Hujan deras mengakibatkan longsor di 2 wilayah
Rabu, 26 Desember 2012 - 00:01 WIB
Hujan deras mengakibatkan longsor di 2 wilayah
A
A
A
Sindonews.com - Hujan deras yang mengguyur di wilayah Kabupaten Temanggung, Yogyakarta, Jawa tengah, mengakibatkan bencana tanah longsor di dua wilayah. Dua wilayah tersebut adalah di Desa Karangwuni, Kecamatan Pringsurat, dan Desa Plosogedang, Kecamatan Candiroto.
Beruntung, tanah longsor itu terjadi di wilayah yang tidak padat penduduk. Di Kecamatan Candiroto, longsor di lahan kopi dan sawah milik warga dengan luasan sekitar empat hektare di Dusun Dompel, Desa Plosogeden.
Salah seorang warga Dusun Dompel Jumadi mengatakan, tidak ada korban jiwa dalam bencana tersebut karena longsor tidak di daerah permukiman.
Sedangkan longsor di Desa Karangwuni terjadi di Dusun Winong, yakni tebing setinggi tiga meter dan panjang 25 meter di belakang rumah Tariyo (55) warga RT 6 RW 10 dusun tersebut.
Guguran tanah hanya menghantam ruang dapur, kamar belakang dan dua kamar tidur rumah Tiriyo. Selain itu juga menghantam rumah Tolib yang bersebelahan dengan rumah Tariyo. Akibatnya, kamar mandi mengalami rusak.
"Saat kejadian, kami sedang menonton acara televisi di ruang tengah, tiba-tiba terdengar suara gemuruh ketika tanah bergerak dan mendobrak tembok. Kami menyelamatkan diri keluar rumah dan mengungsi ke rumah tetangga," kata Tariyo kepada SINDO, di lokasi kejadian, Sealasa (25/12/2012).
Kadus Winong, Slamet Marwoto mengatakan, jalan dusun juga terkena longsoran. Namun, pagi kemarin, sudah dapat dilewati setelah dibersihkan warga dibantu TNI dan tim SAR.
"Tanah di Dusun Winong memang labil sehingga rawan longsor. Kejadian longsor ini adalah yang kali pertama dalam beberapa tahun terakhir," katanya.
Nurkholis yang juga warga Winong mengatakan, longsor juga terjadi di jalan penghubung Karangwuni-Gedawung dan tiga titik di jalan Dusun Winong.
"Longsor masih dalam kapasitas kecil, yakni panjang dua meter dan tanah memenuhi separuh badan jalan dan oleh warga telah dibersihkan," katanya.
Sementara itu Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Temanggung, Eko Suprapto mengatakan, pihaknya sudah melakukan pendataan dan membuat laporan terkait bencana longsor tersebut. Rencananya, laporan itu akan disampaikan pada Bupati dan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.
"Kami masih inventarisir kerugian. Tidak ada korban jiwa dan luka dalam bencana itu. Nantinya, para korban akan diberikan bantuan berupa sembako dan material bangunan," tandasnya.
Beruntung, tanah longsor itu terjadi di wilayah yang tidak padat penduduk. Di Kecamatan Candiroto, longsor di lahan kopi dan sawah milik warga dengan luasan sekitar empat hektare di Dusun Dompel, Desa Plosogeden.
Salah seorang warga Dusun Dompel Jumadi mengatakan, tidak ada korban jiwa dalam bencana tersebut karena longsor tidak di daerah permukiman.
Sedangkan longsor di Desa Karangwuni terjadi di Dusun Winong, yakni tebing setinggi tiga meter dan panjang 25 meter di belakang rumah Tariyo (55) warga RT 6 RW 10 dusun tersebut.
Guguran tanah hanya menghantam ruang dapur, kamar belakang dan dua kamar tidur rumah Tiriyo. Selain itu juga menghantam rumah Tolib yang bersebelahan dengan rumah Tariyo. Akibatnya, kamar mandi mengalami rusak.
"Saat kejadian, kami sedang menonton acara televisi di ruang tengah, tiba-tiba terdengar suara gemuruh ketika tanah bergerak dan mendobrak tembok. Kami menyelamatkan diri keluar rumah dan mengungsi ke rumah tetangga," kata Tariyo kepada SINDO, di lokasi kejadian, Sealasa (25/12/2012).
Kadus Winong, Slamet Marwoto mengatakan, jalan dusun juga terkena longsoran. Namun, pagi kemarin, sudah dapat dilewati setelah dibersihkan warga dibantu TNI dan tim SAR.
"Tanah di Dusun Winong memang labil sehingga rawan longsor. Kejadian longsor ini adalah yang kali pertama dalam beberapa tahun terakhir," katanya.
Nurkholis yang juga warga Winong mengatakan, longsor juga terjadi di jalan penghubung Karangwuni-Gedawung dan tiga titik di jalan Dusun Winong.
"Longsor masih dalam kapasitas kecil, yakni panjang dua meter dan tanah memenuhi separuh badan jalan dan oleh warga telah dibersihkan," katanya.
Sementara itu Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Temanggung, Eko Suprapto mengatakan, pihaknya sudah melakukan pendataan dan membuat laporan terkait bencana longsor tersebut. Rencananya, laporan itu akan disampaikan pada Bupati dan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.
"Kami masih inventarisir kerugian. Tidak ada korban jiwa dan luka dalam bencana itu. Nantinya, para korban akan diberikan bantuan berupa sembako dan material bangunan," tandasnya.
(mhd)