Lagi garap sawah, petani tewas disambar petir
Selasa, 25 Desember 2012 - 22:05 WIB
Lagi garap sawah, petani tewas disambar petir
A
A
A
Sindonews.com - Musim hujan disertai dengan kilatan petir yang melandai Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan (Sulsel), membuat seorang warga Desa Balieng Toa Kecamatan Sibulue tewas seketika.
Seorang petani bernama Yandu (30) meninggal dalam kondisi melepuh dan kulit terbakar, pada Selasa (25/12/2012), sekira pukul 16.00 WITA. Kematian mengenaskan petani sawah ini, bermula saat menggarap sawah dengan membajak menggunakan mesin traktor di area persawahan di lapangan luas.
Menurut warga setempat, Kasman menuturkan, suara petir diatas rumah penduduk sekitarnya sangat keras terdengar dan menggagetkan warga setempat.
Hingga mendengar kabar kematian warga yang terkena sambaran petir tersebut pun kaget dan mencoba melindungi keluarga masing-masing.
"Suara gemuruh petir sangat keras dan banyak warga tetap berada dirumah," ucap Kasman saat dihubungi via ponselnya.
Sementara itu, Kapolsek Sibulue, AKP Makmur, saat dihubungi membenarkan peristiwa tewasnya petani yang tersambar petir. "Korban sudah diserahkan ke pihak keluarga untuk dikebumikan," kata Makmur.
Seorang petani bernama Yandu (30) meninggal dalam kondisi melepuh dan kulit terbakar, pada Selasa (25/12/2012), sekira pukul 16.00 WITA. Kematian mengenaskan petani sawah ini, bermula saat menggarap sawah dengan membajak menggunakan mesin traktor di area persawahan di lapangan luas.
Menurut warga setempat, Kasman menuturkan, suara petir diatas rumah penduduk sekitarnya sangat keras terdengar dan menggagetkan warga setempat.
Hingga mendengar kabar kematian warga yang terkena sambaran petir tersebut pun kaget dan mencoba melindungi keluarga masing-masing.
"Suara gemuruh petir sangat keras dan banyak warga tetap berada dirumah," ucap Kasman saat dihubungi via ponselnya.
Sementara itu, Kapolsek Sibulue, AKP Makmur, saat dihubungi membenarkan peristiwa tewasnya petani yang tersambar petir. "Korban sudah diserahkan ke pihak keluarga untuk dikebumikan," kata Makmur.
(maf)