Kasus kecelakaan kendaraan vs KRL naik 200 persen
Minggu, 30 Desember 2012 - 09:47 WIB
Kasus kecelakaan kendaraan vs KRL naik 200 persen
A
A
A
Sindonews.com - Polres Depok mencatat terjadi peningkatan signifikan terkait kecelakaan, yang menimpa kendaraan pribadi baik mobil ataupun motor dengan Kereta Rel Listrik (KRL) Jakarta - Bogor.
Kejadian itu, disebabkan kelalaian dan kecerobohan para pengemudi yang nekat menerobos palang pintu. Kapolres Depok AKBP Achmad Kartiko mengatakan di Depok terdapat banyak perlintasan kereta.
Selain itu terdapat lima stasiun kereta yang terdapat di Depok, diantaranya stasiun Universitas Indonesia (UI), stasiun Pondok Cina, stasiun Depok Baru, stasiun Depok Lama, dan stasiun Citayam.
"Banyak perlintasan kereta, kecelakaan akibat menerobos perlintasan kereta ada 30 kasus. Kenaikan 200 persen dari tahun sebelumnya yakni 12 kasus di th 2011," ujarnya kepada wartawan, Minggu (30/12/2012).
Karena itu, lanjut Achmad, para pengemudi harus lebih tertib berkendara serta sabar menunggu jika pintu perlintasan kereta sudah tertutup.
"Kendaraan pribadi jangan serobot masuk perlintasan KRL," tegasnya.
Sementara di bidang lalu lintas lainnya, sepanjang tahun 2012, terdapat 426 kasus kecelakaan mobil dan motor di Depok. 38 jiwa meninggal dunia.
"Rp 638 juta kerugian materi. Sementara jalan-jalan rawan kecelakaan yakni, Jalan Raya Bogor 77 kasus, Jalan Margonda 57 kasus, Jalan Raya Ciputat - Parung 44 kasus, Jalan Juanda 24 kasus, dan Jalan Raya Sawangan 1 kasus," tandasnya.
Kejadian itu, disebabkan kelalaian dan kecerobohan para pengemudi yang nekat menerobos palang pintu. Kapolres Depok AKBP Achmad Kartiko mengatakan di Depok terdapat banyak perlintasan kereta.
Selain itu terdapat lima stasiun kereta yang terdapat di Depok, diantaranya stasiun Universitas Indonesia (UI), stasiun Pondok Cina, stasiun Depok Baru, stasiun Depok Lama, dan stasiun Citayam.
"Banyak perlintasan kereta, kecelakaan akibat menerobos perlintasan kereta ada 30 kasus. Kenaikan 200 persen dari tahun sebelumnya yakni 12 kasus di th 2011," ujarnya kepada wartawan, Minggu (30/12/2012).
Karena itu, lanjut Achmad, para pengemudi harus lebih tertib berkendara serta sabar menunggu jika pintu perlintasan kereta sudah tertutup.
"Kendaraan pribadi jangan serobot masuk perlintasan KRL," tegasnya.
Sementara di bidang lalu lintas lainnya, sepanjang tahun 2012, terdapat 426 kasus kecelakaan mobil dan motor di Depok. 38 jiwa meninggal dunia.
"Rp 638 juta kerugian materi. Sementara jalan-jalan rawan kecelakaan yakni, Jalan Raya Bogor 77 kasus, Jalan Margonda 57 kasus, Jalan Raya Ciputat - Parung 44 kasus, Jalan Juanda 24 kasus, dan Jalan Raya Sawangan 1 kasus," tandasnya.
(stb)