Tidak kerja, lurah dan camat akan dimutasi
Senin, 17 Desember 2012 - 15:48 WIB
Tidak kerja, lurah dan camat akan dimutasi
A
A
A
Sindonews.com - Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo, untuk kesekian kalinya mengeluarkan 'ancaman' terhadap pejabat-pejabat daerah DKI yang tidak bisa kerja.
Ancaman ini dikatakan pria yang akrab disapa Jokowi, saat mengunjungi kantor Wali Kota Jakarta Barat. Dalam kunjungannya, Jokowi bertemu dengan Wali Kota Jakbar, Kepala Suku Dinas, Lurah, dan Camat yang ada.
Jokowi sendiri meminta agar para pejabat-pejabat yang ada, untuk langsung turun ke lapangan, melihat permasalahan yang ada agar bisa dikuasai oleh pihak-pihak terkait.
"Jangan sampai saya ke kampung dua kali, tapi pak Camatnya belum pernah. Saya ke kampung dua kali, saya dengar pak Lurahnya belum pernah," kata Jokowi di Kantor Walikota Jakbar, Jakarta Barat, Senin (17/12/2012).
Saat melakukan sidak beberapa kali ke kantor kelurahan maupun kecamatan, yang ada di Jakarta, Jokowi mengakui sering mendapatkan laporan dari warga setempat, jika pejabat di daerahnya belum pernah turun ke lapangan.
Mendengar itu, Jokowi menegaskan dirinya merasa senang.
"Itu yang ngomong orang kampungnya sendiri. Seneng saya dengarnya. Tapi buat bapak-bapak tidak senang. Biasanya yang dikatakan orang-orang di kampung-kampung itu apa adanya," tukasnya.
Bahkan secara frontal, mantan Wali Kota Solo ini mengancam, akan mencatat dan memutasi pejabat yang bersangkutan, jika ketahuan tidak melakukan pendekatan ke masyarakat.
"Selama kunjungan ke kampung-kampung, saya selalu mencatat. Nanti, hari H-nya kalau ada mutasi, ini yang tercoret terlebih dahulu. Saya tidak ingin seperti ini. Saya ingin bapak-bapak, ibu-ibu jenjangnya naik dengan cepat," ujar Jokowi.
Ancaman ini dikatakan pria yang akrab disapa Jokowi, saat mengunjungi kantor Wali Kota Jakarta Barat. Dalam kunjungannya, Jokowi bertemu dengan Wali Kota Jakbar, Kepala Suku Dinas, Lurah, dan Camat yang ada.
Jokowi sendiri meminta agar para pejabat-pejabat yang ada, untuk langsung turun ke lapangan, melihat permasalahan yang ada agar bisa dikuasai oleh pihak-pihak terkait.
"Jangan sampai saya ke kampung dua kali, tapi pak Camatnya belum pernah. Saya ke kampung dua kali, saya dengar pak Lurahnya belum pernah," kata Jokowi di Kantor Walikota Jakbar, Jakarta Barat, Senin (17/12/2012).
Saat melakukan sidak beberapa kali ke kantor kelurahan maupun kecamatan, yang ada di Jakarta, Jokowi mengakui sering mendapatkan laporan dari warga setempat, jika pejabat di daerahnya belum pernah turun ke lapangan.
Mendengar itu, Jokowi menegaskan dirinya merasa senang.
"Itu yang ngomong orang kampungnya sendiri. Seneng saya dengarnya. Tapi buat bapak-bapak tidak senang. Biasanya yang dikatakan orang-orang di kampung-kampung itu apa adanya," tukasnya.
Bahkan secara frontal, mantan Wali Kota Solo ini mengancam, akan mencatat dan memutasi pejabat yang bersangkutan, jika ketahuan tidak melakukan pendekatan ke masyarakat.
"Selama kunjungan ke kampung-kampung, saya selalu mencatat. Nanti, hari H-nya kalau ada mutasi, ini yang tercoret terlebih dahulu. Saya tidak ingin seperti ini. Saya ingin bapak-bapak, ibu-ibu jenjangnya naik dengan cepat," ujar Jokowi.
(stb)