Dinilai gagal pimpin Jabar, mahasiswa demo Aher
Rabu, 26 Desember 2012 - 14:42 WIB
Dinilai gagal pimpin Jabar, mahasiswa demo Aher
A
A
A
Sindonews.com - Puluhan mahasiswa dari Masyarakat Rakyat Menggugat menggelar aksi unjukrasa mengkritik kebijakan Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ahmad Heryawan (Aher) yang dinilai telah gagal memimpin Jabar.
Sambil mengusung spanduk dan poster yang mengkritisi kebijakan Pemprov Jabar, mahasiswa berorasi di depan Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Bandung.
Mahasiswa juga mengungkit janji-janji Aher selama kampanye pada pemilihan gubernur (Pilgub) Jabar 2008 lalu. Saat itu, Heryawan yang berpasangan dengan Dede Yusuf, berjanji menyiapkan sejuta lapangan kerja, meningkatkan kesejahteraan petani, pembangunan jalan dan irigasi, dan lain-lain. Masyarakat Rakyat Menggugat menilai janji-janji tersebut tidak ditepati.
Bahkan di masa kepemimpinan Ahmad Heryawan mencuat beberapa kasus yang diduga korupsi. Di antaranya, kartu lebaran Rp1,3 miliar, baliho spanduk melalui Dinas Bina Marga Jabar Rp22 miliar, serta dana bantuan sosial Jabar sejak 2010 Rp823 miliar.
"Kami meminta KPK dan BPK untuk menindaklanjuti temenuan-temuan itu," kata koordinator aksi Ahmad Yusuf di sela aksinya, Rabu (26/12/2012).
Dia menyebutkan, dana Bansos Jabar yang dikeluarkan 70 persen untuk pegawai, dan hanya 30 persen untuk publik.
"Ketika bansos lebih besar untuk pegawai, ini melukai rakyat Jabar sebagai penyumbang terbesar pajak dan APBD Jabar," katanya.
Pihaknya mengancam, hingga Februari 2013 pihaknya akan terus menyuarakan kritiknya terhadap Aher. Tujuannya, supaya dia tidak terpilih lagi di Pilgub Jabar 2013.
Sambil mengusung spanduk dan poster yang mengkritisi kebijakan Pemprov Jabar, mahasiswa berorasi di depan Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Bandung.
Mahasiswa juga mengungkit janji-janji Aher selama kampanye pada pemilihan gubernur (Pilgub) Jabar 2008 lalu. Saat itu, Heryawan yang berpasangan dengan Dede Yusuf, berjanji menyiapkan sejuta lapangan kerja, meningkatkan kesejahteraan petani, pembangunan jalan dan irigasi, dan lain-lain. Masyarakat Rakyat Menggugat menilai janji-janji tersebut tidak ditepati.
Bahkan di masa kepemimpinan Ahmad Heryawan mencuat beberapa kasus yang diduga korupsi. Di antaranya, kartu lebaran Rp1,3 miliar, baliho spanduk melalui Dinas Bina Marga Jabar Rp22 miliar, serta dana bantuan sosial Jabar sejak 2010 Rp823 miliar.
"Kami meminta KPK dan BPK untuk menindaklanjuti temenuan-temuan itu," kata koordinator aksi Ahmad Yusuf di sela aksinya, Rabu (26/12/2012).
Dia menyebutkan, dana Bansos Jabar yang dikeluarkan 70 persen untuk pegawai, dan hanya 30 persen untuk publik.
"Ketika bansos lebih besar untuk pegawai, ini melukai rakyat Jabar sebagai penyumbang terbesar pajak dan APBD Jabar," katanya.
Pihaknya mengancam, hingga Februari 2013 pihaknya akan terus menyuarakan kritiknya terhadap Aher. Tujuannya, supaya dia tidak terpilih lagi di Pilgub Jabar 2013.
(rsa)