Belum gajian, 800 buruh pabrik mogok kerja
Jum'at, 21 Desember 2012 - 18:52 WIB
Belum gajian, 800 buruh pabrik mogok kerja
A
A
A
Sindonews.com - Persoalan buruh dengan pabrik di negeri ini tak ada habis-habisnya. Di Pasuruan, Jawa Timur, ratusan buruh pabrik plastik, tak digajih selama satu bulan lebih oleh pihak menajemen. Akibatnya, mereka mogok kerja hingga aktivitas produksi lumpuh total.
Aksi ini dilakukan, sekira 800 buruh pabrik PT Surabaya Randing Plastik, di Jalan Rembang Industri Raya, di wilayah Pasuruan Industti Eastate Rembang atau Pier di Kecamatan Rembang, Kabupaten Pasuruan.
Dalam aksinya, buruh seluruh bagian yang didominasi perantauan dari luar wilayah Pasuruan, memblokir jalan pintu masuk perusahaan yang memproduk plastik eksport ke Taiwan ini. Tak heran, aktivitas produksi perusahaan berheti total.
Aksi ini dipicu oleh salah satu kekecewaan dari buruh, karena upah mereka rata–rata sebesar Rp1,520 juta untuk bulan November lalu hingga sekarang tak diberikan dari pihak menajemen.
Padahal, mereka sangat membutuhkan, karena banyak yang sudah berkeluarga, apalagi menjelang tahun baru dan Natal. Belum jelas alasan menejemen, namun setiap ditagih selalu dijanjikan.
Buruh hanya bisa pasrah, karena akan minta bantuan pada serikat pekerja dan pihak Dinaskertransos Pemkab Pasuruan, takut diberi sanksi tegas oleh bos perusahaan.
Untuk kebutuhan sehari-hari, para buruh terpaksa harus hutang ke pada kerabat saudara dan keluarga. Meski begitu, aksi mereka tak mengganggu jalan raya di kawasan industri terbesar di Pasuruan ini.
Sementara itu, Mester Cheng, selaku pimpinanan perusahaan belum bisa dikonfirmasi.
Aksi ini dilakukan, sekira 800 buruh pabrik PT Surabaya Randing Plastik, di Jalan Rembang Industri Raya, di wilayah Pasuruan Industti Eastate Rembang atau Pier di Kecamatan Rembang, Kabupaten Pasuruan.
Dalam aksinya, buruh seluruh bagian yang didominasi perantauan dari luar wilayah Pasuruan, memblokir jalan pintu masuk perusahaan yang memproduk plastik eksport ke Taiwan ini. Tak heran, aktivitas produksi perusahaan berheti total.
Aksi ini dipicu oleh salah satu kekecewaan dari buruh, karena upah mereka rata–rata sebesar Rp1,520 juta untuk bulan November lalu hingga sekarang tak diberikan dari pihak menajemen.
Padahal, mereka sangat membutuhkan, karena banyak yang sudah berkeluarga, apalagi menjelang tahun baru dan Natal. Belum jelas alasan menejemen, namun setiap ditagih selalu dijanjikan.
Buruh hanya bisa pasrah, karena akan minta bantuan pada serikat pekerja dan pihak Dinaskertransos Pemkab Pasuruan, takut diberi sanksi tegas oleh bos perusahaan.
Untuk kebutuhan sehari-hari, para buruh terpaksa harus hutang ke pada kerabat saudara dan keluarga. Meski begitu, aksi mereka tak mengganggu jalan raya di kawasan industri terbesar di Pasuruan ini.
Sementara itu, Mester Cheng, selaku pimpinanan perusahaan belum bisa dikonfirmasi.
(san)