Banjir, Jokowi sumbang 2 ton beras
Senin, 24 Desember 2012 - 12:56 WIB
Banjir, Jokowi sumbang 2 ton beras
A
A
A
Sindonews.com - Gubernur DKI Jakrta Joko Widodo (Jokowi) beserta istri Iriana melakukan kunjungan ke lokasi banjir di wilayah Bidaracina, Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur.
Dalam kunjungannya tersebut, Jokowi memberikan bantuan beras sebanyak dua ton dan sejumlah uang kepada korban banjir.
Ketua RW 11 Kampug Bidaracina, Lintang, yang sempat disambangi Jokowi, mengaku sangat terbantu dengan adanya sumbangan yang diberikan Jokowi.
"RW kita merasa senang, dan berharap semuanya berjalan lancar dan bermanfaat," tukas Lintang, di lokasi, Senin (24/12/2012).
Sementara itu, Camat Jatinegara Sofyan menjelaskan, banjir yang kerap melanda sebagian wilayahnya merupakan hal yang biasa terjadi. Banjir ini sendiri dikatakannya masih terbilang relatif normal.
"Dari tahun lalu sama, tapi relatif ya, ada lebih dari sini, ada kurang, tergantung Katulampa," kata Sofyan.
Meskipun begitu, menurutnya, debit air diprediksi masih akan naik. Karena menurutnya, ini masih merupakan awalan. Karena diketahui curah hujan dengan intensitas tinggi baru akan tejadi pada bulan Januari mendatang.
"Ini masih biasa. 2002 dan 2007 paling tinggi. Tapi ini masih awalan, bisa naik lagi," jelas Sofyan.
Dalam kunjungannya tersebut, Jokowi memberikan bantuan beras sebanyak dua ton dan sejumlah uang kepada korban banjir.
Ketua RW 11 Kampug Bidaracina, Lintang, yang sempat disambangi Jokowi, mengaku sangat terbantu dengan adanya sumbangan yang diberikan Jokowi.
"RW kita merasa senang, dan berharap semuanya berjalan lancar dan bermanfaat," tukas Lintang, di lokasi, Senin (24/12/2012).
Sementara itu, Camat Jatinegara Sofyan menjelaskan, banjir yang kerap melanda sebagian wilayahnya merupakan hal yang biasa terjadi. Banjir ini sendiri dikatakannya masih terbilang relatif normal.
"Dari tahun lalu sama, tapi relatif ya, ada lebih dari sini, ada kurang, tergantung Katulampa," kata Sofyan.
Meskipun begitu, menurutnya, debit air diprediksi masih akan naik. Karena menurutnya, ini masih merupakan awalan. Karena diketahui curah hujan dengan intensitas tinggi baru akan tejadi pada bulan Januari mendatang.
"Ini masih biasa. 2002 dan 2007 paling tinggi. Tapi ini masih awalan, bisa naik lagi," jelas Sofyan.
(rsa)