5.813 warga Lahat berstatus sangat miskin
Kamis, 20 Desember 2012 - 17:42 WIB
5.813 warga Lahat berstatus sangat miskin
A
A
A
Sindonews.com - Hasil validasi data yang dilakukan tim pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) Kabupaten Lahat, setidaknya hingga saat ini tercatat 5.813 keluarga masih berstatus Rumah Tangga Sangat Miskin (RTSM). Jumlah ini dipastikan dimiliki 14 kecamatan se-Kabupaten Lahat.
Demi menekan angkat tersebut, pada 2013 mendatang Pemkab Lahat mengupayakan RTSM tersebut mendapatkan bantuan dana sharing dari Departemen Sosial RI agar dapat meningkatkan kesejahteraan mereka.
Kepala Dinas Sosial Lahat Harinus menegaskan, jumlah RTSM ini mengalami penunurunan ketimbang tahun lalu yakni 6.346 RTSM. Dari program PKH yang dilaksanakan saat ini dari 21 kecamatan yang ada tinggal delapan kecamatan yang belum didaftarkan ke Dirjen Kemensos.
“Program PKH merupakan salah satu terobosan dari Pemkab Lahat untuk menekan angka kemiskinan. Bagi masing masing Kepala Keluarga (KK) yang masuk dalam PKH seperti untuk ibu hamil, pendidikan anak, serta kesehatan akan dibantu oleh pemerintah,” ujar Harinus, Kamis (20/12/2012).
Untuk besarnya dana yang dikucurkan dalam program PKH berasal dari Pemerintah pusat dengan kisaran sebesar Rp600 ribu hingga Rp2,2 juta perbulannya yang yang akan dibayar selama empat kali dalam setahun.
Sedangkan untuk dananya masyarakat dapat mengambilnya di kantor Pos terdekat tanpa ada pungutan lainnya. Hal ini juga bertujuan untuk meningkatkan SDA, Kesehatan dan Pendidikan yang baik bagi masyarakat Lahat.
“Masing-masing kecamatan penerima PKH berjumlah 10 orang dan didampingi oleh petugas yang telah ditunjuk langsung dari Provinsi. Untuk bantuan yang diberikan tidak tetap disesuaikan dengan kondisi warga penerima PKH,” katanya.
Bupati Lahat Saifudin Aswari Rivai mengatakan, program PKH bagi masyarakat diharapkan kedepan akan dapat membantu meningkatkan taraf hidup masyarakat. Apalagi perjuangan mendapatkan PKH dari pusat tidaklah mudah sehingga harus dimanfaatkan sebaik mungkin. Dan Pemkab Lahat berusaha memberikan yang terbaik bagi masyarakat melalui program-program yang ada.
“Tahun 2013 akan kita usulkan kembali. Bahkan Pemprov yang telah mengupayakan pencairan dana PKH sebesar Rp16 miliar pertahun. Kita optimis dengan adanya perhatian yang diberikan pemerintah Provinsi dan Pusat kabupaten Lahat khususnya taraf hidup masyarakat akan menjadi lebih baik kedepan,” katanya.
Hal yang sama juga diungkapkan Perwakilan Dinas Sosial Provinsi Sumsel, Suharman. Menurutnya, tujuan PKH untuk meningkatkan kualitas SDM terutama kepada RTSM. Dengan PKH diharapkan beban hidup masyarakat miskin akan berkurang dalam jangka pendek.
“Kemudian untuk jangka panjang dengan adanya bantuan ini, diharapkan akan mampu meningkatkan kualitas hidup terutama masalah kesehatan dan pendidikan,” katanya.
Terlebih lagi, lanjutnya, pendistribusian dana PKH ini dilakukan menggunakan smart card (kartu pintar) yang akan dibagikan ke masing masing keluarga yang berhak mendapatkannya.
“Jadi uang yang tersimpan tidak akan hangus jika tidak diambil atau tidak sempat mengambilnya,” pungkas dia.
Demi menekan angkat tersebut, pada 2013 mendatang Pemkab Lahat mengupayakan RTSM tersebut mendapatkan bantuan dana sharing dari Departemen Sosial RI agar dapat meningkatkan kesejahteraan mereka.
Kepala Dinas Sosial Lahat Harinus menegaskan, jumlah RTSM ini mengalami penunurunan ketimbang tahun lalu yakni 6.346 RTSM. Dari program PKH yang dilaksanakan saat ini dari 21 kecamatan yang ada tinggal delapan kecamatan yang belum didaftarkan ke Dirjen Kemensos.
“Program PKH merupakan salah satu terobosan dari Pemkab Lahat untuk menekan angka kemiskinan. Bagi masing masing Kepala Keluarga (KK) yang masuk dalam PKH seperti untuk ibu hamil, pendidikan anak, serta kesehatan akan dibantu oleh pemerintah,” ujar Harinus, Kamis (20/12/2012).
Untuk besarnya dana yang dikucurkan dalam program PKH berasal dari Pemerintah pusat dengan kisaran sebesar Rp600 ribu hingga Rp2,2 juta perbulannya yang yang akan dibayar selama empat kali dalam setahun.
Sedangkan untuk dananya masyarakat dapat mengambilnya di kantor Pos terdekat tanpa ada pungutan lainnya. Hal ini juga bertujuan untuk meningkatkan SDA, Kesehatan dan Pendidikan yang baik bagi masyarakat Lahat.
“Masing-masing kecamatan penerima PKH berjumlah 10 orang dan didampingi oleh petugas yang telah ditunjuk langsung dari Provinsi. Untuk bantuan yang diberikan tidak tetap disesuaikan dengan kondisi warga penerima PKH,” katanya.
Bupati Lahat Saifudin Aswari Rivai mengatakan, program PKH bagi masyarakat diharapkan kedepan akan dapat membantu meningkatkan taraf hidup masyarakat. Apalagi perjuangan mendapatkan PKH dari pusat tidaklah mudah sehingga harus dimanfaatkan sebaik mungkin. Dan Pemkab Lahat berusaha memberikan yang terbaik bagi masyarakat melalui program-program yang ada.
“Tahun 2013 akan kita usulkan kembali. Bahkan Pemprov yang telah mengupayakan pencairan dana PKH sebesar Rp16 miliar pertahun. Kita optimis dengan adanya perhatian yang diberikan pemerintah Provinsi dan Pusat kabupaten Lahat khususnya taraf hidup masyarakat akan menjadi lebih baik kedepan,” katanya.
Hal yang sama juga diungkapkan Perwakilan Dinas Sosial Provinsi Sumsel, Suharman. Menurutnya, tujuan PKH untuk meningkatkan kualitas SDM terutama kepada RTSM. Dengan PKH diharapkan beban hidup masyarakat miskin akan berkurang dalam jangka pendek.
“Kemudian untuk jangka panjang dengan adanya bantuan ini, diharapkan akan mampu meningkatkan kualitas hidup terutama masalah kesehatan dan pendidikan,” katanya.
Terlebih lagi, lanjutnya, pendistribusian dana PKH ini dilakukan menggunakan smart card (kartu pintar) yang akan dibagikan ke masing masing keluarga yang berhak mendapatkannya.
“Jadi uang yang tersimpan tidak akan hangus jika tidak diambil atau tidak sempat mengambilnya,” pungkas dia.
(rsa)