Wabah Malaria di Kulonprogo sulit diberantas
Rabu, 26 Desember 2012 - 17:14 WIB
Wabah Malaria di Kulonprogo sulit diberantas
A
A
A
Sindonews.com - Penyakit Malaria yang kerap mewabah di Kabupaten Kulonprogo, DIY sulit diberantas. Kondisi geografis dan demografi penduduknya dinilai menjadi kendala yang sulit diatasi.
“Kondisi geografis dan demografi penduduknya banyak yang pindah, menjadikan Malaria sulit diberantas,” jelas Kasi Pemberantasan Penyakit Menular (P2M) Kulonprogo Slamet Riyanto, Rabu (26/12/2012).
Menurutnya, selama 2012, ditemukan 229 penderita, baik yang pernah terjangkit maupun yang baru. Hal ini dinilai mengalami peningkatan dibanding 2011 yang hanya 157 kasus. Kebanyakan penderita tinggal di kawasan perbukitan Menoreh, yang terbentang dari Kecamatan Kokap, sampai dengan Kalibawang.
“Banyak warga yang bekerja di pertambangan di Kalimantan, makanya sulit kita tangani,” jelasnya.
Dinas sendiri sudah mengupayakan pemeriksaan kepada setiap warga pendatang. Mereka akan diambil sampel darahnya untuk diteliti di dalam laboratorium. Pada akhir tahun ini, dinas kesehatan juga mendapatkan obat dari pusat sebanyak 205 kotak.
“Kondisi geografis dan demografi penduduknya banyak yang pindah, menjadikan Malaria sulit diberantas,” jelas Kasi Pemberantasan Penyakit Menular (P2M) Kulonprogo Slamet Riyanto, Rabu (26/12/2012).
Menurutnya, selama 2012, ditemukan 229 penderita, baik yang pernah terjangkit maupun yang baru. Hal ini dinilai mengalami peningkatan dibanding 2011 yang hanya 157 kasus. Kebanyakan penderita tinggal di kawasan perbukitan Menoreh, yang terbentang dari Kecamatan Kokap, sampai dengan Kalibawang.
“Banyak warga yang bekerja di pertambangan di Kalimantan, makanya sulit kita tangani,” jelasnya.
Dinas sendiri sudah mengupayakan pemeriksaan kepada setiap warga pendatang. Mereka akan diambil sampel darahnya untuk diteliti di dalam laboratorium. Pada akhir tahun ini, dinas kesehatan juga mendapatkan obat dari pusat sebanyak 205 kotak.
(rsa)