KNKT bantah dua pesawat nyaris tabrakan
Selasa, 25 Desember 2012 - 13:47 WIB
KNKT bantah dua pesawat nyaris tabrakan
A
A
A
Sindonews.com - Komisi Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) membantah, ada informasi yang menyebut akibat radar mati, dua pesawat hampir bertabrakan di udara.
Bantahan tersebut disampaikan Ketua KNKT Tatang Kurniadi. Menurutnya, pihak bandara punya prosedur manual jika terjadi kondisi emergency.
Artinya, ada prosedur darurat yang sudah masuk dalam SOP, ketika melakukan penyelamatan pesawat, saat terjadi permasalahan di Bandara.
"Kita tegaskan tidak ada satu pesawat pun yang akan mengalami kecelakaan atas peristiwa kemarin. Karena untuk tindakan pemanduan lalu lintas penerbangan pada saat terjadi gangguan dengan menggunakan prosedur non radar sesuai dengan SOP," jelas Tatang, Selasa (25/12/2012).
Mencegah peristiwa ini terulang lagi, lanjutnya, KNKT bersama tim terpadu akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut, untuk mencari penyebab terbakarnya kapasitor UPS 1.
KNKT tidak bisa membongkar UPS 1 lantaran masih ada asuransi dari alat tersebut.
"Kenapa ini terbakar? kita akan telusuri. Ini masih asuranasi daripabriknya. Dan kita akan ungkap, jangan sampai ada yang disembunyikan," janji Tatang.
Seperti diberitakan sebelumnya, KNKT melansir hasil investigasi terkait peristiwa matinya radar di Bandara Soekarno-Hatta beberapa waktu lalu.
Dari hasil pemeriksaan tersebut, yang terjadi sebenarnya, panel kapasitornya yang terbakar, bukan radar bandara yang rusak yang rusak.
Bantahan tersebut disampaikan Ketua KNKT Tatang Kurniadi. Menurutnya, pihak bandara punya prosedur manual jika terjadi kondisi emergency.
Artinya, ada prosedur darurat yang sudah masuk dalam SOP, ketika melakukan penyelamatan pesawat, saat terjadi permasalahan di Bandara.
"Kita tegaskan tidak ada satu pesawat pun yang akan mengalami kecelakaan atas peristiwa kemarin. Karena untuk tindakan pemanduan lalu lintas penerbangan pada saat terjadi gangguan dengan menggunakan prosedur non radar sesuai dengan SOP," jelas Tatang, Selasa (25/12/2012).
Mencegah peristiwa ini terulang lagi, lanjutnya, KNKT bersama tim terpadu akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut, untuk mencari penyebab terbakarnya kapasitor UPS 1.
KNKT tidak bisa membongkar UPS 1 lantaran masih ada asuransi dari alat tersebut.
"Kenapa ini terbakar? kita akan telusuri. Ini masih asuranasi daripabriknya. Dan kita akan ungkap, jangan sampai ada yang disembunyikan," janji Tatang.
Seperti diberitakan sebelumnya, KNKT melansir hasil investigasi terkait peristiwa matinya radar di Bandara Soekarno-Hatta beberapa waktu lalu.
Dari hasil pemeriksaan tersebut, yang terjadi sebenarnya, panel kapasitornya yang terbakar, bukan radar bandara yang rusak yang rusak.
(stb)