Ratusan pegiat sastra sunda demo kurikulum 2013

Senin, 31 Desember 2012 - 11:11 WIB
Ratusan pegiat sastra...
Ratusan pegiat sastra sunda demo kurikulum 2013
A A A
Sindonews.com - Aksi unjuk rasa menjadi pemandangan pagi ini di depan Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Bandung. Hal itu dilakukan seratusan pegiat bahasa dan sastra Sunda lewat aksi budaya menolak kurikulum 2013.

Aksi tersebut dilatarbelakangi upaya Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Mohammad Nuh yang menyusun Kurikulum 2013. Kurikulum baru tersebut dinilai tidak memberi peluang, bahkan membunuh bahasa daerah.

"Kurikulum baru menghilangkan mata pelajaran muatan lokal. Mendiknas membunuh bahasa daerah," ungkap koordinator aksi Hadi, di depan Gedung Sate, Bandung, Senin (31/12/202).

Selain itu, Hadi menyatakan, rancangan Kurikulum 2013 telah mempersempit pembelajaran bahasa daerah. Mulok bahasa daerah dalam draf kurikulum 2013 diganti dengan seni budaya. Sehingga, lanjutnya, bahasa daerah hanya ditempelkan dalam pelajaran seni budaya.

"Artinya makin digeser bahas daerah dalam kurikulum 2013. Itu akan kita gugat ke Kemendikbud mumpung saat ini masih uji publik," kata Hadi.

Dia juga menyatakan, jika Kurikulum 2013 tetap menggabungkan bahasa daerah ke dalam pelajaran seni dan budaya, maka bahasa daerah tidak punya peluang untuk hidup.

Dalam kesempatan itu masa aksi beharap, aksi damai tersebut dapat menyadarkan masyarakat akan pentingnya bahasa daerah.

"Ketika bahasa daerah dihilangkan betapa ruginya mati. Benteng utama etnis adalah bahasa, ketika dipersempit tumbuhnya bahasa sunda akan cepat mati seperti bahasa lain di dunia," ungkapnya.

Aksi itu sendiri dimulai pukul 10.00 WIB. Aksi ini semakin menarik karena dibuka dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, lalu dibacakan Pembukaan UUD45 versi Bahasa Sunda.

"Yen sabenerna kamerdekaan teh hak sakabeh bangsa," teriak massa aksi.

Aksi tersebut diikuti para tokoh Sunda Jawa Barat seperti seniman Tisna Sanjaya, Darpan A Winangun, Hawe Setiawan, Cecep Burdansyah, penyair Dhipa Galuh Purba, Taufik Fathurahman dan lain-lain.

Komunitas yang tergabung dalam aksi di antaranya dari jurusan bahasa dan Sastra Sunda UPI, Sastra Sunda Unpad, Fakultas Adab UIN Sunan Gunung Djati, Caraka Sundanologi, Paguyuban Panglawungan Sastra Sunda, Yayasan Pusat Kebudayaan, dan lain-lain.

Aksi diwarnai dengan pentas teater Saung Sastra Lembang, dan pembacaan sajak-sajak yang menyuarakan keprihatinan terhadap lunturnya seni dan budaya daerah.
(rsa)
Berita Terkait
Tingkatkan Kualitas...
Tingkatkan Kualitas Pendidikan, Pemkab Langkat Hadirkan Smartboard untuk Siswa
Pendidikan Mahal, Orang...
Pendidikan Mahal, Orang Miskin Dilarang Sekolah
Momogi Berbagi Hadirkan...
Momogi Berbagi Hadirkan Edukasi dan Keceriaan bagi Siswa Sekolah Kami
Meningkatkan Literasi...
Meningkatkan Literasi di Dunia Pendidikan
Tingkatkan Mutu Perguruan...
Tingkatkan Mutu Perguruan Tinggi, DPD Perkindo DKI Jakarta Gandeng 3 Universitas
ACC Wujudkan Harapan...
ACC Wujudkan Harapan Baru untuk Pendidikan di Pelosok Negeri
Berita Terkini
3 Yayasan Sah di Bawah...
3 Yayasan Sah di Bawah UIN Jakarta, Pengacara: Klaim Sepihak Akan Berdampak Hukum
3 jam yang lalu
Imigrasi Semarang Bongkar...
Imigrasi Semarang Bongkar Praktik Love Scamming, Tangkap 4 WNA China
7 jam yang lalu
Keluhkan Bongkar Muat...
Keluhkan Bongkar Muat Batu Bara di Laut, Nelayan Pulau Ampel: Jadi Susah Tangkap Ikan
8 jam yang lalu
Makin Fleksibel! Keliling...
Makin Fleksibel! Keliling Dunia Nggak Masalah, Daftar BRImo Kini Bisa dari 15 Negara
8 jam yang lalu
Bhakti TNI, Satgas Yonif...
Bhakti TNI, Satgas Yonif 631/Antang Bangun MCK di Dagai Puncak Jaya
8 jam yang lalu
Wujudkan Desa Mandiri,...
Wujudkan Desa Mandiri, BRI Peduli Dorong Wisata dan Edukasi Berbasis Masyarakat di Ketapanrame
8 jam yang lalu
Infografis
Ratusan Mahasiswa Asing...
Ratusan Mahasiswa Asing Berbakat Terancam Kehilangan Masa Depan di AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved