Dewan minta pemprov kaji peniadaan premium di Jakarta
Jum'at, 21 Desember 2012 - 16:08 WIB
Dewan minta pemprov kaji peniadaan premium di Jakarta
A
A
A
Sindonews.com - Wacana peniadaan BBM subsidi di Jakarta terus mendapatkan respon. Salah satunya dari anggota komisi E DPRD DKI (F-PDIP), Dwi Riyo.
Dwi, sapaan akrab menyatakan, kemacetan yang setiap hari menyapa Jakarta tentunya akan membuat penggunaan BBM menjadi tinggi.
Bagi masyarakat menengah ke bawah, peniadaan BBM bersubsidi ini tentunya akan menjadi sebuah masalah.
Dengan alokasi dana perharinya, masyarakat tentunya secara otomatis harus mengorbankan biaya-biaya lainnya untuk BBM jika ditiadakan.
"Kalau diingat, dengan kondisi Jakarta yang macet, maka konsumsi BBM itukan cukup tinggi juga. Bagi yang menengah kebawah ini tentu akan menjadi permasalahan, problem juga gitukan," kata Dwi saat dihubungi sindonews di Jakarta, Jumat (21/12/2012).
Selain itu, kajian dan tahapan wacana ini juga harus dilakukan terlebih dahulu.
"(Perlu) kajian dan tahapan. Bahwa punya obsesi, orientasi tujuan ke sana, ya harus punya visi dong. Tetapi untuk menuju itu, kita perlu tahapan sesuai kajian," tukas Dwi.
Dwi, sapaan akrab menyatakan, kemacetan yang setiap hari menyapa Jakarta tentunya akan membuat penggunaan BBM menjadi tinggi.
Bagi masyarakat menengah ke bawah, peniadaan BBM bersubsidi ini tentunya akan menjadi sebuah masalah.
Dengan alokasi dana perharinya, masyarakat tentunya secara otomatis harus mengorbankan biaya-biaya lainnya untuk BBM jika ditiadakan.
"Kalau diingat, dengan kondisi Jakarta yang macet, maka konsumsi BBM itukan cukup tinggi juga. Bagi yang menengah kebawah ini tentu akan menjadi permasalahan, problem juga gitukan," kata Dwi saat dihubungi sindonews di Jakarta, Jumat (21/12/2012).
Selain itu, kajian dan tahapan wacana ini juga harus dilakukan terlebih dahulu.
"(Perlu) kajian dan tahapan. Bahwa punya obsesi, orientasi tujuan ke sana, ya harus punya visi dong. Tetapi untuk menuju itu, kita perlu tahapan sesuai kajian," tukas Dwi.
(stb)