Gempa 5.0 SR dirasakan hingga Kabupaten Tana Toraja
Sabtu, 22 Desember 2012 - 13:28 WIB
Gempa 5.0 SR dirasakan hingga Kabupaten Tana Toraja
A
A
A
Sindonews.com - Gempa bumi berkekuatan 5,0 Skala Richer yang berada pada 10 km barat daya Toraja Utara sekitar pukul 10.04 Wita dirasakan cukup keras oleh masyarakat di Tana Toraja.
Kepala Kesejahteraan Rakyat (Kesra) pada Setda Tana Toraja Albert Salino menyatakan, guncangan gempa dirasakan cukup keras di kantor Sekretariat Daerah (Setda) Tana Toraja. Bahkan, jalannya kegiatan pemerintahan yang tengah berlangsung di ruang pola lantai IV kantor bupati Tana Toraja sempat terganggu.
Peserta kegiatan berhamburan keluar ruangan saat merasakan guncangan yang cukup keras. Namun begitu, guncangan yang terjadi sekitar lima detik tidak menimbulkan kerusakan di kantor Setda Tana Toraja.
"Memang ada guncangan yang cukup keras. Dinding gedung terasa bergetar. Tapi cuma dirasakan dalam hitungan detik saja. Peserta kegiatan yang ada di lantai IV berhamburan keluar ruangan karena panik dengan guncangan yang mereka rasakan," katanya kepada SINDO, Sabtu (22/12/2012).
Guncangan gempa juga dirasakan di gedung DPRD Tana Toraja. Saat guncangan terjadi, sedang berlangsung rapat pembahasan rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tahun anggaran 2013 di ruang komisi yang berada di lantai II.
Saat guncangan terjadi, dinding dan pintu kaca gedung di lantai II bergetar. Sejumlah anggota DPRD bersama pimpinan satuan kerja perangkat daerah (SKPD) yang tengah mengikuti rapat pembahasan RAPBD 2013 spontan ke luar ruangan saat merasakan guncangan yang cukup keras.
"Tiba-tiba, saya mendengar suara yang cukup keras disertai getaran yang cukup kuat. Spontan, saya ke luar dari ruangan komisi karena menduga gedung akan runtuh. Saat di luar ruangan saya juga melihat teman anggota DPRD dan eksekutif juga sudah berada di luar ruangan," ujar anggota DPRD Tana Toraja, Martha Rapi Patintingan.
Guncangan gempa tidak hanya dirasakan di lokasi gedung pemerintahan, tetapi juga di kampus Universitas Kristen Toraja. Mahasiswa yang tengah melaksanakan perkuliahan di kampus yang terletak di sekitar bundaran kota Makale sempat merasakan guncangan gempa.
"Saat merasakan getaran yang cukup kuat, saya dan teman-teman yang sedang kuliah berlarian keluar ruangan," ujar salah satu Mahasiswa UKI Toraja fakultas PGSD, Suzanti.
Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari pemerintah kabupaten (Pemkab) Toraja Utara terkait gempa yang berada pada 10 km barat daya Toraja Utara-Sulsel, 36 km timur laut Mamasa-Sulbar, 38 km barat laut Tanatoraja-Sulsel, 97 km tenggara Mamuju–Sulbar. Begitu juga dengan kerusakan yang ditimbulkan.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Toraja Utara, Paulus Kombong tidak berhasil dihubungi SINDO. Bahkan, pesan singkat yang dikirim Sindo melalui Short Message Service (SMS) tidak dibalas Kepala BPBD Toraja Utara.
Kepala Kesejahteraan Rakyat (Kesra) pada Setda Tana Toraja Albert Salino menyatakan, guncangan gempa dirasakan cukup keras di kantor Sekretariat Daerah (Setda) Tana Toraja. Bahkan, jalannya kegiatan pemerintahan yang tengah berlangsung di ruang pola lantai IV kantor bupati Tana Toraja sempat terganggu.
Peserta kegiatan berhamburan keluar ruangan saat merasakan guncangan yang cukup keras. Namun begitu, guncangan yang terjadi sekitar lima detik tidak menimbulkan kerusakan di kantor Setda Tana Toraja.
"Memang ada guncangan yang cukup keras. Dinding gedung terasa bergetar. Tapi cuma dirasakan dalam hitungan detik saja. Peserta kegiatan yang ada di lantai IV berhamburan keluar ruangan karena panik dengan guncangan yang mereka rasakan," katanya kepada SINDO, Sabtu (22/12/2012).
Guncangan gempa juga dirasakan di gedung DPRD Tana Toraja. Saat guncangan terjadi, sedang berlangsung rapat pembahasan rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tahun anggaran 2013 di ruang komisi yang berada di lantai II.
Saat guncangan terjadi, dinding dan pintu kaca gedung di lantai II bergetar. Sejumlah anggota DPRD bersama pimpinan satuan kerja perangkat daerah (SKPD) yang tengah mengikuti rapat pembahasan RAPBD 2013 spontan ke luar ruangan saat merasakan guncangan yang cukup keras.
"Tiba-tiba, saya mendengar suara yang cukup keras disertai getaran yang cukup kuat. Spontan, saya ke luar dari ruangan komisi karena menduga gedung akan runtuh. Saat di luar ruangan saya juga melihat teman anggota DPRD dan eksekutif juga sudah berada di luar ruangan," ujar anggota DPRD Tana Toraja, Martha Rapi Patintingan.
Guncangan gempa tidak hanya dirasakan di lokasi gedung pemerintahan, tetapi juga di kampus Universitas Kristen Toraja. Mahasiswa yang tengah melaksanakan perkuliahan di kampus yang terletak di sekitar bundaran kota Makale sempat merasakan guncangan gempa.
"Saat merasakan getaran yang cukup kuat, saya dan teman-teman yang sedang kuliah berlarian keluar ruangan," ujar salah satu Mahasiswa UKI Toraja fakultas PGSD, Suzanti.
Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari pemerintah kabupaten (Pemkab) Toraja Utara terkait gempa yang berada pada 10 km barat daya Toraja Utara-Sulsel, 36 km timur laut Mamasa-Sulbar, 38 km barat laut Tanatoraja-Sulsel, 97 km tenggara Mamuju–Sulbar. Begitu juga dengan kerusakan yang ditimbulkan.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Toraja Utara, Paulus Kombong tidak berhasil dihubungi SINDO. Bahkan, pesan singkat yang dikirim Sindo melalui Short Message Service (SMS) tidak dibalas Kepala BPBD Toraja Utara.
(mhd)