Ribuan santri se-Pasuruan senam bersarung
Senin, 17 Desember 2012 - 02:19 WIB
Ribuan santri se-Pasuruan senam bersarung
A
A
A
Sindonews.com - Identitas sebagai kota santri begitu melekat di Pasuruan. Segala aktifitas kesehariannya, nyaris tidak pernah terlepas dari jilbab, sarung dan peci.
Guna semakin menunjukkan identitas tersebut, sekira 11.000 santri pondok pesantren (ponpes) se-Kabupaten Pasuruan menggelar senam bersama, di GOR Untung Suropati Kota Pasuruan, kemarin. Senam bersama yang diselenggarakan Himpunan Pengusaha Santri Indonesia (Hipsi) bekerjasama dengan Lembaga Pendidikan (LP) Ma'arif Kabupaten Pasuruan berlangsung meriah.
Yang menarik, ribuan santri yang mengikuti senam tersebut tetap dengan menggunakan identitas jilbab, sarung dan peci. Meski bersarung, gerakan senam dan lenggak-lenggok tubuh tidak terhalangi sedikitpun. Kemeriahan para santri ini semakin lengkap dengan hadirnya komedian Pepi, Aldi Taher dan Sinta-Jojo.
Ketua LP MA'arif Kabupaten Pasuruan, KH Mudjib Imron mengungkapkan, senam bersama para santri ini sebagai salah satu bukti bahwa masyarakat Kabupaten Pasuruan merupakan masyarakat yang agamis. Identitas sarung ini tidak mengurangi ataupun menghalangi dalam setiap kegiatan keseharian.
"Sarung ini menjadi identitas masyarakat santri. Meski bersarung, para santri tidak mau kalah dalam kehidupan sehari-hari," kata Gus Mudjib, panggilan akrabnya, di lokasi, Minggu 16 Desember 2012.
Menurut Gus Mudjib, senam santripreuner ini merupakan gerakan awal untuk menunjukkan para santri memiliki kecakapan, cerdas, mandiri dan bermartabat. Sehingga pada masa mendatang, akan tercipta generasi santri yang tangguh dan mandiri dalam bidang perekonomian
Sementara itu, Ketua Umum Hipsi, M Ghozali menandaskan, para santri yang berada dalam naungan Nahdlatul Ulama ini diharapkan tidak tergerus dalam era globalisasi. Para santri ini sejak dini telah dibekali keilmuan enterpreneur yang dapat diterapkan saat mereka berkehidupan dan bermasyarakat.
"Dengan bersenam jiwa dan raga menjadi sehat. Karena santri dituntut menjadi seseorang yang mandiri, cerdas dan cakap," kata Ghozali.
Guna semakin menunjukkan identitas tersebut, sekira 11.000 santri pondok pesantren (ponpes) se-Kabupaten Pasuruan menggelar senam bersama, di GOR Untung Suropati Kota Pasuruan, kemarin. Senam bersama yang diselenggarakan Himpunan Pengusaha Santri Indonesia (Hipsi) bekerjasama dengan Lembaga Pendidikan (LP) Ma'arif Kabupaten Pasuruan berlangsung meriah.
Yang menarik, ribuan santri yang mengikuti senam tersebut tetap dengan menggunakan identitas jilbab, sarung dan peci. Meski bersarung, gerakan senam dan lenggak-lenggok tubuh tidak terhalangi sedikitpun. Kemeriahan para santri ini semakin lengkap dengan hadirnya komedian Pepi, Aldi Taher dan Sinta-Jojo.
Ketua LP MA'arif Kabupaten Pasuruan, KH Mudjib Imron mengungkapkan, senam bersama para santri ini sebagai salah satu bukti bahwa masyarakat Kabupaten Pasuruan merupakan masyarakat yang agamis. Identitas sarung ini tidak mengurangi ataupun menghalangi dalam setiap kegiatan keseharian.
"Sarung ini menjadi identitas masyarakat santri. Meski bersarung, para santri tidak mau kalah dalam kehidupan sehari-hari," kata Gus Mudjib, panggilan akrabnya, di lokasi, Minggu 16 Desember 2012.
Menurut Gus Mudjib, senam santripreuner ini merupakan gerakan awal untuk menunjukkan para santri memiliki kecakapan, cerdas, mandiri dan bermartabat. Sehingga pada masa mendatang, akan tercipta generasi santri yang tangguh dan mandiri dalam bidang perekonomian
Sementara itu, Ketua Umum Hipsi, M Ghozali menandaskan, para santri yang berada dalam naungan Nahdlatul Ulama ini diharapkan tidak tergerus dalam era globalisasi. Para santri ini sejak dini telah dibekali keilmuan enterpreneur yang dapat diterapkan saat mereka berkehidupan dan bermasyarakat.
"Dengan bersenam jiwa dan raga menjadi sehat. Karena santri dituntut menjadi seseorang yang mandiri, cerdas dan cakap," kata Ghozali.
(rsa)