Depok diserang banjir
Senin, 24 Desember 2012 - 13:57 WIB
Depok diserang banjir
A
A
A
Sindonews.com - Ribuan rumah di Depok terendam air dengan ketinggian bervariasi. Titik banjir antara lain di Perumahan Taman Duta, Kecamatan Sukmajaya, Perumahan Bukit Cengkeh I dan II, Kecamatan Cimanggis, Komplek Hankam, Kelurahan Palsi Gunung.
Selain itu, 14 rumah di Perumahan Jatijajar, Tapos, terkena longsor yang mengakibatkan empat orang luka ringan. Banjir dan longsor disebabkan derasnya debit air selama beberapa hari.
Setidaknya ada 800 rumah yang terendam air di Perumahan Taman Duta. Hingga saat ini warga masih berupaya membersihkan sisa-sisa kotoran akibat terpaan air.
"Memang langganan banjir. Ini akibat luapan Kali Laya dan air dari Situ Pengarengan. Sudah sejak (Minggu 23 Desember 2012) kemarin ketinggian ait 50 centimeter (cm), kini sudah surut," kata anggota Taruna Siaga Bencana (Tagana) Amirudin kepada wartawan, di Depok, Senin (24/12/2012).
Akibatnya akses menuju perumahan lumpuh. Karena kubangan yang ada dekat perumahan dipenuhi air sebatas dengkul orang dewasa. Untuk itu, warga yang menggunakan kendaraan harus berputar melalui Jalan H Ichank hingga tembus ke Komplek RTM.
"Mungkin sekira seribu jiwa yang ada di komplek itu. Mereka belum mau mengungsi, karena merasa masih bisa tinggal di rumah," tukasnya.
Di lapangan saat ini, 300 personel TNI diturunkan. Dibantu tim dari Tagana, Dinas Kesehatan dan Satgas Banjir Dinas Bimasda Kota Depok.
Selain itu, 14 rumah di Perumahan Jatijajar, Tapos, terkena longsor yang mengakibatkan empat orang luka ringan. Banjir dan longsor disebabkan derasnya debit air selama beberapa hari.
Setidaknya ada 800 rumah yang terendam air di Perumahan Taman Duta. Hingga saat ini warga masih berupaya membersihkan sisa-sisa kotoran akibat terpaan air.
"Memang langganan banjir. Ini akibat luapan Kali Laya dan air dari Situ Pengarengan. Sudah sejak (Minggu 23 Desember 2012) kemarin ketinggian ait 50 centimeter (cm), kini sudah surut," kata anggota Taruna Siaga Bencana (Tagana) Amirudin kepada wartawan, di Depok, Senin (24/12/2012).
Akibatnya akses menuju perumahan lumpuh. Karena kubangan yang ada dekat perumahan dipenuhi air sebatas dengkul orang dewasa. Untuk itu, warga yang menggunakan kendaraan harus berputar melalui Jalan H Ichank hingga tembus ke Komplek RTM.
"Mungkin sekira seribu jiwa yang ada di komplek itu. Mereka belum mau mengungsi, karena merasa masih bisa tinggal di rumah," tukasnya.
Di lapangan saat ini, 300 personel TNI diturunkan. Dibantu tim dari Tagana, Dinas Kesehatan dan Satgas Banjir Dinas Bimasda Kota Depok.
(mhd)