UPS Bandara Soetta sejak 1992 belum diganti
Senin, 17 Desember 2012 - 19:22 WIB
UPS Bandara Soetta sejak 1992 belum diganti
A
A
A
Sindonews.com - Pengelola Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) Tangerang, Banten, PT Angkasa Pura (AP) II membeli dua unit UPS (Uninterruptible Power Supply) dari Jerman. UPS itu akan digunakan untuk mendukung pasokan energi listrik ke perangkat komputer bandara yang sudah tua dan dimakan usia.
"Kami sudah pesan, tapi hingga sekarang masih dalam proses pengiriman dari Jerman. Mungkin pertengahan Januari 2013 baru tiba," ujar Deputi Senior General Manager Bandara Soekarno-Hatta Prijono Widjojo kepada wartawan, di Tangerang, Senin (17/12/2012).
UPS yang ada, tambah Prijono, digunakan sejak tahun 1992 dan terbakar pada Minggu 16 Desember 2012 sore. Akibat kebakaran itu, jadwal penerbangan mengalami gangguan. Tercatat, sekira 64 jadwal penerbangan terganggu.
"Sejak pukul 16.55 WIB hingga 17.10 WIB, listrik sempat padam. Baru pada pukul 18.05 WIB, sistem berhasil direcovery secara total. Namun kegiatan operasional penerbangan baru normal pukul 19.15 WIB," terangnya.
Ditambahkan dia, 64 jadwal perbangan yang terganggu, diantaranya 39 jadwal keberangkatan, 22 jadwal kedatangan, dan tiga penerbangan dialihkan ke Semarang.
Sementara itu, Pelaksana Tugas General Manager ATS (Air Traffic Services) PT AP II Budi Hendro Setiyono mengatakan, UPS penting bagi sebuah industri penerbangan. Karena jika tiba-tiba alat itu rusak, maka penerbangan langsung terganggu.
"Dampaknya bisa fatal. Karena lalu lintas di udara sangat tergantung pada UPS ini," jelasnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, sistem pemanduan otomatis lalu lintas udara JAATS Bandara Soetta mengalami gangguan, pada Minggu 16 Desember 2012, karena UPS terbakar. Hal ini mengakibatkan gangguan jadwal perjalanan pesawat.
"Kami sudah pesan, tapi hingga sekarang masih dalam proses pengiriman dari Jerman. Mungkin pertengahan Januari 2013 baru tiba," ujar Deputi Senior General Manager Bandara Soekarno-Hatta Prijono Widjojo kepada wartawan, di Tangerang, Senin (17/12/2012).
UPS yang ada, tambah Prijono, digunakan sejak tahun 1992 dan terbakar pada Minggu 16 Desember 2012 sore. Akibat kebakaran itu, jadwal penerbangan mengalami gangguan. Tercatat, sekira 64 jadwal penerbangan terganggu.
"Sejak pukul 16.55 WIB hingga 17.10 WIB, listrik sempat padam. Baru pada pukul 18.05 WIB, sistem berhasil direcovery secara total. Namun kegiatan operasional penerbangan baru normal pukul 19.15 WIB," terangnya.
Ditambahkan dia, 64 jadwal perbangan yang terganggu, diantaranya 39 jadwal keberangkatan, 22 jadwal kedatangan, dan tiga penerbangan dialihkan ke Semarang.
Sementara itu, Pelaksana Tugas General Manager ATS (Air Traffic Services) PT AP II Budi Hendro Setiyono mengatakan, UPS penting bagi sebuah industri penerbangan. Karena jika tiba-tiba alat itu rusak, maka penerbangan langsung terganggu.
"Dampaknya bisa fatal. Karena lalu lintas di udara sangat tergantung pada UPS ini," jelasnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, sistem pemanduan otomatis lalu lintas udara JAATS Bandara Soetta mengalami gangguan, pada Minggu 16 Desember 2012, karena UPS terbakar. Hal ini mengakibatkan gangguan jadwal perjalanan pesawat.
(san)