangan. Jumlah tersebut terdiri dari 281 lokal tingkat SD, 10 lokal untuk SMP serta 25 lokal untuk SMA.
Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Empatlawang H Syahril mengatakan, pembangunan RKB dan meubeller tersebut memang sudah menjadi prioritas. Apalagi saat ini jumlah kekurangan RKB di Empatlawang masih sangat banyak.
Namun menurutnya untuk RKB akan lebih diutamakan untuk tingkat SMP dan SMA. Hal tersebut menurutnya juga mengacu pada juklak dan juknis serta prioritas anggaran dari Dana Alokasi Khusus (DAK).
“Jadi RKB dan Meubeller yang akan menjadi prioritas kita, namun untuk yang lain seperti gedung perpustakaan dan alat peraga di sekolah juga akan dilengkapi, namun tekhnisnya nanti akan kita lihat sesuai kebutuhan,” ujar H Syahril, Senin (31/12/0212).
Untuk meubeller menurutnya, menjadi elemen yang penting untuk di penuhi sebagai sarana penunjang kegiatan belajar mengajar (KBM). Apalagi menurutnya saat ini sudah banyak sekali laporan yang masuk dari sekolah mengenai kekurangan meubeller.
“Akan kita lihat nanti, baru kemudian kita lihat juga kebutuhannya. Namun untuk RKB dan meubeller itu yang menjadi prioritas,” jelasnya.
Untuk jumlah sekolah saat ini menurutnya sudah sebanding antara SD, SMP dan SMA. Hanya saja menurutnya terkadang jumlah siswa untuk tingkat SMP dan SMA yang tidak merata. Hal ini juga berkaitan dengan keinginan peserta didik dan orang tua masing-masing untuk menyekolahkan anaknya.
Namun menurutnya kedepan akan dibuat mekanisme tersendiri sehinga sebaran jumlah siswa di masing-masing sekolah bisa merata.
Sementara itu, Ketua Komisi III DPRD Empatlawang M Oktaviansyah mengatakan sudah sepatutnya di tahun anggaran 2013, pihak Disdik memprioritaskan dua elemen tersebut yaitu RKB dan meubeller. Karena menurutnya kedua elemen tersebut masih menjadi kendala dalam KBM di Empatlawang selain penyebaran guru yang belum merata.
Apalagi menurutnya dua tahun kebelakang anggaran di Disdik lebih kepada pengadaan fisik seperti pembangunan sekolah baru dan rehab ruang belajar. Sehingga sudah sangat wajar jika meubeller dan RKB menjadi prioritas.
“Pengadaan meubeller itu dilaksanakan tahun 2009 dan 2010, jadi di tahun 2013 sudah patut jika kembali menjadi prioritas. Karena laporan mengenai kekurangan meubeller sudah sangat banyak yang kami terima,” ujarnya.
Data di bidang sarana dan prasarana (Sapras) Disdik Empatlawang tahun 2012 mencatat jumlah kekurangan RKB di Empatlawang mencapai 316 ruangan. Jumlah tersebut terdiri dari 281 lokal tingkat SD, 10 lokal untuk SMP serta 25 lokal untuk SMA.
(rsa)