Mamuju akan bangun landmark
Minggu, 30 Desember 2012 - 17:20 WIB
Mamuju akan bangun landmark
A
A
A
Sindonews.com - Pada tahun 2013, Pemkab Mamuju, Sulawesi Barat akan membangun landmark berupa tulisan besar yang dapat dilihat dari berbagai penjuru. Gagasan ini sudah disetujui DPRD Mamuju dan akan ditempatkan di kawasan pegunungan.
"Ya, seperti tulisan Hollywood di Amerika itu. Landmark nanti bisa saja bertuliskan Wellcome to Mamuju city atau apapun. Semua melalui ekspose, baik publik maupun di DPRD. Anggarannya sebesar satu miliar rupiah. Cukup tidaknya, bergantung hasil ekspose nanti," kata Bupati Mamuju Suhardi Duka, Minggu (30/12/2012).
Proses pekerjaan ini tidak melalui tender atau sayembara. Menurut Suhardi, hal itu tidak penting dan pemerintah sudah menunjuk beberapa konsultan.
"Yang lebih efisien dan bagus, itu yang akan dipilih," katanya.
Mamuju masih harus berupaya keras untuk meyakinkan pemerintah pusat terkait potensi yang ada dan belum diolah. Juga merealisasikan sejumlah gagasan. Seperti di Pulau Karampuang yang memungkinkan untuk menjadi kawasan wisata.
Disebutkan, kekuatan APBD Mamuju hanya sebesar Rp800 miliar. 49 persen untuk belanja pegawai dan 51 persen untuk belanja pembangunan. Artinya hanya Rp450 miliar yang dapat digunakan untuk pembangunan. Sementara disisi lain, pelayanan dasar masih perlu perhatian khusus.
"Di Pulau Karampuang itu ada mutiara yang bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Tapi pemerintah masih butuh dukungan," katanya.
Ketua DPRD Mamuju Sugianto, membenarkan dana untuk membuat landmark sebesar satu miliar rupiah. Pada awal 2013 nanti, dewan akan memanggil konsultan untuk ekspose.
"Nanti diundang konsultannya untuk ekspose atau presentase tujuan dari landmark yang akan dibuat serta spesifikasinya. Apa harus pakai lampu atau bagaimana, terserah konsultan. Ekspose itu dilakukan sebelum dibangun," ungkapnya.
Kendati demikian, tegas Sugianto, dewan tetap melakukan kontrol. Sekalipun landmark sebagai pengindah kota, tapi tidak ada artinya jika lorong-lorong kota tidak bersih. Sebab itu akan kontradiktif.
"Ya, seperti tulisan Hollywood di Amerika itu. Landmark nanti bisa saja bertuliskan Wellcome to Mamuju city atau apapun. Semua melalui ekspose, baik publik maupun di DPRD. Anggarannya sebesar satu miliar rupiah. Cukup tidaknya, bergantung hasil ekspose nanti," kata Bupati Mamuju Suhardi Duka, Minggu (30/12/2012).
Proses pekerjaan ini tidak melalui tender atau sayembara. Menurut Suhardi, hal itu tidak penting dan pemerintah sudah menunjuk beberapa konsultan.
"Yang lebih efisien dan bagus, itu yang akan dipilih," katanya.
Mamuju masih harus berupaya keras untuk meyakinkan pemerintah pusat terkait potensi yang ada dan belum diolah. Juga merealisasikan sejumlah gagasan. Seperti di Pulau Karampuang yang memungkinkan untuk menjadi kawasan wisata.
Disebutkan, kekuatan APBD Mamuju hanya sebesar Rp800 miliar. 49 persen untuk belanja pegawai dan 51 persen untuk belanja pembangunan. Artinya hanya Rp450 miliar yang dapat digunakan untuk pembangunan. Sementara disisi lain, pelayanan dasar masih perlu perhatian khusus.
"Di Pulau Karampuang itu ada mutiara yang bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Tapi pemerintah masih butuh dukungan," katanya.
Ketua DPRD Mamuju Sugianto, membenarkan dana untuk membuat landmark sebesar satu miliar rupiah. Pada awal 2013 nanti, dewan akan memanggil konsultan untuk ekspose.
"Nanti diundang konsultannya untuk ekspose atau presentase tujuan dari landmark yang akan dibuat serta spesifikasinya. Apa harus pakai lampu atau bagaimana, terserah konsultan. Ekspose itu dilakukan sebelum dibangun," ungkapnya.
Kendati demikian, tegas Sugianto, dewan tetap melakukan kontrol. Sekalipun landmark sebagai pengindah kota, tapi tidak ada artinya jika lorong-lorong kota tidak bersih. Sebab itu akan kontradiktif.
(ysw)