Pesilat junior dipukuli tiga seniornya hingga tewas
Senin, 24 Desember 2012 - 15:06 WIB
Pesilat junior dipukuli tiga seniornya hingga tewas
A
A
A
Sindonews.com - Seorang anggota perguruan silat Setia Hati (SH), Terate, tewas setelah dipukuli seniornya sendiri. Pemukulan tersebut, dinilai merupakan bagian dari prosesi ujian kenaikan tingkat untuk mengetes kekuatan fisik junior dengan cara dipukul di bagian dada dan ulu hatinya.
Akibatnya, polisi kini mengamankan tiga orang pendekar yang melakukan pemukulan tersebut.
Korban diketahui adalah Zulan Zaki Kurniawan (19), putra Kepala Desa Gumulan, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Jombang, Jawa Timur. Hingga tadi pagi, jenazahnya masih disemayamkan di Kamar Mayat Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Jombang.
"Awalnya korban berangkat dari rumah dalam keadaan sehat bugar, dan berpamitan untuk mengikuti ujian kenaikan tingkat di Perguruan silatnya, di Desa Kalijaring, Kecamatan Tambelang, Jombang," jelas keluarga korban Roziq, di kediaman jenazah, Senin (24/12/2012).
Menurutnya, keluarga korban baru mendapatkan kabar mahasiswa Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) PGRI Jombang itu sudah berada di RSUD Jombang.
"Dari informasi, Zaki tewas akibat dipukuli dan di tendang ke tiga seniornya," jelasnya.
Keluarga korban juga menyatakan tak terima dengan perlakuan yang diterima keluarganya tersebut, dan segera melaporkan kejadian ini ke pihak kepolisian untuk segera menangkap dan memberi hukuman kepada para pelaku.
Kapolsek Tembelang AKP Mohamad Agus menjelaskan, ketiga pendekar tersebut ialah, Kusnadi (24), Agus Supriyanto (16), dan Zaenal Abidin (17). Seluruhnya merupakan warga Desa Sumbermulyo, Kecamatan Jogoroto, Jombang.
"Ketiganya telah mengakui telah melakukan pemukulan terhadap Zaki sebagai bagian cara mereka melakukan tes untuk mengetahui kekuatan fisik junirnya yang ingin naik tingkat," jelasnya.
Menurutnya, ketiganya berdalih, fisik korban terlalu lemah, sehingga saat di tes fisik korban jatuh pingsan dan setelah dilarikan ke rumah sakit meninggal dunia.
Akibatnya, polisi kini mengamankan tiga orang pendekar yang melakukan pemukulan tersebut.
Korban diketahui adalah Zulan Zaki Kurniawan (19), putra Kepala Desa Gumulan, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Jombang, Jawa Timur. Hingga tadi pagi, jenazahnya masih disemayamkan di Kamar Mayat Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Jombang.
"Awalnya korban berangkat dari rumah dalam keadaan sehat bugar, dan berpamitan untuk mengikuti ujian kenaikan tingkat di Perguruan silatnya, di Desa Kalijaring, Kecamatan Tambelang, Jombang," jelas keluarga korban Roziq, di kediaman jenazah, Senin (24/12/2012).
Menurutnya, keluarga korban baru mendapatkan kabar mahasiswa Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) PGRI Jombang itu sudah berada di RSUD Jombang.
"Dari informasi, Zaki tewas akibat dipukuli dan di tendang ke tiga seniornya," jelasnya.
Keluarga korban juga menyatakan tak terima dengan perlakuan yang diterima keluarganya tersebut, dan segera melaporkan kejadian ini ke pihak kepolisian untuk segera menangkap dan memberi hukuman kepada para pelaku.
Kapolsek Tembelang AKP Mohamad Agus menjelaskan, ketiga pendekar tersebut ialah, Kusnadi (24), Agus Supriyanto (16), dan Zaenal Abidin (17). Seluruhnya merupakan warga Desa Sumbermulyo, Kecamatan Jogoroto, Jombang.
"Ketiganya telah mengakui telah melakukan pemukulan terhadap Zaki sebagai bagian cara mereka melakukan tes untuk mengetahui kekuatan fisik junirnya yang ingin naik tingkat," jelasnya.
Menurutnya, ketiganya berdalih, fisik korban terlalu lemah, sehingga saat di tes fisik korban jatuh pingsan dan setelah dilarikan ke rumah sakit meninggal dunia.
(rsa)