60 Bidan desa diangkat jadi PTT
Senin, 17 Desember 2012 - 01:00 WIB
60 Bidan desa diangkat jadi PTT
A
A
A
Sindonews.com - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Ogan Ilir (OI) berencana pada tahun 2013 mendatang akan mengangkat status 60 orang bidan desa, termasuk lima dokter sebagai pegawai tidak tetap (PTT).
Bidan desa dan doker ini nantinya akan ditempatkan di 60 desa yang belum terjamah bidan desa.
“Dalam waktu dekat ini, bidan desa dan dokter PTT akan segera disebar di puskesmas dan desa. Memang sebagian puskesmas dan 60 desa sangat minim petugas kesehatan sehingga menempatkan petugas disana,” kata Kepala Dinkes OI H Kosasi, di Kantor Dinkes, OI, Minggu 17 Desember 2012.
Menurut dia, wilayah yang akan disebar bidan desa dan dokter PTT tersebut antara lain di Kecamatan Rambang Kuang, Muara Kuang, Kandis, Rantau Alay, Pemulutan Selatan, dan Inderalaya Utara.
Dia pun tidak menapik kalau di 60 desa yang rentang kendalinya sangat jauh dengan pusat kota sangat minim petugas kesehatan. Strategis yang diambil ialah dengan mengangkat status bidan desa menjadi PTT.
“Masalah kompensasi, untuk bidan desa diberikan gaji sekitar Rp600 ribu per bulan. Sedangkan dokter sebesar Rp1,5 juta per bulan. Kami sudah menganggarkan gaji PTT ke dalam APBD 2013. Mudah-mudahan dengan adanya gaji ini diharapkan petugas dilapangan dapat lebih meningkatkan pelayanannya,” terangnya.
Dia menjelaskan, baik dokter maupun bidan desa diwajibkan untuk tinggal didesa yang telah ditunjuk sebelumnya. Hal ini dilakukan agar pelayanan kesehatan kepada masyarakat dapat lebih maksimal.
Dia beralasan diterjunkannya bidan desa dan dokter PTT ini sebagai tindaklanjut dari permintaan masyarakat untuk dapat lebih merasakan layanan kesehatan dan tidak begitu jauh apabila hendak berobat.
“Otomatis dengan adanya petugas medis di desa yang tidak popular diharapkan dapat meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat. Jadi, setiap penanganan kesehatan dapat langsung dihandle petugas medis di desa,” jelasnya.
Disamping itu pula, lanjut dia, pada pertengahan tahun 2013 pihaknya juga akan segera mengoperasikan RSUD OI. Fasilitas yang siap dioperasikan diantaranya ruang UGD, poliklinik, rawat jalan, apotek, rawat inap satu bangsal yang terdiri dari 50 bad.
“Yang jelas ada 100 petugas PNS paramedic dan dokter yang ditugaskan di RSUD OI untuk melayani masyarakat mulai dari dokter, perawat, dokter gigi, bidan, staf administrasi, fisioterapi, rongten. Mereka yang bertugas di RSUD telah memiliki pengalaman minimal lima tahun di bidang medis,” jelasnya.
Sementara itu, anggota DPRD OI Pomi Wijaya menambahkan dinas kesehatan seharusnya sejak awal menempatkan petugas medis didaerah yang sangat jauh dari pusat kota. Ini dilakukan untuk lebih memudahkan masyarakat dalam mengakses layanan kesehatan.
“Lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali. Kini masyarakat dapat dengan mudah mendapatkan layanan kesehatan karena petugas medis sudah berada di wilayah masing-masing dan menetap diwilayah tersebut,” kata politikus Partai Demokrat OI ini.
Bidan desa dan doker ini nantinya akan ditempatkan di 60 desa yang belum terjamah bidan desa.
“Dalam waktu dekat ini, bidan desa dan dokter PTT akan segera disebar di puskesmas dan desa. Memang sebagian puskesmas dan 60 desa sangat minim petugas kesehatan sehingga menempatkan petugas disana,” kata Kepala Dinkes OI H Kosasi, di Kantor Dinkes, OI, Minggu 17 Desember 2012.
Menurut dia, wilayah yang akan disebar bidan desa dan dokter PTT tersebut antara lain di Kecamatan Rambang Kuang, Muara Kuang, Kandis, Rantau Alay, Pemulutan Selatan, dan Inderalaya Utara.
Dia pun tidak menapik kalau di 60 desa yang rentang kendalinya sangat jauh dengan pusat kota sangat minim petugas kesehatan. Strategis yang diambil ialah dengan mengangkat status bidan desa menjadi PTT.
“Masalah kompensasi, untuk bidan desa diberikan gaji sekitar Rp600 ribu per bulan. Sedangkan dokter sebesar Rp1,5 juta per bulan. Kami sudah menganggarkan gaji PTT ke dalam APBD 2013. Mudah-mudahan dengan adanya gaji ini diharapkan petugas dilapangan dapat lebih meningkatkan pelayanannya,” terangnya.
Dia menjelaskan, baik dokter maupun bidan desa diwajibkan untuk tinggal didesa yang telah ditunjuk sebelumnya. Hal ini dilakukan agar pelayanan kesehatan kepada masyarakat dapat lebih maksimal.
Dia beralasan diterjunkannya bidan desa dan dokter PTT ini sebagai tindaklanjut dari permintaan masyarakat untuk dapat lebih merasakan layanan kesehatan dan tidak begitu jauh apabila hendak berobat.
“Otomatis dengan adanya petugas medis di desa yang tidak popular diharapkan dapat meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat. Jadi, setiap penanganan kesehatan dapat langsung dihandle petugas medis di desa,” jelasnya.
Disamping itu pula, lanjut dia, pada pertengahan tahun 2013 pihaknya juga akan segera mengoperasikan RSUD OI. Fasilitas yang siap dioperasikan diantaranya ruang UGD, poliklinik, rawat jalan, apotek, rawat inap satu bangsal yang terdiri dari 50 bad.
“Yang jelas ada 100 petugas PNS paramedic dan dokter yang ditugaskan di RSUD OI untuk melayani masyarakat mulai dari dokter, perawat, dokter gigi, bidan, staf administrasi, fisioterapi, rongten. Mereka yang bertugas di RSUD telah memiliki pengalaman minimal lima tahun di bidang medis,” jelasnya.
Sementara itu, anggota DPRD OI Pomi Wijaya menambahkan dinas kesehatan seharusnya sejak awal menempatkan petugas medis didaerah yang sangat jauh dari pusat kota. Ini dilakukan untuk lebih memudahkan masyarakat dalam mengakses layanan kesehatan.
“Lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali. Kini masyarakat dapat dengan mudah mendapatkan layanan kesehatan karena petugas medis sudah berada di wilayah masing-masing dan menetap diwilayah tersebut,” kata politikus Partai Demokrat OI ini.
(rsa)