Baru bebas, mantan napi masuk bui lagi
Sabtu, 22 Desember 2012 - 06:10 WIB
Baru bebas, mantan napi masuk bui lagi
A
A
A
Sindonews.com - Baru dua hari bebas dari penjara, spesialis copet Arzam (37) warga Jalan Letnan Murod, Lorong Kemenyan, RT 3, RW 20 Ilir, D IV Kecamatan IT I Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel), kembali ditangkap aparat Satuan Intelkam Polresta Palembang.
Namun saat hendak ditangkap Jumat 21 Desember 2012 sekira pukul 14.00 WIB di kawasan Pasar 16 Ilir Palembang, tersangka berusaha melarikan diri sehingga petugas terpaksa menindak tegas dengan menembak kaki kanannya.
Selain mencopet, tersangka Arzam juga melakukan pembacokan terhadap satpam pertokoan 17 Ilir, Kecamatan IT I Palembang, karena berusaha menangkap tersangka saat hendak mencopet sekitar enam bulan lalu sekira pukul 16.00 WIB.
Korban Dedi Irawan (30) warga Perumnas Talang Kelapa, Kelurahan Talang Kelapa, Kecamatan Alang Alang Lebar (AAL) Palembang, menderita tiga luka bacokan yakni di lengan kiri, di bawah ketiak dan di bawah rusuk kiri.
"Waktu itu dia (tersangka) mau mencopet dan langsung aku tangkap. Tapi dia malah menyerang aku pakai pisau besar, makanya aku terluka. Setelah itu dia langsung lari," ungkap korban Dedi saat ditemui di Mapolresta Palembang.
Sementara tersangka Arzam awalnya membantah jika dirinya melakukan copet. Namun dirinya hanya melakukan penganiayaan terhadap satpam pasar 16 Ilir Palembang.
"Aku bukan mencopet tapi hanya menganiaya. Kejadian itu sekitar enam bulan lalu. Dan sekitar dua bulan setelah itu aku ditangkap karena kasus mencopet. Jadi kasus yang ini bukan mencopet," kelit tersangka Arzam.
Begitu ditanya lebih lanjut, tersangka Arzam baru mengakui jika penganiayaan yang dilakukannya lantaran korban memergoki dan hendak menangkapnya saat dirinya berusaha mencopet.
"Tapi aku belum sempat mengambil barang milik korban, makanya aku menganiaya satpam itu. Kalau pisau itu sengaja aku beli di Pasar 16 Ilir untuk jaga diri," ujarnya
Kapolresta Palembang, Kombes Pol Sabaruddin Ginting melalui Kasat Intelkam, Kompol Made melalui Kanit Intel, Iptu Edi Asmari mengatakan, jika tersangka merupakan pencopet di kawasan Pasar 16 Ilir Palembang.
"Tersangka memang spesialis copet, tapi saat dipergoki korban atau orang lain maka tersangka akan menganiayanya. Saat ini tersangka sudah kita amankan untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut," pungkasnya.
Namun saat hendak ditangkap Jumat 21 Desember 2012 sekira pukul 14.00 WIB di kawasan Pasar 16 Ilir Palembang, tersangka berusaha melarikan diri sehingga petugas terpaksa menindak tegas dengan menembak kaki kanannya.
Selain mencopet, tersangka Arzam juga melakukan pembacokan terhadap satpam pertokoan 17 Ilir, Kecamatan IT I Palembang, karena berusaha menangkap tersangka saat hendak mencopet sekitar enam bulan lalu sekira pukul 16.00 WIB.
Korban Dedi Irawan (30) warga Perumnas Talang Kelapa, Kelurahan Talang Kelapa, Kecamatan Alang Alang Lebar (AAL) Palembang, menderita tiga luka bacokan yakni di lengan kiri, di bawah ketiak dan di bawah rusuk kiri.
"Waktu itu dia (tersangka) mau mencopet dan langsung aku tangkap. Tapi dia malah menyerang aku pakai pisau besar, makanya aku terluka. Setelah itu dia langsung lari," ungkap korban Dedi saat ditemui di Mapolresta Palembang.
Sementara tersangka Arzam awalnya membantah jika dirinya melakukan copet. Namun dirinya hanya melakukan penganiayaan terhadap satpam pasar 16 Ilir Palembang.
"Aku bukan mencopet tapi hanya menganiaya. Kejadian itu sekitar enam bulan lalu. Dan sekitar dua bulan setelah itu aku ditangkap karena kasus mencopet. Jadi kasus yang ini bukan mencopet," kelit tersangka Arzam.
Begitu ditanya lebih lanjut, tersangka Arzam baru mengakui jika penganiayaan yang dilakukannya lantaran korban memergoki dan hendak menangkapnya saat dirinya berusaha mencopet.
"Tapi aku belum sempat mengambil barang milik korban, makanya aku menganiaya satpam itu. Kalau pisau itu sengaja aku beli di Pasar 16 Ilir untuk jaga diri," ujarnya
Kapolresta Palembang, Kombes Pol Sabaruddin Ginting melalui Kasat Intelkam, Kompol Made melalui Kanit Intel, Iptu Edi Asmari mengatakan, jika tersangka merupakan pencopet di kawasan Pasar 16 Ilir Palembang.
"Tersangka memang spesialis copet, tapi saat dipergoki korban atau orang lain maka tersangka akan menganiayanya. Saat ini tersangka sudah kita amankan untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut," pungkasnya.
(maf)