Sedang salat, Zakaroni ditikam dari belakang
Kamis, 27 Desember 2012 - 18:30 WIB
Sedang salat, Zakaroni ditikam dari belakang
A
A
A
Sindonews.com - Aksi penikaman keji terjadi di Desa Suka Marga, Kecamatan Merapi Barat. Tanpa diketahui penyebab pastinya NES (30), warga Desa Lubuk Buntak, Kota Pagaralam, nekat menikam Zakaroni (35), yang saat itu tengah menunaikan salat subuh di rumahnya, sekira pukul 05.00 WIB.
Akibat serangan mendadak itu, korban mengalami lima luka bacok di bagian tangan, jari tangan, bagian belakang kepala, punggung, pipi kanan, dan harus kehilangan tiga jari kanannya. Tidak hanya itu, dua rekan pelaku Suparji (36), dan Maulana (33) mengalami luka di jari tangan sebelah kiri, ketika hendak menahan kebrutalan pelaku.
Beruntung istri korban Nur Oktaviani 29 yang juga salat subuh berjamaah dengan suaminya tersebut luput dari serangan pelaku.
Informasi yang dihimpun, keberadaan pelaku dan kedua rekannya tersebut menumpang di rumah Zakaroni. Ketiganya merupakan para pekerja gorong-gorong di rel kereta api, desa Suka Marga Merapi Barat.
Tanpa diduga, saat pasangan suami istri tersebut melaksanakan sholat subuh dirumah, tiba-tiba saja pelaku menikam Zakaroni dari belakang. Melihat korban telah bersimbah darah, rekan-rekan pelaku yang bingung melihat aksi pelaku pun berniat menghalangi tindakan pelaku. Akan tetapi pelaku yang lupa diri, dengan brutal membacok orang-orang yang mencoba menghalanginya.
Setelah puas melukai korbannya, si pelaku sempat hendak menikam istri korban. Beruntung mertua korban langsung menarik istri korban ke dalam kamar. Setibanya di kamar, mertua dan istri korban berteriak meminta pertolongan warga. Setelah warga berdatangan, korban langsung dilarikan ke RSUD Lahat. Sedangkan pelaku kabur melarikan diri dari rumah tersebut.
“Waktu itu, saya hendak sholat subuh bersama anak dan menantu saya. Kami tidak tahu darimana datangnya si pelaku. Setelah membacok menantu saya, pelaku melihat kami, dia mau mengarahkan parangnya kepada kami. Secara cepat saya langsung menarik anak saya kekamar dan langsung saya kunci. Setelah itu kami buka jendela untuk meminta pertolongan warga,” ujar mertua korban Isdawati (50) ketika dijumpai di RSUD Lahat, Kamis (27/12/2012).
Menurutnya, para pekerja yang berjumlah delapan orang yang berasal dari Pagaralam tersebut sudah empat hari menginap di rumah anaknya.
“Anak saya beserta suaminya niatnya untuk menolong mereka. Makanya setiap hari mereka diberi makan minum, selama mereka mengerjakan gorong-gorong,” ungkapnya.
Sang istri yang terkulai lemah, tampak masih syok berat ketika dijumpai di ruang IGD RSUD Lahat. Dengan terbata-bata dia menceritakan kejadian tragis yang dialaminya bersama sang suami tercinta. Menurut Nuroktaviani, saat itu dirinya beserta suami sedang berdzikir setelah selesai melaksanakan sholat subuh berjamaah.
“Biasanya kami salat di kamar. Tapi hari ini, kami ingin salat di ruang tengah. Lalu tiba tiba saja pelaku datang dan langsung membacok suami saya dari belakang,” ujarnya.
Kapolsek Merapi Barat AKP Farizon, melalui Kanitreskrim Ipda Maman Imantoro membenarkan peristiwa penikaman tersebut. Namun, pihaknya masih mendalami motif dan keterangan saksi dan korban.
“Motif pelaku masih belum diketahui, karena kami masih melakukan penyelidikan mengingat korban dan saksi masih dirawat di rumah sakit,” pungkasnya.
Akibat serangan mendadak itu, korban mengalami lima luka bacok di bagian tangan, jari tangan, bagian belakang kepala, punggung, pipi kanan, dan harus kehilangan tiga jari kanannya. Tidak hanya itu, dua rekan pelaku Suparji (36), dan Maulana (33) mengalami luka di jari tangan sebelah kiri, ketika hendak menahan kebrutalan pelaku.
Beruntung istri korban Nur Oktaviani 29 yang juga salat subuh berjamaah dengan suaminya tersebut luput dari serangan pelaku.
Informasi yang dihimpun, keberadaan pelaku dan kedua rekannya tersebut menumpang di rumah Zakaroni. Ketiganya merupakan para pekerja gorong-gorong di rel kereta api, desa Suka Marga Merapi Barat.
Tanpa diduga, saat pasangan suami istri tersebut melaksanakan sholat subuh dirumah, tiba-tiba saja pelaku menikam Zakaroni dari belakang. Melihat korban telah bersimbah darah, rekan-rekan pelaku yang bingung melihat aksi pelaku pun berniat menghalangi tindakan pelaku. Akan tetapi pelaku yang lupa diri, dengan brutal membacok orang-orang yang mencoba menghalanginya.
Setelah puas melukai korbannya, si pelaku sempat hendak menikam istri korban. Beruntung mertua korban langsung menarik istri korban ke dalam kamar. Setibanya di kamar, mertua dan istri korban berteriak meminta pertolongan warga. Setelah warga berdatangan, korban langsung dilarikan ke RSUD Lahat. Sedangkan pelaku kabur melarikan diri dari rumah tersebut.
“Waktu itu, saya hendak sholat subuh bersama anak dan menantu saya. Kami tidak tahu darimana datangnya si pelaku. Setelah membacok menantu saya, pelaku melihat kami, dia mau mengarahkan parangnya kepada kami. Secara cepat saya langsung menarik anak saya kekamar dan langsung saya kunci. Setelah itu kami buka jendela untuk meminta pertolongan warga,” ujar mertua korban Isdawati (50) ketika dijumpai di RSUD Lahat, Kamis (27/12/2012).
Menurutnya, para pekerja yang berjumlah delapan orang yang berasal dari Pagaralam tersebut sudah empat hari menginap di rumah anaknya.
“Anak saya beserta suaminya niatnya untuk menolong mereka. Makanya setiap hari mereka diberi makan minum, selama mereka mengerjakan gorong-gorong,” ungkapnya.
Sang istri yang terkulai lemah, tampak masih syok berat ketika dijumpai di ruang IGD RSUD Lahat. Dengan terbata-bata dia menceritakan kejadian tragis yang dialaminya bersama sang suami tercinta. Menurut Nuroktaviani, saat itu dirinya beserta suami sedang berdzikir setelah selesai melaksanakan sholat subuh berjamaah.
“Biasanya kami salat di kamar. Tapi hari ini, kami ingin salat di ruang tengah. Lalu tiba tiba saja pelaku datang dan langsung membacok suami saya dari belakang,” ujarnya.
Kapolsek Merapi Barat AKP Farizon, melalui Kanitreskrim Ipda Maman Imantoro membenarkan peristiwa penikaman tersebut. Namun, pihaknya masih mendalami motif dan keterangan saksi dan korban.
“Motif pelaku masih belum diketahui, karena kami masih melakukan penyelidikan mengingat korban dan saksi masih dirawat di rumah sakit,” pungkasnya.
(rsa)