Warga miskin Pasuruan dapat bansos Rp2,2 M
Kamis, 20 Desember 2012 - 14:56 WIB
Warga miskin Pasuruan dapat bansos Rp2,2 M
A
A
A
Sindonews.com - Warga miskin di Kota Pasuruan bisa bernafas lega. Pasalnya, Pemkot Pasuruan telah mengucurkan bantuan sosial (bansos) sebesar Rp2, 2 miliar kepada penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS).
Penyaluran bansos dibagi dalam lima kategori, yakni perbaikan rumah tidak laik huni 400 unit masing-masing Rp5 juta, enam kelompok usaha bersama masing-masing Rp6 juta.
Sebanyak 50 orang penyandang cacat mendapatkan masing-masing Rp1 juta, 80 orang lanjut usia potensial masing-masing Rp500.000 dan 114 orang lanjut usia terlantar masing-masing Rp1 juta.
Walikota Pasuruan Hasani mengungkapkan, bansos ini sebagai salah satu upaya meringankan beban masyarakat yang tidak mampu. Bantuan tersebut sekaligus diharapkan menjadi stimulus bagi masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraannya.
"Secara umum, jumlah bansos yang disalurkan sudah menurun dibandingkan tahun sebelumnya. Penurunan ini menunjukkan masyarakat yang kurang mampu juga mengalami pengurangan," kata Hasani, di Kantor Pemkot Pasuruan, Kamis (20/12/2012).
Hasani berharap, bansos untuk warga miskin ini dapat diawasi penyaluran dan penggunaannya. Sehingga niat baik tersebut bisa tercapai sesuai sasaran. Lebih jauh, bisa berdampak positif bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat miskin.
Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi M Faqih menyatakan, penentuan penerima bansos ini telah dilakukan secara ketat dengan melibatkan para pejabat RT hingga Lurah. Pihaknya juga melakukan verifikasi dilapangan untuk mencocokkan data warga miskin tersebut.
"Para penerima bansos ini sudah dilakukan verifikasi faktual. Sehingga bansos tersebut tepat sasaran," kata Faqih.
Penyaluran bansos dibagi dalam lima kategori, yakni perbaikan rumah tidak laik huni 400 unit masing-masing Rp5 juta, enam kelompok usaha bersama masing-masing Rp6 juta.
Sebanyak 50 orang penyandang cacat mendapatkan masing-masing Rp1 juta, 80 orang lanjut usia potensial masing-masing Rp500.000 dan 114 orang lanjut usia terlantar masing-masing Rp1 juta.
Walikota Pasuruan Hasani mengungkapkan, bansos ini sebagai salah satu upaya meringankan beban masyarakat yang tidak mampu. Bantuan tersebut sekaligus diharapkan menjadi stimulus bagi masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraannya.
"Secara umum, jumlah bansos yang disalurkan sudah menurun dibandingkan tahun sebelumnya. Penurunan ini menunjukkan masyarakat yang kurang mampu juga mengalami pengurangan," kata Hasani, di Kantor Pemkot Pasuruan, Kamis (20/12/2012).
Hasani berharap, bansos untuk warga miskin ini dapat diawasi penyaluran dan penggunaannya. Sehingga niat baik tersebut bisa tercapai sesuai sasaran. Lebih jauh, bisa berdampak positif bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat miskin.
Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi M Faqih menyatakan, penentuan penerima bansos ini telah dilakukan secara ketat dengan melibatkan para pejabat RT hingga Lurah. Pihaknya juga melakukan verifikasi dilapangan untuk mencocokkan data warga miskin tersebut.
"Para penerima bansos ini sudah dilakukan verifikasi faktual. Sehingga bansos tersebut tepat sasaran," kata Faqih.
(rsa)