SMK Negeri 1 Pemulutan terendam banjir
Sabtu, 22 Desember 2012 - 03:30 WIB
SMK Negeri 1 Pemulutan terendam banjir
A
A
A
Sindonews.com - Sebagian besar ruang Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 1 Pemulutan, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan (Sumsel) sejak dua pekan terakhir terendam banjir setinggi lutut orang dewasa. Akibat banjir tersebut membuat aktivitas sekolah terganggu, termasuk dalam kegiatan belajar mengajar.
Informasi yang dihimpun dilapangan, Jumat 21 Desember 2012, banjir yang melanda SMK 1 Pemulutan Ogan Ilir tersebut sebenarnya sudah terjadi sejak beberapa pekan terakhir.
SMK Negeri 1 Pemulutan tersebut memiliki tiga bangunan. Bangunan sekolah yang terendam banjir berada di satu gedung yang terdiri dari empat lokal yang biasa ditempati siswa kelas XII A, XII B dan XA. Sementara satu ruangan lagi digunakan sebagai kantor Tata Usaha (TU).
Banjir telah merendam diseluruh ruangan hingga ketinggian mencapai 20 centimeter lebih. Kursi dan meja yang biasa tersusun rapi kini tertumpuk menjadi satu.
Air akan pasang ketika pagi hari. Tapi ketika siang dan sore hari air mulai surut. Genangan air kini sudah ke badan jalan utama. Seluruh siswa memilih tidak menggunakan sepatu ketika masuk ke sekolah. Beruntung sejak dua pekan siswa tidak menjalankan aktivitas belajar mengajar.
"Untung minggu-minggu ini kami class meeting sehingga kami tidak belajar," kata Isa, siswi kelas XI ini.
Kendati demikian, semua siswa merasa tidak nyaman dengan kondisi sekolah yang tergenang banjir tersebut.
Dia berharap ada perhatian dari pemerintah untuk mengatasi masalah banjir yang melanda sekolahnya tersebut sehingga semua siswa dapat kembali belajar dengan nyaman.
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Ogan Ilir Syakrowi menegaskan pihaknya akan segera menerjunkan petugas untuk memantau perkembangan banjir di sekolah itu.
"Bila perlu disiapkan mesin pompa untuk menyedot air sehingga siswa dapat kembali belajar seperti biasanya," katanya.
Informasi yang dihimpun dilapangan, Jumat 21 Desember 2012, banjir yang melanda SMK 1 Pemulutan Ogan Ilir tersebut sebenarnya sudah terjadi sejak beberapa pekan terakhir.
SMK Negeri 1 Pemulutan tersebut memiliki tiga bangunan. Bangunan sekolah yang terendam banjir berada di satu gedung yang terdiri dari empat lokal yang biasa ditempati siswa kelas XII A, XII B dan XA. Sementara satu ruangan lagi digunakan sebagai kantor Tata Usaha (TU).
Banjir telah merendam diseluruh ruangan hingga ketinggian mencapai 20 centimeter lebih. Kursi dan meja yang biasa tersusun rapi kini tertumpuk menjadi satu.
Air akan pasang ketika pagi hari. Tapi ketika siang dan sore hari air mulai surut. Genangan air kini sudah ke badan jalan utama. Seluruh siswa memilih tidak menggunakan sepatu ketika masuk ke sekolah. Beruntung sejak dua pekan siswa tidak menjalankan aktivitas belajar mengajar.
"Untung minggu-minggu ini kami class meeting sehingga kami tidak belajar," kata Isa, siswi kelas XI ini.
Kendati demikian, semua siswa merasa tidak nyaman dengan kondisi sekolah yang tergenang banjir tersebut.
Dia berharap ada perhatian dari pemerintah untuk mengatasi masalah banjir yang melanda sekolahnya tersebut sehingga semua siswa dapat kembali belajar dengan nyaman.
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Ogan Ilir Syakrowi menegaskan pihaknya akan segera menerjunkan petugas untuk memantau perkembangan banjir di sekolah itu.
"Bila perlu disiapkan mesin pompa untuk menyedot air sehingga siswa dapat kembali belajar seperti biasanya," katanya.
(maf)