Masih banyak warga miskin di Jakarta Timur
Kamis, 20 Desember 2012 - 11:19 WIB
Masih banyak warga miskin di Jakarta Timur
A
A
A
Sindonews.com - Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo mengakui masih banyak warga miskin yang bermukim di Jakarta Timur. Selain itu, penataan perkampungan serta tata kota, dan ruang di kawasan ini juga masih banyak yang perlu diperbaiki.
"Ya, terutama penataan kampungnya masih jauh, penataan kotanya, tata ruangnya, masih juga perlu di perbaiki. Kemudian yang paling penting kemiskinan masih banyak. Jakarta Timur, Jakarta Utara itu yang perlu segera diupayakan," kata Jokowi di Pulo Jahe, Jakarta Timur, Kamis (20/12/2012).
Sedangkan untuk Wali Kota dan Wakil Wali Kota Jakarta Timur yang baru, mantan Wali Kota Solo ini berharap agar orang-orang yang terpilih tersebut mampu menyelesaikan semua permasalahan yang ada di masyarakat.
Terutama menyangkut program yang khusus menyasar warga miskin, seperti Kartu Jakarta Sehat (KJS) maupun Kartu Jakarta Pintar (KJP).
"Ya, secara makro, kota harus diselesaikan semuanya. Dari penataan kampungnya, dari kesejahteraan masyarakat. Terutama nanti pembagian KJS, KJP memang harus diberikan pada masyarakat. Ini persoalan real, sudah ditunggu masyarakat. Bukan administratif di dalam kantor," tukas Jokowi.
"Ya, terutama penataan kampungnya masih jauh, penataan kotanya, tata ruangnya, masih juga perlu di perbaiki. Kemudian yang paling penting kemiskinan masih banyak. Jakarta Timur, Jakarta Utara itu yang perlu segera diupayakan," kata Jokowi di Pulo Jahe, Jakarta Timur, Kamis (20/12/2012).
Sedangkan untuk Wali Kota dan Wakil Wali Kota Jakarta Timur yang baru, mantan Wali Kota Solo ini berharap agar orang-orang yang terpilih tersebut mampu menyelesaikan semua permasalahan yang ada di masyarakat.
Terutama menyangkut program yang khusus menyasar warga miskin, seperti Kartu Jakarta Sehat (KJS) maupun Kartu Jakarta Pintar (KJP).
"Ya, secara makro, kota harus diselesaikan semuanya. Dari penataan kampungnya, dari kesejahteraan masyarakat. Terutama nanti pembagian KJS, KJP memang harus diberikan pada masyarakat. Ini persoalan real, sudah ditunggu masyarakat. Bukan administratif di dalam kantor," tukas Jokowi.
(san)