Deny masuk Taxiku atas rekomendasi orang
Jum'at, 28 Desember 2012 - 22:58 WIB
Deny masuk Taxiku atas rekomendasi orang
A
A
A
Sindonews.com - Manager Komunikasi Taxiku Imam Junaidi mengklaim pihaknya sudah melakukan perekrutan yang ketat dalam menyeleksi sopir-sopirnya. Deny baru dua bulan bekerja di Taxiku.
Sebelumnya, dia adalah sopir angkot D38 jurusan Citeureup-Bogor dan mantan sopir taksi di Jakarta juga. Karena terlibat perkelahian dengan salah satu rekannya, maka Deny mengundurkan diri dan menjadi sopir angkot hingga akhirnya dia melamar sebagai sopir Taxiku dan diterima.
Namun baru dua bulang bekerja, Deny sudah berulah. Tak tanggung-tanggung, Deny melakukan pemerasan dan menculik vokalis Band Bee Violet, Anis Muwafaq (18). Deny merupakan mitra Taxiku dan belum menjadi karyawan.
Selama tiga bulan, calon sopir melewati masa percobaan. Kendati sudah melakukan sistem rekrutmen yang ketat, namun masih ada oknum saja yang bertindak kriminal.
“Dia hanya oknum, tapi merugikan sopir lainnya. Sistemnya bagi hasil. Kami menerima lamaran dia, kemudian melakukan seleksi,” kata Imam di Polresta Depok, Jumat (28/12/2012).
Pihak Taxiku langsung memecat Deny karena sudah dianggap merugikan perusahaan dan sopir taksi lainnya. “Saat masuk kerja, dia direkomendasikan oleh seseorang,” tukasnya.
Ke depan, dia berjanji akan memperbaiki sistem perekrutan untuk menghindari hal serupa kembali terjadi. “Kami kecolongan dalam hal ini. Karena saat awal bekerja satu bulan pertama dia berjalan baik,” tutup Imam.
Sebelumnya, dia adalah sopir angkot D38 jurusan Citeureup-Bogor dan mantan sopir taksi di Jakarta juga. Karena terlibat perkelahian dengan salah satu rekannya, maka Deny mengundurkan diri dan menjadi sopir angkot hingga akhirnya dia melamar sebagai sopir Taxiku dan diterima.
Namun baru dua bulang bekerja, Deny sudah berulah. Tak tanggung-tanggung, Deny melakukan pemerasan dan menculik vokalis Band Bee Violet, Anis Muwafaq (18). Deny merupakan mitra Taxiku dan belum menjadi karyawan.
Selama tiga bulan, calon sopir melewati masa percobaan. Kendati sudah melakukan sistem rekrutmen yang ketat, namun masih ada oknum saja yang bertindak kriminal.
“Dia hanya oknum, tapi merugikan sopir lainnya. Sistemnya bagi hasil. Kami menerima lamaran dia, kemudian melakukan seleksi,” kata Imam di Polresta Depok, Jumat (28/12/2012).
Pihak Taxiku langsung memecat Deny karena sudah dianggap merugikan perusahaan dan sopir taksi lainnya. “Saat masuk kerja, dia direkomendasikan oleh seseorang,” tukasnya.
Ke depan, dia berjanji akan memperbaiki sistem perekrutan untuk menghindari hal serupa kembali terjadi. “Kami kecolongan dalam hal ini. Karena saat awal bekerja satu bulan pertama dia berjalan baik,” tutup Imam.
(san)