Tips naik taksi aman di malam hari
Jum'at, 28 Desember 2012 - 15:53 WIB
Tips naik taksi aman di malam hari
A
A
A
Sindonews.com - Naik angkutan umum di malam hari sendiri bagi kaum hawa dirasa sangat menakutkan. Terlebih banyak terjadi perampokan yang justru dilakukan oleh oknum sopir angkutan. Seperti yang menimpa Anis Muwafaq (18), vokalis Band Be Violet beberapa waktu lalu yang diculik Deny Samsudi (31), sopir Taxiku.
Untuk itu, para penumpang diimbau untuk lebih waspada dalam memilih akutan umum, khususnya taksi. Berikut tips yang disarankan oleh pihak Taxiku dalam memilih taksi.
Pertama, penumpang sebaiknya naik taksi dari pangkalan resmi. Pasalnya, di pangkalan resmi, penumpang akan diberikan nomor urut sebagai bukti jika terjadi sesuatu hal.
“Kalau naik tidak dari pangkalan resmi, misalnya di jalanan memang tidak dapat nomor urut. Seperti yang kemarin terjadi itu korban tidak naik dari pangkalan resmi tetapi di luar ITC Depok,” kata Manager Komunikasi Taxiku Imam Junaidi di Polresta Depok, Jumat (28/12/2012).
Kedua, sambung dia, ada baiknya pula penumpang melakukan pemesanan melalui telepon. Sehingga data penumpang terdaftar. Termasuk data taksi yang mengangkut. Kendati demikian, pihaknya tetap melayani penumpang yang menyetop di jalanan.
Untuk keamanan penumpang, ujarnya mengingatkan, sangat diperlukan untuk mencatat nomor taksi serta nama sopir. “Selanjutnya kemudian dishare ke teman-temannya itu sah saja. Sebagai informasi ke kerabatnya,” ucap Imam.
Imam menambahkan, jumlah armada Taxiku se-Jabodetabek mencapai 2.000 unit yang dikendarai oleh lebih dari 2.500 sopir dengan sistem bagi hasil. Sedangkan jumlah penumpang mencapai 17.000 rit. Taxiku merupakan taksi yang familiar di Depok atau bisa dikatakan taksinya warga Depok.
Untuk itu, para penumpang diimbau untuk lebih waspada dalam memilih akutan umum, khususnya taksi. Berikut tips yang disarankan oleh pihak Taxiku dalam memilih taksi.
Pertama, penumpang sebaiknya naik taksi dari pangkalan resmi. Pasalnya, di pangkalan resmi, penumpang akan diberikan nomor urut sebagai bukti jika terjadi sesuatu hal.
“Kalau naik tidak dari pangkalan resmi, misalnya di jalanan memang tidak dapat nomor urut. Seperti yang kemarin terjadi itu korban tidak naik dari pangkalan resmi tetapi di luar ITC Depok,” kata Manager Komunikasi Taxiku Imam Junaidi di Polresta Depok, Jumat (28/12/2012).
Kedua, sambung dia, ada baiknya pula penumpang melakukan pemesanan melalui telepon. Sehingga data penumpang terdaftar. Termasuk data taksi yang mengangkut. Kendati demikian, pihaknya tetap melayani penumpang yang menyetop di jalanan.
Untuk keamanan penumpang, ujarnya mengingatkan, sangat diperlukan untuk mencatat nomor taksi serta nama sopir. “Selanjutnya kemudian dishare ke teman-temannya itu sah saja. Sebagai informasi ke kerabatnya,” ucap Imam.
Imam menambahkan, jumlah armada Taxiku se-Jabodetabek mencapai 2.000 unit yang dikendarai oleh lebih dari 2.500 sopir dengan sistem bagi hasil. Sedangkan jumlah penumpang mencapai 17.000 rit. Taxiku merupakan taksi yang familiar di Depok atau bisa dikatakan taksinya warga Depok.
(san)