Peternak resah, 2 pekan ribuan itik mati
Selasa, 18 Desember 2012 - 10:58 WIB
Peternak resah, 2 pekan ribuan itik mati
A
A
A
Sindonews.com - Ribuan ternak itik milik warga di Kabupaten Jombang, Jawa Timur, sudah dua pekan ini mati secara misterius. Warga khawatir, itik mereka terserang virus berbahaya dan berharap dinas terkait segera turun untuk menangani kasus tersebut.
Ternak itik milik warga di Desa Pulorejo, Kecamatan Tembelang, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, mendadak mati dalam dua pekan terakhir. Setiap pagi, mereka harus memunguti itik-itiknya yang sudah dalam kondisi terkapar dengan mengeluarkan lendir dari hidung dan matanya pucat putih kebiru-biruan.
Warga mengaku tidak tahu menahu apa yang menyebabkan itik-itik mereka mati secara mendadak. Sebab peristiwa seperti ini belum pernah terjadi sebelumnya dan baru kali ini mereka alami.
Meski sudah dilakukan pengobatan dengan berbagai macam cara termasuk dengan menyemprotkan disinfektan, kematian itik-itik tersebut tak kunjung berhenti.
Warga mengaku tak bisa berbuat banyak dan setiap hari hanya melakukan pembakaran terhadap itik-itiknya yang mati.
Suyono, Kepala Desa Pulorejo yang juga Ketua Kelompok Peternak Itik mengaku dalam kelompoknya sudah lebih dari 6.000 ternak itik yang mati dalam sepekan terakhir.
"Dalam dua pekan terkhir ini ada ribuan itik yang mati, kami sudah berupaya mencegah kematian itik tersebut dengan membersihkan kandang dan menyemprotkan desinfektan tapi tidak berhasil," katanya, Selasa (18/12/2012).
Tak hanya membuat peternak rugi hingga puluhan juta rupiah, peristiwa ini menurut suyono juga membuat warga khawatir itik mereka terserang virus yang membahayakan.
"Para peternak itik disini berharap Dinas Peternakan Kabupaten Jombang turun tangan mencari penyebab kematian ribuan itik. Kalau tidak sedini mungkin diantisipasi bisa jadi seluruh itik di Jombang bisa musnah," pungkasnya.
Ternak itik milik warga di Desa Pulorejo, Kecamatan Tembelang, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, mendadak mati dalam dua pekan terakhir. Setiap pagi, mereka harus memunguti itik-itiknya yang sudah dalam kondisi terkapar dengan mengeluarkan lendir dari hidung dan matanya pucat putih kebiru-biruan.
Warga mengaku tidak tahu menahu apa yang menyebabkan itik-itik mereka mati secara mendadak. Sebab peristiwa seperti ini belum pernah terjadi sebelumnya dan baru kali ini mereka alami.
Meski sudah dilakukan pengobatan dengan berbagai macam cara termasuk dengan menyemprotkan disinfektan, kematian itik-itik tersebut tak kunjung berhenti.
Warga mengaku tak bisa berbuat banyak dan setiap hari hanya melakukan pembakaran terhadap itik-itiknya yang mati.
Suyono, Kepala Desa Pulorejo yang juga Ketua Kelompok Peternak Itik mengaku dalam kelompoknya sudah lebih dari 6.000 ternak itik yang mati dalam sepekan terakhir.
"Dalam dua pekan terkhir ini ada ribuan itik yang mati, kami sudah berupaya mencegah kematian itik tersebut dengan membersihkan kandang dan menyemprotkan desinfektan tapi tidak berhasil," katanya, Selasa (18/12/2012).
Tak hanya membuat peternak rugi hingga puluhan juta rupiah, peristiwa ini menurut suyono juga membuat warga khawatir itik mereka terserang virus yang membahayakan.
"Para peternak itik disini berharap Dinas Peternakan Kabupaten Jombang turun tangan mencari penyebab kematian ribuan itik. Kalau tidak sedini mungkin diantisipasi bisa jadi seluruh itik di Jombang bisa musnah," pungkasnya.
(ysw)