Temanggung positif diserang flu burung
Jum'at, 21 Desember 2012 - 00:26 WIB
Temanggung positif diserang flu burung
A
A
A
Sindonews.com - Flu burung mulai menyerang Kabupaten Temanggung setelah diketahui puluhan ayam di Dusun Campurejo, Desa Geblok, Kecamatan Kaloran, Kabupaten Temanggung mati akibat terinfeksi virus H5N1 atau flu burung (avian influenza).
Salah seorang petugas Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Temanggung, Nurul Hasanah mengatakan, hasil tes yang dilakukan dipastikan ayam yang mati positif terinfeksi flu burung.
"Kami memastikan kematian ayam di Campurejo karena virus H5N1. Hasil tes menunjukkan positif flu burung," katanya, Kamis (20/12/2012)
Ditambahkannya, dalam 20 hari terakhir ada sedikitnya ada 20 ekor ayam mati di Dusun Campurejo. Ayam yang terkena flu burung pada bangkainya menandakan kepala dan dada bengkak warna ungu kemerahan dan kebiruan.
"Ayam yang terkena flu burung umumnya mati mendadak," lanjutnya.
Dengan ditemukan kasus flu burung ini, berarti status Dusun Campurejo menjadi endemik. Tahun sebelumnya belum pernah ditemukan kasus flu burung. Bangkai ayam yang terkena flu burung langsung dilakukan pembakaran dan ditanam.
"Secepatnya, kami akan melakukan sosialisasi bahaya AI dan penyemprotan kandang unggas milik warga," ucapnya.
Warga Campurejo, Madyo mengatakan empat ayamnya mati mendadak dua hari lalu. Padahal, sore harinya masih segar bugar, namun pada pagi hari sudah mati.
"Warga semula menduga, kematian ayam itu akibat tetelo," paparnya.
Sejauh ini, kematian hanya ditemukan pada ayam, sedangkan itik belum ada.
Salah seorang petugas Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Temanggung, Nurul Hasanah mengatakan, hasil tes yang dilakukan dipastikan ayam yang mati positif terinfeksi flu burung.
"Kami memastikan kematian ayam di Campurejo karena virus H5N1. Hasil tes menunjukkan positif flu burung," katanya, Kamis (20/12/2012)
Ditambahkannya, dalam 20 hari terakhir ada sedikitnya ada 20 ekor ayam mati di Dusun Campurejo. Ayam yang terkena flu burung pada bangkainya menandakan kepala dan dada bengkak warna ungu kemerahan dan kebiruan.
"Ayam yang terkena flu burung umumnya mati mendadak," lanjutnya.
Dengan ditemukan kasus flu burung ini, berarti status Dusun Campurejo menjadi endemik. Tahun sebelumnya belum pernah ditemukan kasus flu burung. Bangkai ayam yang terkena flu burung langsung dilakukan pembakaran dan ditanam.
"Secepatnya, kami akan melakukan sosialisasi bahaya AI dan penyemprotan kandang unggas milik warga," ucapnya.
Warga Campurejo, Madyo mengatakan empat ayamnya mati mendadak dua hari lalu. Padahal, sore harinya masih segar bugar, namun pada pagi hari sudah mati.
"Warga semula menduga, kematian ayam itu akibat tetelo," paparnya.
Sejauh ini, kematian hanya ditemukan pada ayam, sedangkan itik belum ada.
(ysw)