Sistem online, Dinkes DKI gandeng PT Askes
Kamis, 20 Desember 2012 - 18:54 WIB
Sistem online, Dinkes DKI gandeng PT Askes
A
A
A
Sindonews.com - Dinas Kesehatan DKI Jakarta mulai tahun 2013 akan bekerjasama asuransi dengan PT Askes dalam menggunakan sistem online guna mencegah tunggakan pembayaran tagihan kesehatan, dan mempermudah verifikasi data kesehatan masyarakat.
"Jadi kita ingin PT Askes bisa membantu kami memverifikasi dengan sistem formulariom, dan sistem rujukan yang jelas," ujar Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaya Purnama (Basuki) di Balai Kota, Jakarta, Kamis (20/12/2012).
Selain itu, kerjasama yang ada akan mencegah terjadinya aksi pencaloan yang marak terjadi. Dan masyarakat yang sakit sebelum dirawat di rumah sakit setempat, harus mendapatkan dulu rujukan dari Puskesmas.
"Jika dengan sistem ini harus ada rujukan dari puskesmas, warga tidak bisa langsung datang ke rumah sakit jika ingin dirawat, kecuali jika kecelakaan," jelas Ahok.
Selain itu, Ahok juga mengatakan warga yang tidak memiliki KTP DKI dan tetap ingin mendapatkan pelayanan gratis, dapat dideteksi. Sehingga kebobolan anggaran dapat dicegah.
"Dengan sistem online seperti ini yakin uang tidak akan bobol dan terkontrol," terangnya.
Sistem online yang akan diterapkan nanti, akan tersambung dengan 92 rumah sakit rujukan, dan 340 puskesmas yang ada di kelurahan maupun kecamatan.
"Jadi kita ingin PT Askes bisa membantu kami memverifikasi dengan sistem formulariom, dan sistem rujukan yang jelas," ujar Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaya Purnama (Basuki) di Balai Kota, Jakarta, Kamis (20/12/2012).
Selain itu, kerjasama yang ada akan mencegah terjadinya aksi pencaloan yang marak terjadi. Dan masyarakat yang sakit sebelum dirawat di rumah sakit setempat, harus mendapatkan dulu rujukan dari Puskesmas.
"Jika dengan sistem ini harus ada rujukan dari puskesmas, warga tidak bisa langsung datang ke rumah sakit jika ingin dirawat, kecuali jika kecelakaan," jelas Ahok.
Selain itu, Ahok juga mengatakan warga yang tidak memiliki KTP DKI dan tetap ingin mendapatkan pelayanan gratis, dapat dideteksi. Sehingga kebobolan anggaran dapat dicegah.
"Dengan sistem online seperti ini yakin uang tidak akan bobol dan terkontrol," terangnya.
Sistem online yang akan diterapkan nanti, akan tersambung dengan 92 rumah sakit rujukan, dan 340 puskesmas yang ada di kelurahan maupun kecamatan.
(san)